LayarHijau.com β Kasus kematian Yu Menglong memicu perhatian global, sekaligus membuka kembali diskusi terkait sejarah kelam Tianyu Media, satu-satunya agensi artis milik negara di China. Agensi ini kini menjadi sorotan karena dugaan keterlibatan dalam kematian misterius sejumlah artis muda selama hampir dua dekade, dari Tan Beixi pada 2006 hingga Yu Menglong pada 2025. Banyak pihak menilai pola kematian ini berkaitan dengan latar belakang kuat Tianyu Media yang menjangkau dunia politik, bisnis, dan hiburan.
Rekap artis yang meninggal di bawah naungan Tianyu Media menunjukkan beragam penyebab resmi: kecelakaan atau bunuh diri akibat depresi. Dari Tan Beixi (2006, kecelakaan mobil), Shang Yubo (2011, jatuh), Bian Ce (2015, jatuh), Benxi (2016, jatuh), Qiao Renliang (2016, bunuh diri), Ren Jiao (2017, jatuh), Cai Zhong (2020, bunuh diri), hingga Yu Menglong (2025, jatuh), terlihat pola kematian yang berulang. Di antara mereka, Ren Jiao dan Yu Menglong resmi dinyatakan meninggal akibat βkecelakaan saat mabukβ oleh polisi.

Sejak kecelakaan Tan Beixi, informasi tentang artis ini nyaris hilang dari internet. Saat LayarHijau menelusuri namanya di Baidu pada Senin, 3 November 2025, tidak ada hasil pencarian, termasuk terkait dugaan kecelakaan pada 2006. Menurut artikel Star EBC yang diterbitkan pada 4 Oktober 2025, pada waktu itu internet di China belum secanggih sekarang, sehingga publik sulit menelusuri atau menyuarakan keberadaan artis tersebut. Nama Tan Beixi baru kembali disebut setelah kasus Yu Menglong mencuat, seiring netizen menelusuri pola kematian misterius artis muda di bawah Tianyu Media.

Pertanyaan mengenai Tan Beixi juga muncul di Zhihu.com pada sekitar 5β6 Oktober 2025. Sementara itu, di Threads, seorang pengguna menulis postingan terkait Tan Beixi pada 2 Oktober 2025, meski sempat terjadi salah pengaitan dengan penyanyi Benxi, yang juga tercatat dalam daftar artis yang diduga berada di bawah manajemen Tianyu Media dan meninggal secara tragis. Seorang pengguna di Threads menulis bahwa Benxi pernah menciptakan lagu γPink Gunγ yang diduga mengisyaratkan pengalaman tragis Qiao Renliang. Namun, tiga bulan setelah kematian Qiao, Benxi juga meninggal karena alasan yang tidak jelas.

Kemungkinan tidak adanya data Tan Beixi di internet pada 2006 dapat dijelaskan dari beberapa faktor. Pada tahun itu, penetrasi internet di China masih terbatas, media sosial dan arsip daring belum berkembang, sehingga banyak informasi publik tidak terdokumentasi secara digital. Selain itu, kecelakaan atau kematian artis yang kontroversial seringkali tidak dilaporkan secara luas, dan dalam kasus tertentu, data lama bahkan bisa dihapus atau hilang dari arsip daring. Hal inilah yang membuat nama Tan Beixi nyaris tidak muncul hingga munculnya kembali diskusi publik setelah kasus Yu Menglong memicu perhatian netizen global.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana nama Tan Beixi, meski sudah lama hilang dari catatan publik, kini kembali menjadi sorotan, sekaligus menimbulkan pertanyaan mengenai jejak digital dan keterbukaan informasi di industri hiburan China.










