Samyang Foods Bangkitkan Kembali Resep Mi Ramen Pertama Korea Setelah 36 Tahun

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Samyang 1963 (Korea Times)
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Samyang Foods resmi meluncurkan produk mi instan baru, Samyang 1963, pada Senin (4/11/2025). Produk ini menghadirkan kembali resep legendaris dari Samyang Ramen, mi instan pertama Korea yang menggunakan lemak sapi — bahan yang sempat menimbulkan kontroversi dan menurunkan penjualan perusahaan pada 1989 akibat rumor tak terbukti dan reaksi publik.

Wakil Ketua Samyang Foods, Kim Jung-soo, menyatakan bahwa peluncuran Samyang 1963 bukan sekadar peluncuran produk baru, melainkan simbolik dari kembalinya filosofi mendiang Ketua Kehormatan Chun Joong-yoon. Chun, pendiri perusahaan pada 1961 sekaligus mertua Kim, memiliki tujuan menyediakan mi instan yang terjangkau bagi masyarakat Korea di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

Samyang 1963, yang diluncurkan di tengah popularitas global mi pedas Buldak, menggunakan lemak sapi untuk menggoreng mi dan membuat kaldu cair, yang memberikan rasa “daging sapi yang kaya” pada kuah.

- Advertisement -

Peluncuran ini tepat 36 tahun setelah gugatan hukum dilayangkan terhadap Samyang Foods terkait dugaan penggunaan bahan “tidak layak konsumsi”. Rumor tersebut, yang muncul dari laporan anonim ke polisi, mengklaim secara salah bahwa beberapa produsen mi instan, termasuk Samyang, menggunakan lemak sapi industri secara diam-diam, meski tidak ada bukti.

Kim menjelaskan, “Samyang 1963 adalah kembalinya berani dan tanpa malu pada bahan yang sejak awal digunakan Samyang untuk memberi makan orang-orang yang kelaparan di seluruh negeri.”

- Advertisement -

Kim menambahkan, “Insiden lemak sapi membawa masa-masa yang sangat sulit bagi kami. Rumor itu menurunkan pangsa pasar domestik di bawah 20 persen, memaksa kami menutup fasilitas, dan merumahkan lebih dari 1.000 karyawan. Meskipun lemak sapi tidak membahayakan kesehatan, dampak rumor begitu besar sehingga kami harus menggantinya dengan minyak inti sawit, yang kemudian digunakan hampir semua perusahaan ramyeon.”

Peluncuran Samyang 1963 juga mengenang momen Chun Joong-yoon melihat antrian panjang warga menunggu bubur murah berkualitas rendah di Namdaemun pada 1961, yang menginspirasinya mendirikan Samyang Foods untuk menyediakan mi instan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Kim menambahkan dengan mata berkaca-kaca, “Saya merasa peluncuran Samyang 1963 bisa menjadi penghiburan bagi mendiang mertua saya, yang menderita akibat penyebar rumor dan media yang tak bertanggung jawab.”

CEO Samyang Foods, Kim Dong-chan, menambahkan bahwa pejabat perusahaan makanan lain saat itu tahu rumor tersebut salah, namun tidak bisa membantahnya secara publik karena keterbatasan media dan ketiadaan platform media sosial.

Samyang 1963 menggunakan campuran lemak sapi dan minyak inti sawit untuk menggoreng mi, menghasilkan kuah creamy dengan rasa daging sapi yang khas saat dimasak. Produk premium ini sudah tersedia di pasar domestik sejak Senin, sementara rencana ekspor masih menunggu keputusan.

Kim menegaskan, “Pada 1963, ketika kemiskinan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, mendiang Ketua Chun berkata bahwa yang dibutuhkan orang bukanlah asuransi, tapi makanan hangat. Itu adalah titik awal Samyang Foods. Kini, kami kembali ke awal itu — pada bahan yang menjadi jantung dan jiwa Samyang.”

- Advertisement -
Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments