Wang Ziqi Tolak Pemakaian Adegan Ciuman untuk Kegiatan Promosi Drama

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Isu promosi drama yang berlebihan kembali menjadi sorotan publik setelah Wang Ziqi tampil di sebuah program hiburan yang dipandu Wang Yunlin dan Chen Ming. Dalam sesi bincang, pembahasan menyinggung tren kegiatan promosi yang menuntut pemeran utama melakukan interaksi fisik berlebihan, termasuk meniru adegan ciuman secara langsung di depan penonton.

Wang Yunlin menyebut bahwa beberapa promosi bahkan sampai mengulang adegan ciuman. Chen Ming kemudian menanyakan langsung kepada Wang Ziqi, “Apakah kamu pernah diminta melakukan adegan seperti itu, langsung di depan penonton?” Netizen yang menonton di layar mengaku merasa tegang saat mendengar pertanyaan ini.

Menjawab dengan tenang, Wang Ziqi menjelaskan bahwa sejak membaca naskah kegiatan promosi, ia selalu berkomunikasi untuk menolak adegan yang dianggap memalukan atau tidak pantas. Dengan begitu, interaksi fisik yang dipaksakan bisa dihentikan sejak awal. Sikap ini mendapatkan dukungan publik, banyak yang menulis komentar seperti, “Saya mendukung Wang Ziqi, kembalikan promosi drama normal untuk penonton!”

- Advertisement -

Fenomena promosi berlebihan ini juga terlihat di drama lain. Misalnya, Deep Affection Eyes (深情眼) dengan Zhang Yuxi dan Bi Wenjun, yang diminta melakukan interaksi fisik dekat seperti saling menyuapi cemilan, atau When Destiny Brings The Demon (献鱼) yang menampilkan Chen Feiyu dan Wang Yinglu layaknya pengantin baru di depan penggemar. Banyak penonton menilai gimmick semacam ini lebih menekankan sensasi daripada kualitas cerita.

Kejadian ini menyoroti tantangan industri hiburan dalam menyeimbangkan promosi kreatif dengan batasan yang nyaman bagi penonton. Promosi interaktif memang bisa menarik perhatian, tetapi ketika interaksi fisik dipaksakan demi viral, fokus publik sering bergeser dari kualitas drama ke sensasi semata.

“Sejak tahun lalu fenomena ini sudah ada, dan tahun ini lebih parah,” ujar Xuanxuan, yang telah lama terlibat dalam promosi drama offline. Menurutnya, promosi “gaya pernikahan ramai-ramai” banyak terjadi pada drama idol, mengingat pasar saat ini relatif lesu. Pihak produksi berharap kegiatan offline dapat membangkitkan chemistry karakter utama (CP, singkatan dari character pairing) dan kemudian menyebarkannya secara online untuk menarik penonton menonton drama.

- Advertisement -

Xuanxuan menambahkan, sebagian besar aktor muda cukup kooperatif dan tidak keberatan dengan interaksi dekat, tetapi kehebohan yang dibuat oleh blogger atau influencer seringkali melebihi rencana awal. Dalam kondisi seperti ini, artis sulit menolak langsung, sehingga mereka menyesuaikan diri dengan interaksi yang diminta.

Setelah promosi “gaya pernikahan ramai-ramai” menimbulkan opini negatif, aktivitas semacam ini mulai dikurangi. Menurut Xuanxuan, promosi offline sebaiknya lebih kreatif dan menghindari kesan murahan.

Penelusuran Red Star News menunjukkan bahwa drama yang mengandalkan strategi CP sulit dikatakan sukses, baik dari jumlah penonton maupun reputasi. Berdasarkan skor Douban, sebagian besar hanya cukup atau pas-pasan: When Destiny Brings The Demon 5,5; Youthful Glory (韶华若锦) 5,6; Deep Affection Eyes 5,7; dan Feud (临江仙) 6.

Lin, seorang profesional yang pernah terlibat dalam promosi drama, menuturkan bahwa membangkitkan CP memang strategi yang efisien dari sisi biaya. Selain kegiatan offline, mereka menambahkan cuplikan manis, live streaming bersama, dan lain-lain. Baik pihak produksi maupun aktor memahami “aturan main” ini sehingga tercipta alur kerja lengkap.

Di sisi produksi, menciptakan CP lebih mudah dibanding menghasilkan konten berkualitas. Adegan ciuman atau interaksi cukup diberi “poin menarik”, sementara penggemar CP yang membangun kehebohan. “Masalah muncul ketika hal ini menjadi rutinitas; penonton mulai jenuh,” jelas Lin.

Xuanxuan menambahkan, awalnya CP membawa sensasi baru, tetapi kini menjadi pola yang repetitif. “Saat satu cara populer langsung diikuti, penonton akhirnya bosan.”

- Advertisement -

Dalam kegiatan offline Moonlit Reunion (Ziye Gui / 子夜归), interaksi karakter utama memang ada, tetapi perencana drama Tan Fei menegaskan: “CP hanya berarti jika dramanya bagus. Apa gunanya ada CP di acara jika dramanya buruk? Penonton tidak akan menghubungkannya.” Menurut Tan, kualitas drama tetap menjadi faktor utama; strategi promosi tidak bisa menggantikan konten yang lemah.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments