LayarHijau.com – Drama fantasi Sword and Beloved (天地剑心) yang dibintangi Cheng Yi, Li Yitong, dan Guo Junchen tengah menjadi sorotan publik. Dalam wawancara bersama Sohu Entertainment, Li Yitong berbagi kisah lucu dan berkesan selama proses syuting, mulai dari gaya humor rekan-rekannya hingga momen paling emosional di balik layar.
Dalam drama ini, Cheng Yi memerankan Wang Quan Fu Gui, seorang bangsawan muda yang dibesarkan untuk menjadi pembasmi makhluk roh, namun perlahan mulai memahami bahwa dunia tidak selalu hitam dan putih. Li Yitong berperan sebagai Qing Tong, seorang siluman laba-laba yang awalnya menyusup ke dunia manusia, tapi kemudian jatuh cinta pada Fu Gui dan mulai merasakan sisi kemanusiaannya. Sementara itu, Guo Junchen memerankan Quan Ru Mu, sahabat sekaligus rival Fu Gui yang ceria dan penuh energi, menjadi penghibur alami di antara ketegangan cerita.
Ketika ditanya siapa yang paling lucu di lokasi syuting, Li Yitong tidak bisa memilih satu. “Menurutku Cheng Yi dan Guo Junchen sama-sama juara. Cheng Yi itu tipe yang serius tapi lucu tanpa sadar. Kadang aku sendiri tidak menangkap maksudnya, tapi semua orang di sekeliling malah tertawa. Kalau Guo Junchen beda, dia tipe yang bisa ngomong panjang lebar, lalu tiba-tiba saja membuat semua orang tertawa pada saat yang tepat,” ujarnya sambil tertawa.
Li Yitong menambahkan bahwa Cheng Yi punya gaya humor yang datang dari kepribadian aslinya yang tenang dan fokus. “Dia bisa sedang latihan pedang lalu tiba-tiba melontarkan kalimat yang sama sekali di luar konteks, dan itu justru membuat semua orang tertawa,” katanya.
Selain cerita lucu, Li Yitong juga mengungkap adegan paling berkesan baginya, yakni momen tragis ketika Wang Quan Fu Gui dipenuhi seribu panah. “Hari itu dingin sekali. Kami semua hanya memakai kostum dari kain tipis. Panahnya sendiri dibuat lewat efek visual, tapi posisi tubuh Cheng Yi saat menahan beban tubuhku benar-benar harus pas supaya efeknya terlihat realistis. Jadi saat aku tersentuh oleh gerakannya, sebenarnya aku juga menahan tawa karena situasinya absurd tapi penuh emosi,” kenangnya.
Ia juga menceritakan satu adegan tak terlupakan ketika karakter mereka berjalan di pasar malam dan penampil jalanan sedang memainkan atraksi tiupan api. “Api itu sempat mengenai arahku. Cheng Yi refleks langsung menahan dengan tangannya, benar-benar spontan dan melindungi. Itu bukan bagian dari naskah, tapi malah membuat adegannya terasa lebih nyata,” ujar sang aktris.
Li Yitong juga bercerita tentang rasa penasarannya melihat bentuk wujud laba-laba dari karakternya, Qing Tong. “Aku terus mengejar sutradara dan kru untuk melihat hasilnya. Saat akhirnya lihat, aku merasa bentuk itu imut sekali,” katanya sambil tersenyum. Ia menanggapi komentar netizen yang mengatakan, “Bahkan belum berbentuk manusia saja sudah bikin jatuh hati,” dengan pandangan bijak. “Aku rasa itu karena karakternya tulus. Qing Tong dan Wang Quan Fu Gui punya hati yang sama-sama jujur. Ketulusan itu yang membuat penonton tersentuh,” jelasnya.
Soal panggilan akrab di lokasi syuting, Li Yitong mengungkap bahwa mereka saling memanggil dengan sebutan manja. “Aku memanggilnya Qi Qi, dia memanggilku Tong Tong. Aku tahu nama aslinya Fu Shiqi, dan dia tahu aku sebenarnya bernama Li Xue. Kadang kami juga saling menyebut ‘guru Li’ atau ‘guru Cheng’ hanya untuk bercanda,” ujarnya.
Di luar pekerjaan, Li Yitong juga berbagi kisah tentang anjing peliharannya, Rou Rou, yang setia menemaninya di lokasi syuting. “Rou Rou punya banyak teman di Hengdian. Ia bahkan pernah ‘bersumpah persaudaraan jarak jauh’ dengan anjing milik Tan Jian Ci. Waktu masih kecil, Tan Jian Ci sering membawakannya camilan. Lucunya, Rou Rou juga pernah main bersama anjing milik Chang Huashen saat kami syuting drama modern,” katanya.
Menurut Li Yitong, setiap orang yang bertemu Rou Rou bereaksi sama. “Semuanya bilang ‘terlalu lucu!’ dan akhirnya memeluknya,” ujarnya sambil tertawa.
Lewat kisah-kisah ringan itu, Li Yitong menampilkan sisi dirinya yang hangat, jenaka, dan profesional. Dari tawa di balik kamera hingga adegan menguras air mata, pengalaman syuting Sword and Beloved tampaknya meninggalkan kesan mendalam bagi sang aktris.









