Tim Drama Love’s Ambition Tanggapi Kritikan Jualan Merchandise di Pesta Perayaan Kesuksesan

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Drama Love’s Ambition (许我耀眼) yang dibintangi Zhao Lusi dan William Chan sukses besar meski tayang tanpa promosi. Serial ini menjadi fenomena tak terduga dan bahkan membantu Zhao Lusi bangkit dari situasi kontrak yang sempat rumit. Baru-baru ini, tim produksi menggelar pesta perayaan di Chengdu untuk menandai pencapaian luar biasa: lebih dari 2 miliar kali tonton.

Acara tersebut menjadi sorotan karena interaksi akrab antara Zhao Lusi dan William Chan di panggung. Keduanya kembali membawakan adegan ikonik dari drama, yaitu momen “Yanyan, angkat telepon!”—dengan gaya khas William Chan yang memadukan logat Kanton dan Mandarin hingga membuat penonton di lokasi maupun daring tertawa. Banyak penggemar menulis di kolom komentar bahwa mereka tak pernah bosan melihat chemistry keduanya, bahkan berharap pasangan ini bisa dipasangkan lagi dalam proyek berikutnya.

Namun, suasana gembira perayaan itu mendadak berubah ketika siaran langsung resmi acara tersebut ternyata juga digunakan untuk menjual merchandise drama. Tim produksi membuka sesi penjualan berbagai produk, mulai dari kaus kaki rajut seharga 34,9 yuan (sekitar Rp78.000) hingga boneka kapas edisi khusus dengan harga antara 209–378 yuan (sekitar Rp465.000–Rp840.000). Banyak warganet di Weibo menilai langkah itu berlebihan, menuding tim produksi “terlalu komersial” dan “mengubah pesta syukur menjadi ajang jualan.”

- Advertisement -

Sebagian netizen juga mengeluhkan harga produk yang dinilai tidak sebanding dengan kualitasnya. Komentar seperti “bahkan acara perayaan pun dijadikan kesempatan cari untung” dan “kualitasnya biasa saja tapi harganya mahal” banyak bermunculan di kolom diskusi.

Menanggapi kritik tersebut, pihak produksi Love’s Ambition memberikan klarifikasi bahwa pesta perayaan dan sesi live streaming adalah dua kegiatan yang berbeda, hanya saja digelar di hari yang sama karena keterbatasan waktu dan tempat. Mereka menambahkan, “Zhao Lusi dan William Chan kebetulan melewati ruang siaran setelah acara selesai dan memutuskan untuk mampir secara spontan. Semua interaksi dan adegan yang ditampilkan adalah bentuk rasa terima kasih kepada para penggemar yang telah mendukung drama ini.”

Meski demikian, sebagian pengguna internet tetap skeptis. Beberapa potongan video menunjukkan William Chan sempat memegang produk kaus kaki sambil menunjukkan ke kamera, sementara Zhao Lusi menyebut bahwa stok boneka “hampir habis.” Kedua momen itu dianggap sebagai bentuk promosi terselubung yang memperkuat kesan bahwa sesi tersebut memang direncanakan sebagai bagian dari strategi penjualan.

- Advertisement -
Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments