Sejumlah Investor Mundur dari Galaksi Galaxy Cool Entertainment Usai Ramai Isu Kontrak Zhao Lusi

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Polemik kontrak antara Zhao Lusi dan agensinya, Galaxy Cool Entertainment (天津银河酷娱文化传媒有限公司), tampaknya mulai berdampak pada struktur internal perusahaan. Data Tianyancha per 14 November mencatat adanya gelombang keluarnya beberapa perusahaan dan lembaga investasi dari jajaran pemegang saham, bersamaan dengan perubahan pada sejumlah posisi utama.

Menurut data tersebut, Shanghai Yunfeng Xincheng Investment Center (Limited Partnership) dan Beijing Chuangshi Xinhe Technology Co., Ltd. resmi mundur dari daftar pemegang saham. Keduanya sebelumnya memegang porsi masing-masing 12,2727% dengan komitmen modal di atas 4,61 juta yuan. Tiga entitas investasi asal Gongqingcheng—Mingguan Yangliu, Mingguan Palm, dan Mingguan Songbai—juga menarik diri dengan porsi kepemilikan kecil antara 0,7–1,7%.

Tianyancha mencatat, perusahaan yang berdiri pada 2015 itu kini hanya memiliki tiga pemegang saham tersisa, meski persentase kepemilikannya tidak diungkap. Perusahaan tetap dipimpin oleh Wu Xiaozhen sebagai perwakilan hukum. Sementara itu, salah satu pemegang saham yang masih bertahan, Beijing Dayu Happy Culture Media Co., Ltd., merupakan perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh Orca Cultural Entertainment—yang sebelumnya merupakan bagian dari Alibaba Cultural Entertainment.

- Advertisement -

Investor yang mundur, Yunfeng Fund, juga dikenal memiliki hubungan dekat dengan perusahaan-perusahaan yang berada dalam lingkaran “Alibaba Group”.

Dampak dari Isu Kontrak Zhao Lusi

Gelombang perubahan ini muncul setelah nama Zhao Lusi kembali menjadi pembicaraan pada 2 Agustus, ketika sang aktris mengunggah pernyataan terbuka di Weibo terkait perselisihan kontraknya dengan Galaxy Cool Entertainment. Dalam unggahan itu, Zhao Lusi menyebut bahwa kontrak perpanjangan yang ia tanda tangani dua tahun sebelumnya masih tersisa empat tahun lagi. Ia menjelaskan bahwa karena sakit, ia membatalkan sejumlah pekerjaan dan endorsement untuk mengurangi beban kerja. Saat itu perusahaan berjanji akan menanggung kerugian yang timbul, namun menurut keterangan Zhao Lusi, justru ia yang akhirnya harus menutupi ganti rugi tersebut.

Ia juga mengungkap bahwa pihak perusahaan menarik 2,05 juta yuan dari rekening studionya tanpa persetujuan, serta menekan staf keuangan untuk menandatangani dokumen pembagian pendapatan. Zhao Lusi menyampaikan kekhawatiran bahwa ia bisa diminta menanggung lebih banyak kompensasi, dan menyoroti bahwa perusahaan menolak mengembalikan kendali operasional studionya—sesuatu yang menyebabkan banyak staf meninggalkan timnya.

- Advertisement -

Pada 3 Agustus, Galaxy Cool Entertainment menerbitkan pernyataan resmi. Mereka menyebut “terkejut” atas pernyataan Zhao Lusi dan menegaskan bahwa selama ini pihak perusahaan telah berkomunikasi secara positif, menjalankan kewajiban sebagai agensi, serta tidak pernah melakukan pelanggaran hukum maupun kontrak.

Perusahaan juga menyebut telah menanggung tekanan besar dan berupaya meminimalkan dampak negatif dari polemik tersebut, seraya meminta Zhao Lusi untuk tidak merilis unggahan yang dapat menimbulkan kesalahpahaman publik mengenai fakta yang ada.

Isu tersebut kemudian berkembang menjadi perdebatan luas di media sosial dan menjadi salah satu topik paling banyak diperbincangkan di kalangan penggemar maupun pelaku industri.

Latar Belakang: Rencana Akuisisi Alibaba yang Gagal (Terjadi Sebelum Konflik Zhao Lusi)

Galaxy Cool Entertainment sebelumnya dikenal lewat produksi variety show populer Mars Intelligence Agency (火星情报局) yang dipandu oleh Wang Han, dengan musim perdana yang mencatat 900 juta views dan mendapat dukungan investasi dari Youku serta beberapa perusahaan yang terkait dengan Alibaba.

Pada 2020—jauh sebelum munculnya polemik dengan Zhao Lusi—Alibaba Pictures sempat berencana mengakuisisi 60% saham Galaxy Cool Entertainment dengan nilai 400 juta yuan. Namun rencana itu berakhir gagal setelah pihak Galaxy Cool memilih menjalankan strategi “pengembangan independen”. Pada Oktober 2020, kedua pihak secara resmi membatalkan perjanjian akuisisi dan seluruh dokumen terkait.

Kini, setelah munculnya konflik kontrak Zhao Lusi dan hengkangnya beberapa investor besar, masa depan Galaxy Cool Entertainment kembali menjadi perhatian publik dan pelaku industri hiburan di Tiongkok.

- Advertisement -
Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments