LayarHijau.com – Tiga hari setelah sebuah proyek drama pendek selesai syuting, sutradaranya, Gao Jun (43), ditemukan tergeletak di kamar mandi rumahnya.
Peristiwa itu terjadi pada 20 Oktober pukul 16.40, ketika istrinya, Wang Fei, menemukan Gao Jun dalam keadaan tidak sadarkan diri dan segera membawanya ke rumah sakit. Pada pukul 18.21, dokter menyatakan Gao Jun meninggal akibat serangan jantung. Beberapa hari kemudian, setelah mengurus pemakaman, Wang Fei menelusuri ponsel sang suami dan mulai memahami kondisi kerja yang ia jalani pada hari-hari terakhir.
Menurut Wang Fei, selama dua tahun terakhir suaminya jarang membicarakan pekerjaannya kepada keluarga. Gao Jun sebelumnya adalah sutradara iklan dan dokumenter. Setelah sempat menganggur, ia mulai mempertimbangkan untuk beralih ke industri drama pendek pada Mei tahun ini, dan sejak Agustus sudah beberapa kali terlibat dalam sejumlah proyek.
Proyek terakhirnya berlangsung di Zhengzhou dari 14 Oktober hingga dini hari 18 Oktober. Gao Jun bekerja sebagai eksekutif sutradara, bertanggung jawab atas koordinasi lapangan dan pengaturan antar-departemen. Dari catatan grup kerja, jadwal harian dimulai sekitar pukul 7 pagi, dan setelah lewat tengah malam pesan-pesan baru—seperti konsumsi malam, barang hilang, hingga pengaturan kendaraan untuk hari berikutnya—masih terus masuk. Dari pola itu, Wang Fei menduga jam kerja kru mencapai lebih dari 17 jam per hari.
Ia meyakini bahwa beban kerja brutal selama beberapa hari terakhir menjadi faktor yang berkontribusi pada kematian suaminya. Ia juga menyoroti bahwa banyak kru drama pendek dibentuk secara sementara dan tidak dilengkapi kontrak kerja maupun rincian upah, sehingga ketika terjadi insiden, proses penentuan tanggung jawab serta perlindungan hak menjadi sangat sulit.
Drama pendek yang dikerjakan Gao Jun merupakan proyek luar negeri, dengan grup kerja bernama “Bahasa Portugis Brasil — Mulai Syuting 14 Oktober”. Grup tersebut beranggotakan 35 orang. Proyek diproduksi oleh Henan Huabeike Culture Media Co., Ltd., dengan Liu Aiguo sebagai sutradara utama sekaligus satu-satunya pemegang saham.
Liu Aiguo menyebut Gao Jun sebagai sosok yang teliti dan sangat bertanggung jawab. Dalam riwayat percakapan, Gao Jun beberapa kali menegaskan kesiapannya bekerja kapan saja, menuliskan pesan seperti “libur Nasional tetap siaga menunggu instruksi”, “kalau perlu apa pun tinggal bilang”, hingga “siap menerima tugas kapan saja”.
Pada 20 Oktober, beberapa jam sebelum insiden, Gao Jun sempat mengeluhkan kurang tidur kepada Liu Aiguo dan menyebut dirinya mengalami sensasi seperti “kehilangan fokus di lokasi—sesuatu yang belum pernah ia alami sebelumnya”. Wang Fei juga mengatakan suaminya sempat mengeluh sakit kaki sepulang syuting. Data langkah di ponselnya menunjukkan bahwa selama masa produksi, ia berjalan lebih dari 12 ribu langkah setiap hari.
Setelah kejadian, keluarga Gao Jun beberapa kali berdiskusi dengan Liu Aiguo. Untuk pembayaran upah proyek, kedua pihak mencapai kesepakatan: honor 5 hari kerja masing-masing 1.000 yuan (sekitar Rp2,2 juta per hari), ditambah biaya transportasi. Total yang diterima keluarga adalah 6.000 yuan atau sekitar Rp13,2 juta.
Namun, untuk santunan, Liu Aiguo menawarkan 10.000 yuan (sekitar Rp22 juta), sementara keluarga meminta jumlah yang lebih besar. Hingga kini, kedua pihak belum mencapai titik temu dan negosiasi masih buntu.










