PUBG Mobile Dikeluhkan Mulai Sepi Pemain, Situs Analitik Ini Tampilkan Data Berbeda

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
- Advertisement -

LayarHijau.com–Dalam beberapa bulan terakhir, keluhan mengenai PUBG Mobile yang disebut “mulai sepi pemain” semakin sering muncul di media sosial, forum komunitas, hingga server Discord publik. Banyak pemain lama merasa pemasangan di lobi makin lama, pertandingan terasa makin banyak bot, dan mode-mode tertentu yang dulu sangat ramai kini sulit menemukan pertandingan. Wacana ini akhirnya berkembang menjadi keyakinan umum: PUBG Mobile sudah tidak seramai dulu.

Namun ketika klaim itu diuji dengan data global, gambarnya justru berbeda.

Untuk melihat keadaan sebenarnya, salah satu acuan yang sering dipakai komunitas analis mobile gaming adalah Udonis, situs analitik yang mengolah data dari tren App Store, Play Store, perilaku pengguna, unduhan, pendapatan, hingga estimasi aktivitas pemain. Udonis bukan lembaga resmi Tencent, tetapi reputasinya cukup baik karena menggabungkan data dari berbagai platform komersial yang biasa dipakai pemasar aplikasi besar. Dengan kata lain, data Udonis bukan absolut, tetapi cukup kredibel untuk menggambarkan pergerakan pasar global.

- Advertisement -

Melihat Data Penurunan dari Puncak Emas Historis

Jika ditarik dari awal, PUBG Mobile—yang rilis pada 19 Maret 2018—memulai debutnya sebagai fenomena besar. Game ini memasuki masa kejayaan pada rentang 2020–2022. Data dari lembaga riset seperti Business of Apps mengkonfirmasi bahwa pendapatan tahunan globalnya (di luar versi Tiongkok, Game for Peace) mencapai puncaknya hingga $2,492 miliar pada tahun 2020, setara Rp42,3 triliun per tahun.

Namun, data analitik global dari berbagai sumber mengkonfirmasi bahwa game ini memang mengalami penurunan signifikan dari puncak historis tersebut. Setelah 2020, pendapatan tahunan konsisten turun hingga berada di kisaran $1,18 miliar di tahun 2024, yang berarti hampir 50 % dari puncak emasnya. Lembaga Sensor Tower bahkan mencatat bahwa penurunan di PUBG Mobile adalah bagian dari tren yang lebih luas, di mana kategori mobile shooter secara global mengalami penurunan belanja pemain hingga 14 % Year-over-Year (YoY). Penurunan pendapatan historis inilah yang secara tidak langsung membenarkan rasa sepi yang dialami pemain veteran, terutama bagi yang membandingkan kondisi kini dengan masa nostalgia pandemi.

Data 2025: Stabilitas dan Titik Terendah 18 Bulan

Lalu bagaimana kondisinya di 2025? Analisis Udonis yang didata hingga Juni 2025 memperlihatkan pergerakan yang sangat spesifik dalam 18 bulan terakhir.

- Advertisement -

Data Pemain Aktif Bulanan (MAU) PUBG Mobile mencapai puncaknya pada Februari 2024 dengan 125.327.201 pengguna. Angka ini adalah MAU tertinggi dalam rentang waktu yang terekam. Setahun kemudian, angka MAU terus menurun secara bertahap hingga mencapai 112.913.197 pada Juni 2025. Penurunan ini menempatkan Juni 2025 sebagai titik terendah dalam periode 18 bulan.

Hal serupa terjadi pada Pemain Aktif Harian (DAU). Puncak DAU terjadi pada Februari 2024 dengan 26.895.878 pengguna, dan terus menurun hingga mencapai 24.349.961 pada Juni 2025, juga merupakan titik terendah 18 bulan.

Jika dihitung, penurunan MAU dari puncak 2024 ke terendah 2025 adalah sekitar 10%. Penurunan sekitar itu sebenarnya wajar terjadi pada game yang berusia lebih dari tujuh tahun.

Pendapatan: Triliunan dan Rebound

Menariknya, walaupun angka pemain menunjukkan penurunan ringan yang konsisten, pendapatan PUBG Mobile justru menunjukkan ketahanan finansial yang luar biasa. Sepanjang paruh pertama 2025, pendapatan bulanan globalnya rata-rata berada di kisaran $110 juta hingga $139 juta. Puncaknya terjadi pada Maret 2025 dengan pendapatan $135.551.118.

Jika dikonversi dengan kurs Rp17.000, pendapatan bulan Maret 2025 itu setara Rp2,3 triliun. Angka ini tidak hanya membantah narasi “sepi pemain,” tetapi juga menunjukkan bahwa game ini sedang mengalami rebound yang kuat setelah sempat mencatatkan pendapatan bulanan yang lebih rendah di semester kedua 2024. Bahkan, laporan keuangan dari Krafton (induk PUBG) di pertengahan 2024 mengonfirmasi adanya pertumbuhan pengguna aktif bulanan (MAU) hingga 30% Year-over-Year dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan keberhasilan mereka menstabilkan dan menarik kembali pemain.

Unduhan baru pun masih stabil tinggi. Data Udonis mencatat, pada Juni 2025, PUBG Mobile masih diunduh sebanyak 9.021.267 kali secara global, membuktikan aliran pemain baru yang masif tetap masuk ke ekosistem game ini.

- Advertisement -

Gap Persepsi: Lokal vs. Global

Lalu, dari mana muncul gap atau kesenjangan besar antara keluhan pemain dengan data global?

Pertama, keluhan terutama datang dari server tertentu, bukan dari global. Banyak laporan berasal dari wilayah server yang populasinya terdampak larangan (ban). Kedua, keluhan sering datang dari pemain veteran yang membandingkan kondisi 2019–2021—ketika komunitas lokal padat dan sistem rank masih sederhana—dengan keadaan 2025. Rasa “ramai” versi nostalgia tidak sama dengan data global saat ini.

Ketiga, matchmaking kini memisahkan pemain berdasarkan level, rank, hingga perilaku. Kombinasi filter ini bisa membuat lobi terasa lebih kosong di jam tertentu, terutama bagi pemain yang jarang bermain atau berada di rank tinggi.

Dengan demikian, tudingan bahwa PUBG Mobile “sepi pemain” memang valid jika dilihat dari perspektif komunitas lokal yang merasakan langsung penurunan dari puncak historisnya. Tetapi saat dilihat secara global, data menunjukkan penurunan ringan yang wajar untuk game berusia tujuh tahun, diikuti dengan stabilitas finansial triliunan Rupiah dan puluhan juta pemain aktif. Gap antara persepsi dan data terjadi karena pengalaman harian pemain di region tertentu tidak selalu sejalan dengan kondisi global yang jauh lebih besar.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments