Viral! Cerita Aktor Zheng Kai Dipasangkan dengan Aktris 68 Tahun dalam Drama Pendek China

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Cerita yang diungkap oleh aktor tampan Zheng Kai dalam sebuah siaran langsung baru-baru ini menjadi viral. Pria berusia 38 tahun itu mengisahkan pengalamannya syuting drama pendek. Rupanya dia memperoleh tawaran membintangi drama pendek dengan genre cinta beda usia (jie di lian), yang biasanya menggambarkan hubungan wanita yang lebih tua dengan pria yang lebih muda.

Zheng Kai bercerita bahwa ia berasumsi akan beradu akting dengan aktris cantik yang lebih tua—mungkin dalam cerita model “CEO wanita dominan yang berkencan dengan pria muda.” Namun, begitu kamera mulai bergulir, barulah ia tahu lawan main romantisnya yang berperan sebagai “kakak” adalah seorang aktris senior yang berusia 68 tahun.

Pengalaman syok ini membuatnya berkomentar langsung kepada sutradara:

- Advertisement -

“Bukankah ‘wanita yang lebih tua’ ini sedikit terlalu tua, Sutradara?”

Perbedaan usia 30 tahun (38 vs 68) ini sontak memicu diskusi panas dan memperlihatkan realitas yang ganjil di balik industri drama pendek Tiongkok. Insiden tersebut mendadak menguasai trending topic pada 25 November, dengan pembacaan topik yang menembus lebih dari satu miliar dalam satu hari.

- Advertisement -

Perlu dicatat bahwa Zheng Kai di sini bukan Zheng Kai yang dikenal sebagai “Si Cheetah Kecil” dalam variety show Keep Running. Meski nama mereka sama dalam lafal Mandarin, karakter aksara yang digunakan berbeda. Aktor Zheng Kai ini lahir pada 11 Maret 1986 di Hangzhou dan merupakan aktor lulusan Beijing Film Academy. Ia pernah tampil dalam banyak drama terkenal seperti Struggle, Scarlet Heart, dan Snow Eagle Lord, dan meraih penghargaan Best Newcomer di Shanghai College Student TV Festival pada 2012. Tidak ada yang menyangka kariernya kemudian berbelok ke dunia drama pendek, sebuah industri yang saat ini tumbuh pesat namun sekaligus sarat keganjilan.

Eksploitasi Liar Tema “Cinta Beda Usia” yang Tak Masuk Akal

Tema hubungan dengan jarak usia ekstrem bukan hal baru, dan penonton langsung teringat pada sejumlah contoh kontroversial di masa lalu, seperti “nenek-nenek berperan sebagai gadis belia” atau pria sepuh yang dipaksa tampil sebagai pahlawan tampan. Drama pendek kerap mengejar sensasi dengan alur yang dibuat bertubrukan dan aneh demi klik dan traffic, tanpa memperhatikan logika atau nilai yang ditanamkan.

Contoh Alur Cerita yang Sensasional:

  • Janda 50 tahun kabur bersama pemuda tampan
  • Menantu perempuan dikeroyok ibu mertua
  • Pengantin pria kabur dari pelaminan demi cinta terlarang

Pada saat anggaran dipusatkan untuk bayar “nama yang bisa jual jumlah tonton”, proses produksi mepet hanya beberapa minggu, dan naskah hanya sebatas pemanis, jadilah adegan-adegan absurd seperti “wanita hamil naik sepeda kencang” atau “kelas sekolah tepuk tangan merayakan perceraian.” Tidak heran muncul cibiran:

Industri drama pendek kini lebih seperti panggung eksperimen sensasi ketimbang ruang berkarya para aktor.

Ketika Industri Mengulang Kesalahan Masa Lalu

Kasus yang menimpa Zheng Kai mengingatkan publik pada kejadian serupa lebih dari dua puluh tahun lalu, khususnya drama Xi Men Wu Hen tahun 1998.

- Advertisement -

Saat itu, aktor tampan Jiao Enjun—berusia 31 tahun—dipasangkan dengan Yang Junjun yang sudah berusia sekitar 40 tahun namun bersikeras memerankan gadis muda. Rupanya Yang Junjun juga berperan sebagai sutradara, penulis naskah, dan investor drama itu.

Yang Junjun

Drama tersebut tak hanya memaksakan adegan romantis, tetapi juga ada adegan ciuman dan mandi berdua. Penampilan dan karakter yang jomplang membuat penonton menjulukinya “Tante Ximen.” Jiao Enjun disebut tak bisa mundur karena terikat kontrak dan ancaman denda yang mencapai setara tiga kali bayaran satu proyek normatif.

Drama itu kemudian menjadi bahan lelucon panjang di internet, di mana meme “Silly girl~ / 傻丫头~” darinya masih berseliweran sampai kini. Melihat itu, publik pun mulai bersimpati pada aktor—mereka kadang benar-benar tidak punya pilihan.

Industri Perlu Menemukan Jalan Waras

Sebagian orang berpendapat bahwa jika dikemas dengan baik, kisah cinta beda generasi dapat memperlihatkan perspektif baru yang menyentuh. Namun, tema ini terlalu sering dipakai hanya sebagai pemancing rasa ingin tahu, tanpa empati pada realitas psikologis maupun sosial. Padahal, banyak kisah menyentuh yang bisa diangkat dari aktor senior, seperti:

  • Perjuangan lansia membangun usaha baru
  • Cinta tulus di masa senja
  • Konflik dan pemulihan hubungan antar generasi

Contoh terbaiknya terlihat dari film Hi, Mom, di mana emosi publik tersentuh bukan karena sensasi, melainkan kedalaman cerita dan karakter yang selaras dengan usia pemainnya.

Saat ini, publik masih bertanya-tanya mengenai identitas aktris senior 68 tahun dan judul drama pendek yang menyebabkan kegaduhan tersebut, karena detail-detail kunci ini sengaja tidak diungkapkan oleh sang aktor. Kurangnya informasi ini memunculkan spekulasi kuat di kalangan netizen, termasuk dugaan bahwa aktris tersebut mungkin ‘membawa modal masuk’ (‘带资进组’) untuk mendapatkan peran tersebut. Lebih lanjut, nasib Zheng Kai setelah syok di lokasi—apakah ia dipaksa menyelesaikan proyek di bawah ancaman denda seperti kisah Jiao Enjun, atau bagaimana respons resmi dari pihak produser—juga masih menjadi misteri, yang akan menjadi fokus utama pembaca yang mengikuti kelanjutan insiden ini.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments