LayarHijau.com – Han Yutong mengungkap bahwa ia sempat menghadapi masa sulit sebelum terjun ke dunia drama pendek. Tawaran berakting yang langka membuatnya nyaris berhenti berkarier, hingga akhirnya ia menerima naskah drama pendek dan memutuskan mencobanya. “Saat aku menganggur, aku menerima naskah drama pendek dan aku sangat menikmatinya. Setidaknya itu membuatku terlihat,” ungkapnya dalam wawancara terbaru.
Aktris muda ini, yang lahir di Shijiazhuang, Provinsi Hebei pada 11 Desember 1997, memiliki latar belakang pendidikan yang unik, yakni lulusan Tianjin Conservatory of Music, bukan dari sekolah akting. Sebelum mengalihkan fokusnya ke dunia peran, Han Yutong sempat aktif sebagai seorang beauty-vlogger (pembuat konten kecantikan/makeup) di media sosial, sebuah langkah awal yang memberinya keunggulan karena sudah membangun koneksi personal dengan audiens digital. Saat ini, profesinya adalah aktris dengan fokus utama pada web series dan drama pendek.
Han Yutong dikenal publik setelah tampil di sejumlah produksi web dan drama pendek seperti My Uncanny Destiny (2023), Surrender to Her (2025), serta Hide My Love in My Heart (2025). Meskipun belum mendapat banyak kesempatan sebagai pemeran utama dalam drama panjang, performanya di drama pendek berhasil menarik perhatian penonton digital dan membuka ruang lebih luas untuk kariernya. Ia termasuk aktor generasi baru yang mulai naik lewat format ini, bukan lewat jalur konvensional umumnya.
Fenomena drama pendek yang meledak di Tiongkok juga membuat peluang kerja meningkat drastis. Laporan industri menyebutkan bahwa pemeran dengan jam terbang Han Yutong bisa memulai dengan menerima upah 2.000–3.000 yuan per hari untuk peran penting tingkat menengah (sekitar Rp4,7 hingga Rp7,05 juta).
Namun, ketika Han Yutong naik menjadi bintang utama yang populer, terutama di judul-judul hit, penghasilan hariannya melonjak drastis. Berdasarkan data industri, aktor drama pendek sekelasnya bisa mengantongi minimal 22.000 yuan per hari (sekitar Rp 51,7 juta). Lebih menarik lagi, ketika ia dipasangkan dalam proyek Couple Pairing (CP), seperti dengan Zeng Hui, paket gajinya bisa mencapai 60.000 yuan per hari (sekitar Rp 141 juta), belum termasuk bagi hasil yang bisa mencapai 5%-8% dari total pendapatan drama. Potensi pendapatan ini mendorong estimasi penghasilan tahunan mereka mencapai antara 10 juta hingga 15 juta yuan (sekitar Rp23,5 hingga Rp35,25 miliar). Dengan jadwal produksi cepat—sering kali hanya 5–10 hari syuting—aktor dapat mengumpulkan pendapatan yang stabil dan masif dari berbagai judul dalam satu tahun.
Format singkat ini bukan hanya memberi Han Yutong penghasilan, tetapi juga kontinuitas karier dan eksposur di pasar digital yang mustahil ia dapatkan jika hanya menunggu proyek konvensional. Ia menganggap langkah yang ia tempuh melalui drama pendek adalah satu-satunya cara untuk bertahan dan membuktikan kemampuan aktingnya di tengah persaingan ketat, dan mencapai puncak kesuksesan finansial dalam ranah drama pendek.










