LayarHijau.com–Pada hari ini, 3 Desember 2025, studio Lu Yuxiao dan seorang administrator/pengelola (admin) fan site menjadi bahan pembicaraan panas di Weibo. Kontroversi ini bermula saat salah seorang pengelola fan site, Weixian Shijie (Dangerous World/ 危险世界) menuduh jika studio Lu Yuxiao secara pribadi menjalin kontak dengan admin fan site lain, Wuren Ji Ni (Nobody Can Compare to You/无人及你).
Pihak studio kemudian dituduh memberikan akses khusus. Contoh akses khusus ini adalah Wuren Ji Ni memperoleh informasi jadwal yang tidak diketahui masyarakat umum. Dia juga dikatakan ikut naik ke mobil yang sama dengan Lu Yuxiao, mengajak teman-temannya untuk ikut memotret sang aktris, menjual dan mengambil keuntungan pribadi dari foto-foto resmi melalui sistem lotere. Tidak hanya itu, Weixian Shijie menuding Wuren Ji Ni memortret para aktor yang menjadi lawan main Lu Yuxiao dalam beberapa drama dan menjual hasil fotonya.

Biasanya para pengelola fan site yang lain baru bisa tahu jadwal dan lokasi syuting lewat pertemuan tidak sengaja di tempat umum. Weixian Shijie memberikan contoh soal tuduhannya. Dalam sesi pemotretan di Xiamen pada 30 November, Wuren Ji Ni dan temannya sudah tiba lebih dulu di lokasi. Sedangkan para pengelola fan site lain baru datang belakangan, bahkan ada yang baru tahu ada sesi pemotretan Lu Yuxiao di lokasi itu saat kegiatan sudah selesai.
Dia mengeluhkan jika hal yang sama terjadi sebelumnya beberapa kali. Jadi Weixian Shijie menuntut penjelasan pihak studio karena dia merasa ada perbedaan kasta bukan hanya di antara para penggemar sang aktris tapi juga diantara para pengelola fan site. “Seolah tidak semua penggemar punya hak yang sama untuk mendukung artis,” tulisnya di Weibo.
Weixian Shijie kemudian lebih jauh membahas soal bagaimana Wuren Ji Ni diduga meraih keuntungan komersial dari akses khususnya. Dia dituding memesan lokasi untuk acara yang dihadiri oleh Lu Yuxiao dengan diskon khusus 50 persen. Lokasi ini dikatakan hanya bisa diakses olehnya. Setelah itu dia menjual akses ini ke penggemar dengan sistem lotere dengan harga normal. Hal ini membuatnya meraih keuntungan hingga 30 ribu yuan (Rp70,6 juta) untuk satu acara. Laba yang diperolehnya dikatakan mencapai 33 persen dari uang yang dia keluarkan.
Keuntungan yang didapat dari penjualan photobook (album foto) Lu Yuxiao diduga digunakan untuk berinvestasi pada kedai kopi pribadinya. Ia bahkan pernah menyebut bahwa sebagai imbalan, ia “tidak akan menghina Lu Yuxiao” selama tiga bulan.
“Wuren Ji Ni” juga disebut berkali-kali dibawa oleh staf masuk ke lokasi syuting drama “Love in the Clouds”. Rupanya menurut Weixian Shijie, dia juga pernah dibawa ke lokasi syuting drama-drama lain yang dibintangi Lu Yuxiao.
Keberadaan sang pengelola situs penggemar itu dikatakan memicu penolakan keras dari para aktor yang menjadi lawan main Lu Yuxiao. Aktor Wang Xingyue dikabarkan pernah melaporkan tindakannya ke tim produksi, sementara Wang Ziqi dengan tegas menyatakan akan menolak syuting jika ia tetap hadir. Namun, studio disebut tidak mengambil tindakan untuk menghentikan hal tersebut.
Ia juga dituduh memanfaatkan kedekatan dengan tim untuk memotret dan menjual foto para aktor seprojek, seperti Hou Minghao dan Wang Ziqi, yang belum dirilis secara resmi. Hal itu diduga melanggar hak potret (right of publicity) para aktor.
Weixian Shijie kemudian menegaskan bahwa apa yang mereka alami adalah diskriminasi yang sistematis dalam fandom. “Apakah kami bahkan tidak berhak mendapat sedikit pun cahaya dari sang bintang?” Dia mempertanyakan apakah studio telah menyetujui praktek-praktek seperti ini. Para penggemar pun menyerukan pergantian tim manajemen: “Pihak lawan memanfaatkan isu ini untuk menyerang Lu Yuxiao — kelalaian studio justru merugikan artisnya sendiri.”
Kasus ini dianggap menguak praktik terselubung dalam industri hiburan, yaitu bagaimana tim artis memanfaatkan “fans yang memiliki posisi dalam sistem” untuk mengendalikan ekonomi fandom dan menjual konten rahasia produksi, sehingga memperkuat kelas-kelas istimewa dalam kalangan penggemar.
Hingga 3 Desember 2025, studio Lu Yuxiao belum memberikan respons resmi. Mereka sebelumnya hanya pernah menyatakan menentang fanatisme tidak rasional, namun tidak menyinggung kontroversi yang sedang berlangsung ini.
Pernyataan Wuren Ji Ni
Sementara itu, Wuren Ji Ni kemudian merilis pernyataan untuk membantah seluruh tuduhan ini. Ia menegaskan bahwa setiap informasi jadwal yang ia peroleh berasal dari sumber publik, bukan dari jalur pribadi dengan studio. Sebagai bukti, ia menyatakan telah menyerahkan data transaksi dan komunikasi terkait aktivitas dukungan kepada pengurus fan club resmi.
Menanggapi tuduhan mencari keuntungan pribadi dari penjualan foto, ia membeberkan bukti alur dana berupa catatan transfer untuk menunjukkan bahwa hasil dari sistem lotere telah digunakan keperluan dukungan fandom, termasuk kegiatan amal dan proyek dukungan lainnya. Ia juga menambahkan bahwa biaya yang dikeluarkan selama ini jauh lebih besar dibanding pemasukan apa pun yang diterima.
Terkait konflik antar penggemar, “Wuren Ji Ni” menyebut dirinya tidak pernah menghalangi interaksi penggemar lain dengan sang artis. Sebaliknya, ia mengaku sempat menjadi korban pengambilan foto diam-diam di bandara yang kemudian dipelintir menjadi narasi negatif.
Sementara soal kontroversi edit foto, ia menyatakan tidak mengetahui adanya manipulasi dan telah melampirkan riwayat obrolan dengan pihak terkait untuk menjernihkan kesalahpahaman tersebut.
Ambil Jalur Hukum
Di akhir pernyataan, “Wuren Ji Ni” mengungkap bahwa ia telah melakukan proses pengumpulan bukti serta menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap menyebarkan fitnah.










