Insiden Kesalahan Umumkan Pemenang iQiyi Scream Night 2025, Penanganan iQiyi Dikritik Analis

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Insiden kesalahan teknis dalam pengumuman penghargaan di acara iQiyi Scream Night 2025 memicu kemarahan pengguna platform streaming itu dan menjadi sorotan analis. Seorang analis menilai langkah iQiyi ini sebagai kegagalan PR (Public Relations).

Kesalahan terjadi saat pengumuman pemenang kategori karakter wanita terpopuler. Seharusnya, tiga pemenang adalah Li Qin untuk drama Fated Hearts, Yang Mi untuk This Thriving Land, dan Liu Shishi untuk Love Pavilion. Namun, saat pengumuman, nama Liu Shishi diganti dengan Bai Lu untuk drama Feud.

Penggemar Bayar untuk Voting

Penggemar Liu Shishi protes karena merasa dibohongi. Untuk memberikan suara bagi idolanya, mereka harus membayar, termasuk membeli kartu langganan karakter seharga 12 Yuan (sekitar Rp 26.400, dengan asumsi 1 Yuan = Rp 2.200) yang memberi 10 suara dan hak mengirim hadiah virtual.

- Advertisement -

Penggemar ini menginvestasikan waktu dan uang karena tiga pemenang teratas dijanjikan hak istimewa berupa pengumuman lisan atau promosi on-screen (投屏). Hilangnya posisi Liu Shishi berarti janji tersebut ikut “lenyap”.

Permintaan Maaf Tengah Malam Dinilai Tak Tulus

Setelah insiden, iQiyi merilis permintaan maaf melalui akun resmi media sosial pada dini hari, menyatakan kesalahan akibat “kelalaian kerja”. iQiyi menegaskan informasi yang benar adalah yang diumumkan 21 November, mencantumkan nama Liu Shishi.

Namun, permintaan maaf di jam sepi ini memicu kritik lebih lanjut. Penggemar menilai iQiyi mencoba “meredam” masalah” dan menilai permintaan maaf itu “terlalu ringan”.

- Advertisement -

Kompensasi dan Respon Perusahaan Tidak Jelas

Yang membuat pengguna semakin marah adalah tidak adanya solusi atau kompensasi baru untuk promosi Liu Shishi yang hilang. Tuntutan utama adalah “iQiyi Kembalikan Uang ” atau menunaikan janji promosi yang telah dibayar.

Media di China yang meminta komentar iQiyi tidak mendapat tanggapan resmi. Layanan pelanggan hanya menjawab masalah tersebut “sudah dicatat secara rinci dan akan diteruskan ke tim terkait”, respons standar yang dinilai tidak memuaskan.

Tumpukan Aduan dan Praktik Diduga Merugikan

Insiden ini menambah panjang daftar aduan terhadap iQiyi. Di platform pengaduan konsumen Heimao di Tiongkok, iQiyi telah mengumpulkan lebih dari 55.000 aduan, sebagian besar terkait praktik yang merugikan konsumen, termasuk:

  • Pemotongan Biaya Ilegal : Konsumen mengeluhkan biaya auto-renewal (perpanjangan otomatis) meskipun tidak diaktifkan, bahkan ada yang membayar sejak 2019 hingga 1.140 Yuan (sekitar Rp 2,5 juta).
  • Sulit Menghubungi Layanan Pelanggan Manusia: Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok menyebut iQiyi sebagai salah satu platform yang sulit dihubungi customer service manusia-nya.

Pendapat Analis: PR Dingin dan Perlu Sentuhan Emosi

Analis internet Zhang Shule menyatakan penanganan iQiyi merupakan kegagalan PR. Ia menilai permintaan maaf iQiyi terlalu sederhana, kurang tulus, dan terlalu resmi. Memilih untuk meminta maaf larut malam dianggap sebagai upaya meredam masalah, tetapi strategi ini sering tidak efektif ketika isu hiburan sedang tren dan cepat menyebar.

Zhang Shule menekankan bahwa sebagai platform yang bergantung pada antusiasme dan energi penggemar untuk mendukung trafik dan pendapatan, iQiyi seharusnya menunjukkan persona yang hangat, bukan dingin. Dalam krisis PR, pendekatan terlalu birokratis sebaiknya diganti dengan strategi yang memainkan “kartu emosi”, menyampaikan permintaan maaf dengan lembut dan meyakinkan kepada penggemar.

Sebagai contoh, Zhang Shule menyarankan iQiyi dapat menambahkan beberapa trailer atau cuplikan Liu Shishi di posisi rekomendasi platform mereka. Langkah ini relatif murah tetapi efektif, sekaligus dapat berfungsi sebagai kompensasi atas kesalahan yang terjadi.

- Advertisement -

“Dengan menambahkan cuplikan khusus Liu Shishi di slot rekomendasi, platform bisa memberikan kompensasi yang murah namun bernilai, sekaligus menunjukkan perhatian yang tulus kepada penggemar,” ujar Zhang Shule.

Kegagalan iQiyi dalam memberikan kompensasi dan komunikasi yang tulus telah mengubah kesalahan teknis menjadi krisis kepercayaan publik yang luas.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Jin
Jin
1 month ago

Siap2 aja diboikot.