LayarHijau.com – Aktor Hou Minghao tahun ini tampil sangat produktif dengan merilis sejumlah drama secara beruntun. Setelah popularitasnya kembali melonjak lewat Love in the Clouds, ia belum lama ini menyapa penonton melalui drama fantasi The Unclouded Soul bersama Tan Songyun. Tak berselang lama, drama kostum terbarunya Glory (玉茗茶骨) yang ia bintangi bersama Guli Nazha juga resmi tayang dan langsung menarik perhatian publik.
Glory menayangkan empat episode perdana, namun performa awalnya di daftar popularitas drama Maoyan masih berada di bawah The Punishment yang dibintangi Johnny Huang, Shine On Me yang dipimpin Song Weilong, serta The Unclouded Soul. Meski demikian, reaksi awal penonton China terhadap Glory justru terbilang positif. Banyak yang menilai drama ini memiliki potensi untuk bangkit berkat kekuatan cerita, kualitas produksi, serta transformasi akting Guli Nazha.
Dalam Glory, Hou Minghao memerankan Lu Jianglai, seorang lulusan terbaik ujian kekaisaran yang diangkat menjadi pejabat daerah dan dikenal cerdas dalam memecahkan berbagai kasus. Namun sebuah kasus lama membuat dirinya nyaris kehilangan nyawa dan mengalami kehilangan ingatan. Dalam kondisi kritis, ia diselamatkan oleh Rong Shanbao, putri Keluarga Rong, penguasa bisnis teh di Lin’an, yang diperankan oleh Guli Nazha. Pertemuan ini menjadi awal kerja sama keduanya untuk menelusuri kebenaran dan mengungkap dalang di balik peristiwa yang menimpa Lu Jianglai.
Sejak episode pembuka, Glory menampilkan alur cerita yang bergerak cepat dengan dua jalur narasi. Di satu sisi, Lu Jianglai berada dalam garis cerita penyelidikan dan intrik kekuasaan, bahkan harus menyamar demi mengungkap fakta masa lalu. Di sisi lain, Rong Shanbao menghadapi konflik internal keluarga dan membuat keputusan berani dengan mengumumkan pencarian calon suami, yang memicu persaingan tujuh pria dalam situasi penuh intrik sekaligus komedi. Dua jalur ini kemudian bertemu ketika Rong Shanbao menampung Lu Jianglai, membuka perkembangan hubungan dua karakter kuat yang sama-sama cerdas dan penuh perhitungan.
Dari sisi produksi, Glory menuai banyak pujian berkat visual yang mengusung estetika Dinasti Song. Drama ini menampilkan budaya teh secara detail, mulai dari teknik penyeduhan hingga seni pertunjukan teh, yang bahkan dijadikan petunjuk penting dalam alur pemecahan kasus. Tim produksi juga membangun secara nyata sebuah kompleks usaha teh bergaya Dinasti Song seluas sekitar 8.000 meter persegi, lengkap dengan kostum dan properti yang mendukung nuansa era tersebut. Pada bagian akhir episode, penonton juga disuguhi segmen khusus yang menjelaskan budaya teh sebagai tambahan informasi, yang dinilai menunjukkan keseriusan tim produksi dalam menggarap detail.
Sorotan lain datang dari penampilan Guli Nazha. Selama bertahun-tahun, ia kerap mendapat kritik karena dianggap hanya mengandalkan visual tanpa kekuatan ekspresi. Namun lewat karakter Rong Shanbao, citra tersebut mulai berubah. Ia digambarkan sebagai pemimpin bisnis teh yang tegas, berani mengambil keputusan, dan selalu selangkah lebih maju. Banyak penonton memuji sorot matanya yang tajam dan aura dominan yang kuat, menilai performasinya kali ini sebagai peningkatan signifikan dan berpotensi menjadi salah satu peran penting dalam kariernya.
Beberapa adegan awal bahkan langsung menjadi perbincangan, seperti ketika Rong Shanbao tanpa ragu menampar adiknya yang menyelewengkan dana keluarga, atau saat ia berpura-pura lemah sebelum balik melawan penculiknya dengan ekspresi dingin dan penuh determinasi. Adegan-adegan tersebut dinilai memberi kepuasan emosional sekaligus mempertegas karakter perempuan kuat yang menjadi pusat cerita.
Meski angka popularitas awal Glory masih berada di bawah Shine On Me, respons positif terhadap cerita, visual, dan karakter utamanya membuat banyak penonton optimistis drama ini masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan seiring berjalannya episode-episode berikutnya.










