LayarHijau.com – Tim dan fan club resmi Zhao Lusi akhirnya memberikan klarifikasi terkait rumor yang menyebut sang aktris akan membintangi adaptasi live-action dari animasi populer Bai Yao Pu. Lewat pernyataan tegas, mereka membantah kabar tersebut dan mengimbau publik untuk tidak mempercayai informasi yang belum diumumkan secara resmi.
Isu keterlibatan Zhao Lusi sebenarnya sudah beredar sejak tahun lalu dan kembali ramai diperbincangkan dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah akun media sosial mengangkat kembali kabar tersebut, disertai klaim bahwa proses negosiasi tengah berlangsung. Salah satu sosok yang ikut angkat bicara adalah mantan manajer aktris Guli Nazha, yang menyebut bahwa tim produksi dikabarkan sedang bernegosiasi dengan pihak Zhao Lusi dan Deng Wei. Berbagai pernyataan inilah yang kemudian menyebar luas dan memicu spekulasi di kalangan penggemar. Namun hingga kini, belum ada pengumuman resmi dari pihak produksi mengenai daftar pemeran.

Klarifikasi tersebut bukan hanya melegakan penggemar Zhao Lusi, tetapi juga para penggemar setia Bai Yao Pu yang selama ini menaruh perhatian besar pada rencana adaptasi live-action karya tersebut.
Di industri hiburan Tiongkok, adaptasi manhua dan donghua ke dalam bentuk drama memang kerap menghadapi tantangan besar. Sejumlah proyek berskala tinggi yang dibintangi aktor papan atas seperti Yang Mi dalam Fox Spirit Matchmaker: Red-Moon Pact maupun Yang Yang dalam The Immortal Ascension sempat menuai kritik setelah penayangannya. Banyak penonton menilai adaptasi semacam ini sulit mempertahankan kekuatan cerita dan nuansa khas versi animasinya.
Bai Yao Pu sendiri dikenal sebagai salah satu animasi Tiongkok yang mendapat pujian luas sejak awal penayangannya. Serial ini konsisten meraih skor tinggi di Douban dengan rata-rata di atas 7,8, bahkan salah satu musimnya mencapai 8,7. Di platform Bilibili, ratingnya pernah menembus 9,8, sementara total penayangannya telah melampaui 600 juta kali.

Berbeda dari kisah fantasi yang menitikberatkan pada konflik besar antara kebaikan dan kejahatan, Bai Yao Pu menghadirkan nuansa yang lembut dan menyentuh. Ceritanya berpusat pada Tao Yao, sosok “dokter” misterius yang berkeliling untuk menyembuhkan para siluman dari luka emosional serta obsesi masa lalu mereka. Setiap kisah menawarkan pesan tentang kesetiaan, persahabatan, dan makna hidup, yang menjadi daya tarik utama serial ini.
Kekhawatiran penggemar semakin bertambah setelah muncul rumor bahwa sutradara Guo Jingming akan memimpin proyek tersebut. Guo Jingming dikenal dengan gaya visual yang mewah dan estetis, seperti terlihat dalam film The Yin-Yang Master: Dream of Eternity serta drama Fangs of Fortune (Da Meng Gui Li). Meski visualnya kerap memukau dan berhasil menarik perhatian penonton, sejumlah karyanya juga mendapat kritik karena dianggap lebih menonjolkan estetika dibanding kedalaman cerita.
The Yin-Yang Master: Dream of Eternity sempat disorot karena alurnya dinilai kurang solid dan penggunaan efek visual yang berlebihan. Sementara Fangs of Fortune yang kuat secara tampilan visual hanya meraih skor 5,1 di Douban, dengan sebagian komentar netizen menyebutnya lebih menyerupai pemotretan bergaya majalah daripada drama dengan pengembangan cerita yang kuat.
Gaya penyutradaraan seperti itu dinilai berpotensi bertolak belakang dengan esensi Bai Yao Pu yang mengandalkan kedalaman emosi dan cerita yang menyembuhkan. Penggemar khawatir jika adaptasi live-action terlalu fokus pada visual atau menambahkan unsur romansa berlebihan, inti kisah tentang perjalanan emosional para siluman justru akan terpinggirkan.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai siapa yang akan menjadi sutradara maupun pemeran utama pria dalam proyek ini. Nama Deng Wei memang sempat disebut dalam rumor negosiasi, tetapi belum ada pengumuman lanjutan dari pihak produksi.
Dengan bantahan dari pihak Zhao Lusi, masa depan adaptasi Bai Yao Pu kini kembali menjadi tanda tanya. Para penggemar berharap jika proyek ini benar-benar diproduksi, tim kreatif yang terlibat dapat menjaga esensi cerita serta menghadirkan interpretasi yang tetap menghormati kekuatan emosional karya aslinya.










