LayarHijau.com— Drama sejarah terbaru Rebirth (冰湖重生) yang dibintangi oleh Li Yunrui dan Huangyang Tiantian baru saja menayangkan episode terakhirnya pada 24 April. Sebagai sekuel dari drama populer Princess Agents (楚喬傳), serial ini awalnya diharapkan mampu melanjutkan kesuksesan kisah epik perjuangan budak menjadi pahlawan. Namun, alih-alih mendapatkan pujian, drama ini justru memicu gelombang kemarahan dari penonton karena alur ceritanya yang dianggap melenceng jauh dari materi sumbernya, novel 11 Chu Te Gong Huang Fei (11处特工皇妃).
Perhatian: Artikel ini mengandung spoiler.
Dalam episode penutup tersebut, penonton disuguhkan adegan emosional saat Li Yunrui yang berperan sebagai Zhuge Yue memacu kudanya menuju medan perang untuk menyelamatkan Huangyang Tiantian yang memerankan Chu Qiao. Keduanya bertemu kembali di tengah kobaran api dalam suasana yang memilukan, di mana Chu Qiao yang terluka parah jatuh pingsan di pelukan kekasihnya. Sayangnya, momen dramatis ini tidak cukup untuk menyelamatkan reputasi drama tersebut di mata publik. Skor Douban yang awalnya berada di angka 3,2 langsung merosot tajam menjadi 3,0, menjadikannya salah satu drama China dengan rating terendah tahun ini.
Kekecewaan utama penggemar berakar pada penghapusan peran krusial Chu Qiao sebagai “Raja Xiuli”. Dalam novel aslinya, Chu Qiao digambarkan sebagai sosok tangguh yang memahami penderitaan kaum budak dan memimpin pasukan Xiuli untuk menghancurkan sistem penindasan tersebut. Ia akhirnya memerintah dunia bersama Zhuge Yue sebagai pemimpin yang dihormati. Sebaliknya, versi drama justru mengisyaratkan kematian Chu Qiao di medan perang atau hanya menunjukkan kilas balik di mana ia hidup terasing di kota kecil sebagai ibu rumah tangga. “Perubahan ini benar-benar menghapus keyakinan dan kepribadian mandiri Chu Qiao, yang sepenuhnya bertentangan dengan semangat tokoh utama yang ingin mengubah sistem perbudakan,” protes salah satu pembaca setia novelnya.
Selain itu, tim produksi juga memangkas adegan rekonsiliasi antara Chu Qiao dan Yan Xun, karakter yang diperankan oleh Zhang Kang Le. Pada versi novel, terdapat momen penting di mana faksi-faksi yang berseteru, termasuk Zhuge Yue dan Yan Xun, bersatu di bawah kepemimpinan Chu Qiao untuk melawan invasi barbar yang dipicu oleh pengkhianatan Zhao Chun’er yang diperankan oleh Xia Meng. Setelah perang berakhir, Zhuge Yue bahkan memberikan ruang bagi Chu Qiao dan Yan Xun untuk berbicara secara pribadi guna menyelesaikan dendam masa lalu mereka. Namun, narasi yang menyentuh ini sepenuhnya dihilangkan dalam drama dan diganti dengan adegan Chu Qiao yang hanya menderita luka kritis tanpa penyelesaian konflik yang bermakna.
Kritik tajam terus mengalir karena karakter Chu Qiao yang dikenal mandiri dan berorientasi pada keadilan justru diubah menjadi sosok yang terlalu fokus pada urusan asmara atau “romance brain”. Penonton merasa kecewa melihat pahlawan wanita yang kuat tersebut hanya terjebak dalam dilema antara Zhuge Yue dan Yan Xun sepanjang waktu. “Drama ini melemahkan pandangan nasional yang megah dan tekad Chu Qiao untuk menciptakan era kemakmuran seperti yang tertulis di novel aslinya,” ungkap netizen lain yang merasa drama ini telah merusak esensi dari cerita aslinya.
Kegagalan Rebirth dalam mengeksekusi akhir cerita yang memuaskan membuatnya terus dibanding-bandingkan dengan kesuksesan pendahulunya, Princess Agents, yang dibintangi oleh Zhao Liying dan Lin Gengxin. Meskipun produksi ini berusaha membawa nuansa nostalgia, perubahan skenario yang drastis dianggap telah mengkhianati ekspektasi para penggemar. Dengan alur yang dianggap berantakan dan karakterisasi yang lemah, drama ini kini memegang predikat sebagai salah satu karya yang paling banyak dikritik pada tahun 2024.










