LayarHijau.com – Drama kostum terbaru Pursuit of Jade yang dibintangi Zhang Linghe dan Tian Xiwei mulai menarik perhatian sejak penayangannya pada 6 Maret 2026. Serial ini diadaptasi dari novel 逐玉 (Zhú Yù / Pursuit of Jade) karya penulis Tuanzi Laixi. Novel tersebut sebelumnya dikenal dengan judul lain 侯夫人与杀猪刀 (Hóu Fūrén Yǔ Shāzhūdāo / The Marchioness and the Butcher’s Knife).
Judul dramanya sendiri memunculkan rasa penasaran di kalangan penonton. Dalam bahasa Mandarin, judulnya adalah 逐玉 dengan pinyin Zhú Yù. Terjemahan literalnya adalah “to pursue jade” atau “mengejar giok.” Pada tahap awal penerjemahan, judul ini sempat muncul dalam bahasa Inggris sebagai “Chasing Jade,” sebelum akhirnya dipilih judul resmi internasional Pursuit of Jade.
Di Indonesia, platform WeTV melalui WeTV Indonesia memakai judul lokal “Mengejar Cinta.” Judul ini lebih menonjolkan unsur romansa dalam cerita agar lebih mudah dipahami penonton Indonesia.
Secara harfiah, kata “逐” (zhú) berarti “mengejar” atau “mengikuti,” sementara “玉” (yù) berarti “giok.” Dalam budaya Tiongkok, giok sejak lama dianggap sebagai simbol sesuatu yang sangat berharga—kemurnian, kehormatan, karakter mulia, dan nilai moral yang tinggi.
Namun dalam konteks cerita novel dan dramanya, “giok” tidak sekadar melambangkan cinta. Banyak pembaca menafsirkan bahwa “玉” dalam judul tersebut merujuk pada sosok yang memiliki nilai berharga sebagai manusia. Dalam cerita, karakter utama perempuan Fan Changyu digambarkan sebagai perempuan tangguh dari keluarga tukang daging. Meski berasal dari kalangan bawah, ia memiliki keberanian, kejujuran, dan keteguhan hati yang membuatnya digambarkan “seperti giok.”
Di sisi lain, karakter pria utama Xie Zheng memulai perjalanan hidupnya dengan membawa luka masa lalu dan tekad balas dendam. Pertemuannya dengan Fan Changyu perlahan mengubah cara pandangnya terhadap hidup, membuat perjalanan keduanya berkembang dari sekadar bertahan hidup menjadi proses saling menyelamatkan.
Karena itu, banyak pembaca menilai bahwa judul 逐玉 tidak hanya berbicara tentang cinta romantis. “Mengejar giok” dalam cerita ini juga mencerminkan pencarian sesuatu yang lebih dalam—nilai hidup, kehormatan, dan seseorang yang benar-benar berharga.
Makna tersebut juga berkaitan dengan perjalanan hidup para tokohnya. Fan Changyu yang berasal dari kehidupan sederhana harus menghadapi dunia yang jauh lebih besar dari dirinya, sementara Xie Zheng perlahan menemukan kembali tujuan hidupnya.
Judul ini juga sering dikaitkan dengan kontras identitas dalam novel aslinya. Judul awal 侯夫人与杀猪刀 secara harfiah berarti “Istri Marquis dan Pisau Jagal,” yang menyoroti perbedaan tajam antara latar belakang sederhana dan status bangsawan yang kemudian diraih.
Karena itu, “giok” dalam judul 逐玉 sering dipahami sebagai simbol nilai yang lebih luas: bukan hanya cinta, tetapi juga martabat, jati diri, dan hubungan antarmanusia yang saling mengubah kehidupan satu sama lain.










