Tencent Video Tanggapi Tudingan Manipulasi Jumlah Tonton Pursuit of Jade

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

LayarHijau.com – Drama kostum terbaru Pursuit of Jade (逐玉) mendadak menjadi sorotan setelah muncul tudingan mengenai kemungkinan manipulasi data jumlah penonton di platform Tencent Video. Kontroversi ini mencuat pada awal Maret 2026 setelah drama yang dibintangi Zhang Linghe dan Tian Xiwei tersebut mencatat lonjakan popularitas yang sangat cepat sejak penayangan perdananya.

Menurut data dari Yunhe, pangsa pasar Pursuit of Jade meningkat tajam dari 16,1 persen pada hari pertama menjadi 31,4 persen pada hari kedua penayangan. Kenaikan hampir dua kali lipat ini langsung menempatkan drama tersebut di posisi teratas daftar drama paling populer di berbagai platform. Di Tencent Video, skor popularitasnya juga dilaporkan telah melampaui 29.000, menjadi rekor tertinggi untuk tahun 2026 sejauh ini. Sementara itu di iQIYI, indeks popularitas drama tersebut juga telah menembus angka 9.500.

- Advertisement -

Isu kemudian muncul setelah sejumlah warganet mengklaim menemukan celah dalam sistem pencatatan data tontonan di Tencent Video. Mereka menyebut bahwa sistem platform tersebut menghitung satu penayangan penuh meskipun video hanya diputar sekitar satu detik. Dugaan ini dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu kemarahan banyak pengguna internet.

Banyak warganet menilai metode perhitungan seperti itu tidak masuk akal dan berpotensi merugikan penonton serta merusak persaingan yang adil di industri hiburan. Menurut mereka, jika penayangan satu detik saja sudah dihitung sebagai tontonan penuh, maka angka popularitas sebuah drama dapat dengan mudah melonjak tanpa benar-benar mencerminkan minat penonton yang sesungguhnya.

Mereka juga khawatir praktik seperti ini bisa memperparah masalah lama di industri hiburan Tiongkok, yaitu penggelembungan data yang selama ini sering diperdebatkan, mulai dari rating televisi hingga jumlah penayangan daring.

- Advertisement -

Kontroversi ini dengan cepat berkembang menjadi perdebatan luas mengenai transparansi data di industri drama. Banyak netizen menilai platform video sebagai pihak yang bertanggung jawab atas sistem penghitungan dan publikasi data, sehingga seharusnya memastikan aturan yang adil dan transparan bagi semua produksi. Jika tidak, kepercayaan publik terhadap platform maupun industri hiburan secara keseluruhan bisa ikut tergerus.

Di tengah meningkatnya kritik tersebut, Tencent Video akhirnya memberikan pernyataan resmi pada 9 Maret 2026. Platform tersebut membantah adanya manipulasi data dan menjelaskan bahwa masalah yang terjadi sebenarnya hanyalah kesalahan tampilan pada halaman riwayat tontonan pengguna.

“Pengguna yang terhormat, sebelumnya terjadi tampilan yang tidak normal pada fitur pusat pribadi – riwayat tontonan di Tencent Video. Setelah dilakukan pemeriksaan, masalah ini hanya merupakan kesalahan tampilan halaman dan tidak memengaruhi data apa pun yang ditampilkan di dalam maupun di luar platform,” tulis Tencent Video dalam pernyataannya.

Perusahaan tersebut juga menambahkan bahwa perbaikan telah dilakukan secara darurat dan pembaruan sistem sedang diterapkan secara bertahap. Tencent Video turut menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan serta kesalahpahaman yang mungkin muncul akibat masalah tersebut.

“Kami telah memperbaikinya secara darurat dan pembaruan sedang dilakukan secara bertahap. Kami dengan tulus meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan serta kesalahpahaman yang terjadi pada sebagian pengguna,” lanjut pernyataan tersebut.

- Advertisement -

Meski penjelasan resmi telah diberikan, respon para pengguna di Weibo tetap beragam. Ada yang mengungkapkan keraguan mereka dan mempertanyakan apakah masalah tersebut benar-benar hanya kesalahan teknis. Sementara yang lain menyatakan mereka mempercayai penjelasan Tencent Video, bahkan mencontohkan bahwa mereka pernah mengalami kesalahan tampilan serupa pada riwayat tontonan program lain di platform tersebut.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments