LayarHijau.com – Perdebatan mengenai data popularitas drama kembali memanas di China. Penggemar drama Shine on Me (骄阳似我) memprotes klaim Tencent Video yang menyebut Pursuit of Jade (逐玉) sebagai drama pertama tahun 2026 yang menembus heat index 30.000 di platform tersebut.
Kontroversi ini bermula ketika Tencent Video mempromosikan Pursuit of Jade sebagai “drama pertama tahun 2026 yang menembus 30.000 heat index”. Pernyataan tersebut memicu reaksi dari sebagian penggemar Shine on Me yang menilai klaim itu bertentangan dengan data yang sebelumnya diumumkan oleh platform.

Menurut data yang beredar di kalangan penggemar, Shine on Me telah mencapai heat index 30.130 di Tencent Video pada 4 Januari 2026. Saat itu, platform bahkan merilis poster laporan resmi yang menyebut drama tersebut sebagai “ledakan pertama awal tahun 2026” serta mencatatkan rekor baru untuk drama romantis modern di platform tersebut.
Namun pada 11 Maret 2026, setelah Pursuit of Jade mencapai heat index 30.007, Tencent Video mempromosikan drama tersebut sebagai drama pertama tahun 2026 yang menembus angka 30.000. Klaim inilah yang kemudian memicu perdebatan di kalangan penggemar kedua drama.

Sebagian penggemar Shine on Me mempertanyakan apakah aturan statistik platform telah berubah. Mereka membagikan poster laporan resmi yang dirilis pada Januari 2026 yang menyebut drama tersebut telah “memecahkan rekor tertinggi drama romantis modern pada 2026”, dan meminta penjelasan mengapa pencapaian itu kini dianggap bukan bagian dari statistik tahun yang sama.
Di sisi lain, sejumlah netizen mencoba memberikan penjelasan yang lebih netral. Mereka menilai kemungkinan perbedaan klaim tersebut berkaitan dengan metode penghitungan data platform, misalnya berdasarkan tahun produksi, periode tayang utama, atau siklus statistik internal yang berbeda.
Ada pula penggemar yang membela Pursuit of Jade dengan menekankan bahwa drama tersebut memang mencapai heat index di atas 30.000 selama masa penayangannya pada tahun 2026, sehingga wajar jika promosi platform menyoroti pencapaian tersebut.
Perdebatan mengenai dua drama tersebut bahkan sempat menjadi topik hangat di media sosial China. Beberapa tagar yang menyinggung kontroversi data popularitas antara Shine on Me dan Pursuit of Jade ramai diperbincangkan di Weibo, dengan netizen memperdebatkan apakah klaim “drama pertama tembus 30.000 pada 2026” memang tepat atau hanya perbedaan interpretasi dari aturan statistik platform.
Di tengah polemik tersebut, seorang pengacara dari Shanghai Lizhen Law Firm, Li Zhenwu, turut memberikan pandangannya. Ia menjelaskan bahwa platform sebagai pihak yang merilis dan mengesahkan data memiliki kewajiban hukum untuk memastikan informasi yang dipublikasikan bersifat akurat, konsisten, dan transparan.
Menurutnya, penonton sering kali membuat keputusan konsumsi—seperti berlangganan layanan streaming untuk menonton sebuah drama—berdasarkan klaim “rekor” atau “sertifikasi resmi” dari platform. Jika informasi tersebut tidak akurat, hal itu dapat menyangkut hak konsumen untuk memperoleh informasi yang benar serta hak atas transaksi yang adil.
Karena itu, apabila terdapat ketidaksesuaian atau kontradiksi dalam klaim data yang dipublikasikan, konsumen berhak meminta penjelasan atau klarifikasi dari platform.
Hingga kini, perdebatan mengenai klaim rekor antara penggemar Shine on Me dan Pursuit of Jade masih berlangsung di media sosial China, sementara banyak penonton menunggu penjelasan resmi dari platform terkait aturan statistik yang digunakan.










