LayarHijau.com – Industri hiburan China kembali memicu perdebatan setelah perusahaan produksi ternama YaoKe Media secara resmi memperkenalkan dua artis digital berbasis AI pada 18 Maret. Kedua figur virtual tersebut, Qin Lingyue dan Lin Xiyan, langsung menjadi sorotan karena penampilan mereka yang dinilai menyerupai aktor nyata seperti Zhai Zilu hingga Zhao Jinmai.

Dalam pengumuman yang dirilis melalui akun Weibo resminya, YaoKe Media menyebut Qin Lingyue dan Lin Xiyan sebagai artis AI pertama yang mereka kontrak. Keduanya juga langsung membuka akun media sosial untuk berinteraksi dengan publik, sekaligus membagikan aktivitas “kerja” dan “kehidupan” mereka sebagai artis virtual.
Yaoke Media introduced two AI artists that Chinese netizens thought looked similar with artists like Zhao Jinmai, Liang Jie, and Zhai Zilu#AI #trending #weibo #zhaojinmai #liangjie pic.twitter.com/zTjbB8Bsof
— Layar Hijau (@layar_hijau) March 18, 2026
Tidak hanya itu, Qin Lingyue dan Lin Xiyan juga memperkenalkan karakter yang mereka perankan dalam serial berbasis teknologi AIGC berjudul Qinling. Pihak perusahaan turut merilis trailer proyek tersebut bersamaan dengan pengumuman debut mereka.

Namun, respons publik tidak sepenuhnya positif. Di kolom komentar, banyak netizen mengaku sulit menerima kehadiran artis AI ini. Salah satu alasan utama adalah kemiripan visual mereka dengan aktor manusia. Qin Lingyue disebut-sebut mirip dengan Zhai Zilu, sementara Lin Xiyan dinilai memiliki wajah yang mengingatkan pada beberapa aktris muda populer seperti Zhao Jinmai, Zhang Zifeng, dan Liang Jie.
Sejumlah pengguna bahkan menandai studio Zhao Jinmai dan meminta adanya tindakan perlindungan hak artis terkait kemiripan tersebut.

Selain isu kemiripan wajah, sebagian netizen juga menyoroti kesan visual artis AI yang dianggap tidak natural. Beberapa komentar menyebut ekspresi mereka terlihat “tidak berkedip” dan terasa menyeramkan. Ada pula yang menilai teknologi ini masih terlihat terlalu palsu dan justru bisa berdampak buruk bagi industri hiburan itu sendiri.
“Gaya visual AI seperti ini terlihat mengerikan,” tulis salah satu netizen. Komentar lain menyebut, “Sekilas saja sudah terlihat sangat tidak nyata. Industri ini seperti sedang menghancurkan dirinya sendiri.” Ada juga yang mempertanyakan, “Apa tidak merasa aneh melihat ini?”
Di sisi lain, langkah YaoKe Media ini menandai eksplorasi lebih jauh industri drama China terhadap pemanfaatan kecerdasan buatan. Perusahaan ini dikenal sebagai salah satu produsen drama papan atas dengan portofolio seperti The Bond (乔家的儿女), CrossFire (穿越火线), dan I Will Find You a Better Home (安家). Selain produksi, mereka juga bergerak di bidang manajemen artis dan pengembangan talenta.
Meski menuai kontroversi, peluncuran artis AI ini memperlihatkan arah baru yang tengah diuji oleh industri—sebuah eksperimen yang, untuk saat ini, masih memicu perdebatan tajam di kalangan penonton.










