Perubahan Besar di Industri Drama China: Aktor Top Tak Lagi Terima Bayaran Tinggi di Awal, AI Disebut Akan Gantikan Banyak Peran

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

LayarHijau.com – Industri drama dan film China kembali menjadi sorotan setelah pernyataan mengejutkan disampaikan dalam China Television Production Industry Conference 2026 pada 13 Maret. Dalam acara tersebut, CEO YiKai Capital, Wang Ran, memaparkan perubahan besar yang diprediksi akan mengubah struktur bayaran aktor serta cara kerja industri hiburan di masa depan.

Pernyataannya tentang perubahan sistem bayaran aktor langsung memicu perhatian luas di internet China. Tagar “perubahan struktural pada bayaran aktor papan atas” bahkan dengan cepat masuk daftar trending dan mencatat lebih dari lima ratus juta kali dibaca.

- Advertisement -

Dalam pemaparannya, Wang Ran menegaskan bahwa sistem bayaran aktor akan mengalami penyesuaian besar. Bayaran awal yang biasanya diterima aktor papan atas sebelum produksi dimulai diperkirakan akan dipangkas drastis, bahkan bisa turun hingga sekitar 70 persen dari standar sebelumnya.

Menurutnya, salah satu alasan utama perubahan ini adalah perkembangan teknologi yang membuat proses produksi semakin efisien. Dengan dukungan teknologi baru, waktu syuting dapat dipersingkat secara signifikan dibandingkan sebelumnya.

Sebagai gantinya, model pendapatan aktor akan lebih banyak bergeser ke sistem pembagian keuntungan di tahap belakang. Aktor nantinya dapat memperoleh penghasilan melalui berbagai jalur seperti lisensi penggunaan karakter IP, pembagian pendapatan dari penayangan, hingga kerja sama komersial yang terkait langsung dengan popularitas karya tersebut.

- Advertisement -

Skema ini dinilai akan mengubah model lama yang selama ini mengandalkan bayaran tetap dalam jumlah besar di awal produksi. Dengan sistem baru, pendapatan aktor akan lebih terkait langsung dengan performa karya yang mereka bintangi. Jika sebuah drama atau film sukses besar, penghasilan aktor pun bisa meningkat. Namun jika tidak berhasil menarik penonton, pendapatan yang diterima juga akan lebih kecil.

Banyak pelaku industri menilai perubahan ini sebagai langkah penting untuk mengakhiri kontroversi lama terkait bayaran aktor yang terlalu tinggi. Model baru tersebut juga dianggap dapat menyelaraskan kepentingan aktor dengan keberhasilan karya secara keseluruhan.

Selain soal bayaran, Wang Ran juga menyinggung dampak teknologi kecerdasan buatan terhadap industri hiburan. Ia menyebut bahwa perkembangan AI berpotensi mengubah struktur pekerjaan di sektor film dan televisi secara signifikan.

Menurutnya, seiring dengan semakin matangnya teknologi, beberapa jenis peran seperti aktor pendukung tingkat menengah, pemeran figuran, hingga pemeran pengganti untuk adegan tertentu bisa saja digantikan oleh AI di masa depan.

AI dinilai memiliki sejumlah keunggulan dalam produksi, termasuk kemampuan bekerja tanpa bayaran, tanpa risiko kontroversi pribadi, serta dapat digunakan untuk produksi selama 24 jam. Dalam beberapa proyek, teknologi ini bahkan mampu menghasilkan konten dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan produksi tradisional.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa biaya produksi drama pendek berbasis AI bisa hanya sekitar seperdua ratus dari biaya drama pendek yang menggunakan aktor manusia. Teknologi tersebut juga mampu menciptakan karakter digital yang dapat menampilkan gerakan dan ekspresi berdasarkan kebutuhan naskah.

- Advertisement -

Namun perkembangan ini juga memicu kekhawatiran di kalangan aktor. Aktor veteran China Wang Jinsong pernah menyatakan bahwa video yang dihasilkan AI kini semakin sulit dibedakan dari rekaman asli. Sementara itu, aktor Hollywood Nicolas Cage juga pernah mengkritik penggunaan AI dalam akting karena dinilai tidak mampu menghadirkan emosi manusia yang sebenarnya.

Perubahan di industri ini juga diperkirakan akan memengaruhi cara pendatang baru memasuki dunia hiburan. Wang Ran menjelaskan bahwa model lama, di mana aktor baru memulai karier dari peran kecil atau figuran, kemungkinan akan semakin jarang terjadi.

Sebagai gantinya, aktor muda disarankan untuk lebih dulu membangun pengaruh pribadi melalui platform media sosial seperti Xiaohongshu dan Douyin. Dengan memiliki basis penggemar sendiri, mereka dinilai akan lebih mudah menarik perhatian kreator atau produser proyek besar.

Dengan kata lain, logika industri mulai berubah dari “mendapat kesempatan lalu menjadi terkenal” menjadi “memiliki pengaruh terlebih dahulu sebelum mendapatkan kesempatan besar”.

Di sisi lain, regulasi pemerintah juga semakin diperketat untuk menjaga keseimbangan industri. Dalam aturan yang berlaku, total bayaran aktor dalam sebuah produksi tidak boleh melebihi 40 persen dari total biaya produksi. Sementara itu, bayaran aktor utama juga dibatasi maksimal 70 persen dari keseluruhan bayaran aktor dalam proyek tersebut.

Langkah ini turut diperkuat dengan pengawasan ketat terhadap praktik kontrak tidak transparan, termasuk penggunaan kontrak ganda yang selama ini sempat menjadi kontroversi dalam industri hiburan.

Pada akhirnya, perubahan besar ini diyakini bertujuan untuk mengembalikan fokus industri pada kualitas cerita dan produksi. Dengan berkurangnya beban bayaran awal untuk aktor papan atas, lebih banyak dana produksi diharapkan dapat dialokasikan untuk pengembangan naskah, pembangunan set, serta efek visual.

Di saat yang sama, penggunaan AI memang membawa tantangan baru bagi banyak pekerja di industri ini. Namun teknologi tersebut juga membuka peluang bagi tim produksi yang lebih kecil untuk menciptakan karya dengan biaya yang lebih terjangkau.

Dalam jangka panjang, banyak pengamat industri memperkirakan bahwa masa depan dunia film dan drama akan bergerak menuju model kerja sama antara manusia dan teknologi. AI akan menangani pekerjaan yang bersifat teknis dan berulang, sementara aktor manusia tetap memegang peran penting dalam menghadirkan emosi, karakter, dan kedalaman cerita yang tidak mudah digantikan oleh mesin.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments