Posted in

Hukum Bicara: Bisakah Artis AI yang Mirip Zhao Jinmai, Zhang Zifeng, Liang Jie, dan Zhai Zilu Digugat?

Bagikan

LayarHijau.com – Perusahaan hiburan YaoKe Media resmi memperkenalkan dua artis digital berbasis AI pada 18 Maret, yakni Qin Lingyue dan Lin Xiyan. Pengumuman ini langsung memicu perbincangan luas di kalangan netizen, terutama terkait kemiripan visual karakter AI tersebut dengan sejumlah selebritas nyata.

Tak sedikit pengguna media sosial yang menilai desain wajah kedua artis digital itu “terasa familiar” dan diduga menyerupai beberapa aktor muda populer seperti Zhao Jinmai, Zhang Zifeng, Liang Jie, hingga Zhai Zilu. Bahkan, ada yang secara terbuka meminta para artis tersebut untuk mengambil langkah hukum guna melindungi hak mereka.

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Menanggapi kontroversi ini, pengacara Gong Yue dari Beijing Jinlu Ansheng Law Firm memberikan penjelasan kepada media Beijing Daily. Ia menyatakan bahwa penggunaan AI untuk menciptakan wajah yang menyerupai individu nyata berpotensi melanggar hukum, tergantung pada tingkat kemiripannya.

Menurutnya, jika hasil visual dari AI cukup jelas hingga masyarakat umum dapat mengenali sosok yang dimaksud, maka hal tersebut sudah memenuhi unsur utama pelanggaran. Dalam kasus seperti ini, pihak yang membuat atau menyebarkan konten dapat dianggap melanggar hak potret (hak atas wajah) individu terkait.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa platform digital yang turut menyebarkan konten tersebut juga tidak lepas dari tanggung jawab. Jika platform gagal melakukan identifikasi, peninjauan, dan penghapusan konten yang bermasalah secara tepat waktu, maka mereka bisa dikenai tanggung jawab bersama, bahkan berisiko menghadapi sanksi administratif.

Namun, ketika pelanggaran benar-benar terjadi, proses penegakan hukum dalam kasus AI masih menghadapi berbagai tantangan. Gong Yue menjelaskan bahwa penggunaan teknologi AI untuk menghasilkan video atau gambar realistis masih tergolong fenomena baru yang melibatkan banyak aspek kompleks. Mulai dari sulitnya mengidentifikasi pelaku utama, standar pengenalan wajah yang belum jelas, hingga pembuktian hubungan sebab-akibat yang tidak selalu mudah.

Selain itu, batasan mengenai penggunaan wajar juga belum sepenuhnya terdefinisi dalam konteks AI. Hingga saat ini, belum ada regulasi khusus yang secara eksplisit mengatur pelanggaran yang diakibatkan oleh teknologi AI.

Meski demikian, aturan hukum yang sudah ada terkait hak potret, hak suara, serta perlindungan data pribadi tetap dapat digunakan sebagai dasar untuk menilai dan menindak pelanggaran yang melibatkan wajah hasil generasi AI. Praktik hukum di bidang ini pun disebut terus berkembang seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi.

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Via0

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *