LayarHijau.com— Aktris sekaligus penyanyi Snow Kong baru-baru ini memberikan wawasan mendalam mengenai perannya sebagai Yu Qianqian dalam drama Pursuit of Jade (逐玉). Saat tampil di acara Star Colleagues, ia membedah bagaimana karakternya bertransformasi dari halaman novel ke layar kaca, terutama statusnya sebagai seorang wanita modern yang melakukan perjalanan waktu (time traveler) ke masa lalu.
Dalam wawancara tersebut, Snow Kong menekankan perbedaan signifikan antara Yu Qianqian versi novel dan versi drama. Ia menjelaskan bahwa dalam novel aslinya, Yu Qianqian sering kali dilihat melalui sudut pandang obsesif Qi Min, sehingga terkesan lebih pasif. Namun, dalam adaptasi drama, identitasnya sebagai penjelajah waktu diberikan porsi yang lebih kuat. “Yu Qianqian adalah jiwa modern yang terjebak dalam tubuh seorang wanita di masa lalu. Dalam pandangan saya, versi drama memberinya lebih banyak agensi dan kecerdasan sebagai ibu tunggal yang harus menjalankan bisnisnya sendiri,” ungkap Snow Kong.
Snow Kong juga membocorkan beberapa detail kecil dalam aktingnya yang mengisyaratkan identitasnya sebagai penjelajah waktu. Ia menyebutkan bahwa penonton bisa memperhatikan bagaimana Yu Qianqian menggunakan logika bisnis modern dalam mengelola usahanya, serta sesekali menyelipkan istilah atau perilaku yang terasa ‘asing’ bagi orang-orang di zaman kuno tersebut, seperti cara dia memandang kesetaraan gender dan kemandirian finansial yang sangat kontras dengan norma saat itu.
Fokus pada latar belakangnya sebagai wanita modern membuat Yu Qianqian memiliki pandangan yang sangat mandiri terhadap karier dan cinta. Snow Kong menjelaskan bahwa karakternya tidak pernah merasa harus bergantung pada pria. “Menurut saya, Yu Qianqian adalah wanita yang sangat mandiri dan cerdas. Dia harus kuat dan berani menghadapi banyak hal sendirian tanpa rasa takut, bahkan ketika ada yang mencoba mengganggunya. Karena dia berasal dari masa depan, ia memiliki pandangan cinta yang tegas dan sangat mendambakan kebebasan,” tambahnya.
Interaksi ‘beracun’ dengan Qi Min yang diperankan oleh Deng Kai juga menjadi poin penting dalam analisisnya. Snow Kong memberikan gambaran yang cukup kontras mengenai perasaan karakternya terhadap sang pemeran utama pria dibandingkan dengan apa yang mungkin dibayangkan pembaca novel. “Jika Qi Min melihat Qianqian sebagai cahaya dalam hidupnya yang gelap, bagi Qianqian—dengan logika modernnya—Qi Min adalah sebuah mimpi buruk. Mimpi buruk yang melilit seperti ular berbisa yang terus mengejarnya,” ungkapnya mengenai dinamika hubungan penuh kebencian tersebut.
Selain chemistry yang intens, Snow Kong juga berbagi momen menarik saat beradu akting dengan Tian Xiwei. Ini merupakan kolaborasi kedua mereka, di mana ia memuji aura ‘boyfriend material’ dari sahabatnya tersebut saat melakukan adegan gendong di tembok kota. Keceriaan di lokasi syuting juga melibatkan Zhang Linghe yang lincah dan Meng Ziyi yang hobi berbagi camilan permen plum selama syuting drama The Rebirth of the Malicious Empress of Military Lineage (倆锨爤各).
Menanggapi label ‘spesialisasi peran yang menyebabkan kematian pasangannya’ dari netizen setelah perannya di Blossom (九重紫) dan Pursuit of Jade (逐玉), Snow Kong justru merasa hal tersebut adalah sebuah pencapaian akting yang menarik. Baginya, baik sebagai penjelajah waktu maupun ibu tunggal yang tangguh, yang paling penting adalah cerita Yu Qianqian memiliki kedalaman yang mampu memberikan perspektif baru bagi para penonton.









