LayarHijau.com— Di tengah penayangan sebuah proyek baru yang diklaim sebagai kelanjutan kisah legendaris, studio Zhao Liying menarik perhatian publik dengan mengunggah sebuah video lama dari masa syuting Princess Agents (楚乔传). Unggahan tersebut menyertakan kutipan yang cukup mendalam, “Waktu berlalu, keyakinan tidak pernah goyah, hati tetap sama seperti semula.”
Proyek yang memicu gelombang nostalgia ini adalah Rebirth (冰湖重生), sebuah karya yang baru saja dirilis dan secara resmi melanjutkan alur cerita dari titik akhir Princess Agents (楚乔传) yang menggantung, yakni saat Chu Qiao dan Yuwen Yue tenggelam di danau es. Meskipun tidak melibatkan pemain asli, Rebirth (冰湖重生) dipasarkan sebagai sekuel yang mencoba menjawab rasa penasaran penggemar selama bertahun-tahun mengenai nasib karakter utama tersebut.

Langkah studio Zhao Liying mengunggah video lama ini ditafsirkan oleh banyak pihak sebagai upaya untuk menarik garis tegas dan menolak dikaitkan dengan sekuel tersebut. Menariknya, unggahan nostalgia ini bertepatan dengan lonjakan drastis jumlah penonton harian Princess Agents (楚乔传) yang mencapai 12.257%. Data menunjukkan drama tahun 2017 tersebut kembali masuk ke peringkat ke-18 dalam daftar harian Yunhe, membuktikan standar tinggi yang ditinggalkan oleh Zhao Liying sebagai karakter Chu Qiao.
Sementara itu, drama sekuel Rebirth (冰湖重生) justru sedang menghadapi gelombang kritik. Drama ini melanjutkan kisah perjuangan karakter utama, namun kali ini diperankan oleh Huang Yang Tian Tian, aktris yang dulu memerankan versi kecil Chu Qiao di seri aslinya. Meskipun memiliki sejarah dengan karakter tersebut, transisinya menjadi pemeran utama dewasa mendapatkan respon beragam dari penonton.
Salah satu poin utama yang dikritik adalah pemilihan pemain. Huang Yang Tian Tian yang kini berusia 18 tahun dianggap masih terlalu muda untuk memerankan sosok jenderal yang tangguh. Penonton bahkan memberinya julukan “Jenderal Bayi” karena auranya dinilai belum cukup matang untuk memikul beban karakter Chu Qiao. Ketidakcocokan ini semakin terasa saat ia dipasangkan dengan Li Yunrui yang berusia 30 tahun, di mana chemistry mereka dianggap lebih mirip hubungan paman dan keponakan daripada pasangan drama.
Selain aspek pemain, kualitas produksi Rebirth (冰湖重生) juga tidak luput dari sasaran. Penonton mengeluhkan alur cerita yang dianggap mengalami penurunan kualitas dibandingkan seri pertama. “Aktingnya terasa sangat mentah dan plotnya tidak sedalam seri pertama,” tulis salah satu netizen di media sosial. Minimnya iklan yang menyertai penayangan perdana juga memicu spekulasi mengenai kepercayaan pihak sponsor terhadap potensi drama ini.

Situasi semakin memanas ketika akun resmi Rebirth (冰湖重生) mengunggah sebuah pesan yang diduga menyindir pihak Zhao Liying sebelum akhirnya dihapus. Pesan tersebut berbunyi, “Terlihat sopan di depan orang, tapi sulit menjadi manusia di belakang, siapa yang tidak punya dua wajah?” Kejadian ini memicu diskusi luas di media sosial mengenai etika profesional di balik layar, sekaligus mempertegas posisi Princess Agents (楚乔传) sebagai karya ikonik yang sulit untuk digantikan di hati penggemar.









