LayarHijau.com – Aktris Korea Selatan Ha Young, yang saat ini membintangi drama Netflix terbaru Our Sticky Love bersama Jung Hae-in, tengah menjadi sorotan setelah cerita mengenai keluarganya memicu kontroversi. Isu tersebut muncul usai Ha Young mengungkap latar belakang keluarganya dalam program KBS2 Problem Child in House yang tayang pada 7 Agustus 2026.
Dalam acara tersebut, Ha Young menceritakan bahwa keluarganya telah menjalani profesi dokter selama empat generasi, mulai dari buyut, kakek, ayah, hingga kakak perempuannya.
Ha Young secara khusus membicarakan sosok buyutnya. Ia mengatakan bahwa sang buyut mempelajari pengobatan Barat di Jepang sebelum kembali ke Korea dan membuka praktik pengobatan Barat di Hanyang. Ia juga menyebut buyutnya pernah memberikan perawatan kepada Kaisar Gojong.
Cerita mengenai latar belakang keluarganya kemudian menarik perhatian publik. Ha Young sebelumnya juga pernah mengungkap bahwa ia merasa bersyukur dan bangga berasal dari keluarga yang memiliki tradisi panjang di bidang medis.
Namun, perhatian publik berubah setelah identitas buyut Ha Young diketahui sebagai dokter Ahn Sang-ho. Sejumlah informasi mengenai aktivitas Ahn Sang-ho pada masa pendudukan Jepang kemudian kembali beredar dan memunculkan tuduhan bahwa ia memiliki rekam jejak pro-Jepang.
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah keterlibatan Ahn Sang-ho dalam Daejeong Friendship Association atau Daejeong Shil-eop Chinmokhoe. Menurut sejarawan Lee Jun-sik, mantan kepala Independence Hall of Korea, organisasi tersebut didirikan pada November 1916 dan merupakan organisasi yang melibatkan kalangan pengusaha serta tokoh masyarakat Korea pada masa pendudukan Jepang.
Lee Jun-sik menjelaskan bahwa organisasi tersebut dibentuk untuk merangkul tokoh-tokoh berpengaruh Korea dan menyebarkan gagasan mengenai penyatuan atau harmonisasi Korea dan Jepang. Korean Encyclopedia of Culture juga mengategorikan Daejeong Shil-eop Chinmokhoe sebagai organisasi pro-Jepang yang didirikan di Seoul pada 1916.
Catatan sejarah menunjukkan bahwa Ahn Sang-ho tercatat sebagai anggota dewan atau penasihat organisasi tersebut ketika Daejeong Friendship Association dibentuk pada 29 November 1916. Ia disebut bergabung bersama sejumlah tokoh lainnya, termasuk Yun Chi-ho dan Yoo Byeong-pil.
Keterlibatan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar perdebatan mengenai rekam jejak Ahn Sang-ho. Lee Jun-sik menyatakan bahwa fakta bahwa Ahn Sang-ho tidak tercantum dalam daftar tokoh yang dimuat dalam Dictionary of Pro-Japanese Collaborators tidak dengan sendirinya berarti ia terbebas dari aktivitas pro-Jepang.
Selain itu, sejumlah catatan sejarah juga menyoroti kehidupan pribadi Ahn Sang-ho. Ia diketahui menikah dengan perempuan Jepang dan menjalani kehidupan yang dekat dengan komunitas Jepang.
National Institute of Korean History melalui Our History Net turut mengutip pemberitaan Maeil Shinbo pada 10 Desember 1918 yang memuat pernyataan Ahn Sang-ho mengenai kehidupannya di Korea. Istrinya, Isoko, juga disebut mengatakan bahwa meski telah tinggal di Korea selama bertahun-tahun, ia tidak dapat berbicara bahasa Korea.
Catatan mengenai kehidupan keluarga Ahn Sang-ho tersebut kemudian kembali menjadi perhatian setelah identitasnya dikaitkan dengan Ha Young.
Kontroversi semakin mendapat perhatian karena muncul hanya beberapa hari sebelum Gwangbokjeol atau Hari Pembebasan Korea yang diperingati setiap 15 Agustus. Sejumlah netizen Korea kemudian mengkritik Ha Young karena dianggap memperkenalkan sejarah keluarganya dengan rasa bangga tanpa mengetahui atau membahas sisi kontroversial dari sejarah buyutnya.
Namun, tuduhan terhadap Ahn Sang-ho tidak serta-merta berarti Ha Young memiliki keterlibatan dalam aktivitas politik atau tindakan buyutnya pada masa tersebut. Perdebatan yang berkembang saat ini berfokus pada bagaimana rekam jejak Ahn Sang-ho seharusnya dinilai berdasarkan catatan sejarah.
Pihak Ha Young melalui agensinya, BISTUS Entertainment, telah memberikan bantahan. Pada 10 Agustus, agensi mengonfirmasi bahwa buyut Ha Young memang Ahn Sang-ho, tetapi membantah tuduhan mengenai aktivitas pro-Jepang.
“Dugaan aktivitas pro-Jepang yang dilakukan buyut Ha Young tidak berdasar,” ujar pihak agensi.
Dalam pernyataan lainnya, agensi menyebut terdapat bagian dari informasi yang beredar secara online mengenai Ahn Sang-ho yang tidak sesuai dengan fakta. Karena itu, pihak agensi meminta agar informasi mengenai sang buyut tidak disimpulkan hanya berdasarkan materi yang beredar di internet.
Ha Young sendiri sebelumnya pernah membicarakan latar belakang keluarganya dalam sebuah wawancara pada Januari 2025. Saat itu, ia mengaku tidak mengetahui terlalu banyak mengenai detail sejarah keluarganya, tetapi mengatakan bahwa dirinya merasa sangat bersyukur dan bangga dengan tradisi medis yang diwariskan dalam keluarganya.
Ha Young debut sebagai aktris melalui drama KBS2 Doctor Prisoner pada 2019. Ia kemudian tampil dalam sejumlah drama, termasuk Chocolate, Soul Mechanic, The Call, Private Lives, Let Me Be Your Knight, Now, We Are Breaking Up, Secret Royal Inspector & Joy, Mouse, The Fabulous, The Good Detective 2, Extraordinary Attorney Woo, Doona!, Face Me, dan The Trauma Code: Heroes on Call.
Saat ini, Ha Young membintangi Our Sticky Love, drama romantis komedi Netflix yang mulai tayang pada 7 Agustus 2026. Dalam drama tersebut, ia berperan sebagai Go Eun-sae, seorang jaksa yang kehilangan ingatan setelah sebuah insiden dan kemudian bertemu Jang Tae-ha, yang diperankan Jung Hae-in, seorang pelatih tinju yang mengaku sebagai kekasihnya. Netflix menggambarkan serial ini sebagai perpaduan komedi romantis dengan unsur misteri dan kisah kriminal.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

