Posted in

Korea Selatan Mulai Kembangkan Industri Drama Pendek, Ingin Saingi Drama Pendek China?

Bagikan

LayarHijau.com – Korea Selatan mulai serius mengembangkan industri drama pendek di tengah ledakan pasar short-form drama yang saat ini dipimpin China. Perkembangan tersebut menjadi sorotan dalam laporan terbaru Korea Creative Content Agency (KOCCA), yang melihat drama pendek bukan sekadar tren baru dalam konsumsi konten, tetapi juga sebagai peluang bisnis dan ekspor bagi industri konten Korea.

Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan bersama KOCCA menerbitkan laporan “Broadcasting Video & OTT Trends (Vol.2)” edisi Juli 2026. Laporan tersebut mengangkat tema “숏드라마, 트렌드와 비즈니스 전략 사이에서” (Drama Pendek, di Antara Tren dan Strategi Bisnis) dan secara khusus membahas pertumbuhan pasar drama pendek global serta posisi yang dapat diambil industri Korea.

Osmanthus Honey Ala Luke The Early Spring

★★★★★ 5 Stars

Osmanthus honey terinspirasi dari drama The Early Spring. Minuman yang sering dibuatkan Luke untuk Flora.

Bentuk produknya seperti selai. Penggunaannya tinggal dicampurkan air hangat atau susu.


Kami memperoleh komisi kecil setiap kali kalian melakukan pembelian melalui link yang kami berikan, tanpa ada tambahan biaya untuk kalian.

Dalam bagian “Spotlight”, KOCCA membahas pertanyaan mengenai posisi Korea di tengah pasar drama pendek global yang berkembang pesat dan didominasi China. Laporan tersebut menilai ada sejumlah hal yang perlu diperkuat agar drama pendek Korea atau K-short drama mampu memiliki daya saing, mulai dari pemanfaatan intellectual property (IP) yang telah terbukti, fondasi produksi yang stabil, penerapan teknologi artificial intelligence (AI), hingga terciptanya ekosistem industri yang berkelanjutan.

KOCCA juga menyoroti strategi global lima perusahaan Korea yang sudah terjun ke bisnis drama pendek, yakni WhyNot Media, Bamboo Network, Studio Shortnaps, Vigloo, dan Lezhin Snack. Kelima perusahaan tersebut dibahas melalui wawancara mengenai strategi produksi, distribusi, ekspansi global, serta tantangan yang mereka hadapi dalam mengembangkan pasar K-short drama.

China Sudah Lebih Dulu Membentuk Pasar Drama Pendek

Perhatian Korea terhadap drama pendek tidak terlepas dari pertumbuhan pesat industri di China. Format ini berkembang menjadi bisnis tersendiri, dengan cerita yang dirancang khusus untuk konsumsi melalui smartphone dan episode yang jauh lebih singkat dibandingkan drama televisi maupun OTT konvensional.

Drama pendek umumnya mengandalkan alur yang sangat cepat. Konflik diperkenalkan sejak awal, karakter dibuat lebih terbatas, sementara setiap episode dirancang untuk mendorong penonton segera melanjutkan ke episode berikutnya.

Format tersebut juga sangat cocok dengan kebiasaan konsumsi konten melalui media sosial. Penonton tidak harus menyediakan waktu puluhan menit untuk mengikuti satu episode, sehingga drama dapat ditonton ketika sedang memiliki waktu luang yang sangat singkat.

Di China, format ini bahkan berkembang menjadi model bisnis yang memungkinkan platform memperoleh pendapatan melalui berbagai cara, termasuk pembayaran per episode dan layanan berlangganan.

Sejumlah drama China juga menunjukkan bahwa drama pendek tidak selalu harus menggunakan formula yang sama. “Escape from the British Museum” (《逃出大英博物馆》), misalnya, menggabungkan unsur fantasi, budaya, dan romansa melalui kisah artefak China yang berubah menjadi manusia setelah berada di British Museum.

Ada pula “Why I Returned to Being 17” (《我回到十七岁的理由》), yang memadukan perjalanan waktu dengan kisah romantis remaja.

Namun, sebagian besar pasar drama pendek China masih didominasi cerita romansa dengan konflik ekstrem, pewaris kaya raya, pernikahan, perselingkuhan, balas dendam, serta fantasi mengenai perubahan status sosial.

Formula tersebut membuat cerita bergerak sangat cepat dan menempatkan emosi penonton sebagai salah satu elemen terpenting.

Mengapa Korea Mulai Melirik Format Ini?

Salah satu alasan drama pendek semakin menarik perhatian industri Korea adalah perubahan pola konsumsi konten.

Penonton semakin terbiasa dengan konten singkat dari TikTok, YouTube Shorts, Instagram Reels, dan berbagai platform video lainnya. Kebiasaan tersebut ikut mengubah ekspektasi terhadap drama.

Alih-alih menunggu beberapa episode untuk mengetahui konflik utama, penonton drama pendek langsung diperkenalkan dengan persoalan besar sejak awal. Setiap bagian cerita dibuat seefisien mungkin agar penonton tidak kehilangan minat.

Selain persoalan perilaku penonton, faktor ekonomi juga menjadi daya tarik besar.

Produksi drama konvensional membutuhkan waktu dan biaya yang besar, sementara drama pendek dapat dibuat dengan skala produksi yang lebih kecil dan siklus produksi yang lebih cepat. Model distribusinya pun lebih fleksibel karena dapat disesuaikan dengan platform digital.

Teknologi AI berpotensi semakin memperbesar keunggulan tersebut. AI kini mulai dimanfaatkan dalam berbagai tahap produksi konten, termasuk penyuntingan, penerjemahan, pembuatan subtitle, sulih suara, hingga proses visual tertentu.

Karena itu, bagi industri Korea yang tengah menghadapi tekanan biaya produksi dan persaingan ketat antarplatform OTT, drama pendek dapat menjadi salah satu alternatif untuk menciptakan konten dengan risiko produksi yang lebih terukur.

Drama Pendek Korea Mulai Mencari Pasar Global

Yang menarik, KOCCA tidak hanya membahas drama pendek sebagai fenomena domestik Korea. Salah satu fokus utamanya adalah bagaimana K-short drama dapat memasuki pasar global.

WhyNot Media, Bamboo Network, Studio Shortnaps, Vigloo, dan Lezhin Snack menjadi contoh perusahaan yang sedang mencoba membangun model bisnis tersebut.

Vigloo, misalnya, merupakan salah satu platform yang secara khusus bergerak di bidang drama pendek dan telah menargetkan pasar internasional. Kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut menunjukkan bahwa Korea tidak hanya ingin mengikuti popularitas format drama pendek, tetapi juga mulai memikirkan bagaimana menjadikannya produk ekspor.

Namun, KOCCA menilai Korea tidak cukup hanya meniru formula drama pendek China. Penguatan IP, kualitas konten, sistem produksi, teknologi, dan ekosistem industri menjadi bagian penting agar K-short drama dapat berkembang secara berkelanjutan. (뉴스핌)

Drama Pendek Tidak Hanya Menargetkan Anak Muda

Fenomena menarik lainnya adalah kelompok penonton drama pendek tidak selalu identik dengan generasi Z.

Kesuksesan drama pendek China menunjukkan adanya pasar yang cukup besar di kalangan penonton perempuan dewasa. Kelompok ini memiliki pengalaman panjang dalam mengonsumsi drama sekaligus daya beli yang dapat mendukung model bisnis berbayar.

Hal tersebut menjadi pelajaran penting bagi industri Korea. Upaya menjadikan drama pendek sebagai konten khusus anak muda belum tentu menghasilkan respons yang diharapkan.

Karena itu, industri Korea perlu mencari cerita dan karakter yang dapat menjangkau kelompok penonton lebih luas, termasuk penonton yang sebelumnya sudah terbiasa dengan drama televisi dan OTT.

IP Lama dan Selebritas Ikut Menjadi Strategi

Selain drama pendek, laporan “Broadcasting Video & OTT Trends (Vol.2)” juga membahas tren kembalinya “old IP” atau IP lama serta semakin luasnya pemanfaatan “celebrity IP”.

Tren tersebut dapat menjadi strategi yang menarik di tengah tingginya biaya menciptakan IP baru.

Salah satu contohnya adalah “My Lovely Sam Soon” (《내 이름은 김삼순》), yang kembali mendapat perhatian melalui proyek “New Classic” milik Wavve. Drama tersebut dipulihkan menggunakan teknologi peningkatan kualitas gambar hingga 4K dan disajikan kembali dalam format yang lebih sesuai dengan pola konsumsi penonton saat ini.

Strategi semacam itu menunjukkan bahwa industri Korea tidak hanya mencari jalan melalui produksi drama baru. Konten lama yang sudah memiliki karakter kuat, cerita yang dikenal, serta basis penggemar juga dapat dikemas kembali untuk menjangkau penonton baru.

Laporan KOCCA turut menyoroti ekspansi celebrity IP melalui wawancara dengan Lee Jung-ho, produser Studio Episode yang pernah menggarap konten seperti “Cho Seung-yeon’s Exploration of Life” dan “Today’s Joo Woo-jae”. Pembahasan tersebut memperlihatkan bagaimana popularitas seorang selebritas dapat dikembangkan menjadi berbagai bentuk konten di luar format tradisional.

Apakah Korea Bisa Menyaingi China?

Perkembangan ini belum berarti Korea sudah mampu menandingi China dalam industri drama pendek.

China masih memiliki keunggulan dari sisi skala pasar, pengalaman produksi, jumlah platform, serta model bisnis yang sudah lebih matang. Justru karena itulah laporan KOCCA menempatkan penguatan daya saing industri Korea sebagai salah satu persoalan utama.

Korea memiliki keunggulan lain yang tidak kalah penting, yakni kekuatan K-content, pengalaman dalam produksi drama, IP populer, aktor yang memiliki basis penggemar internasional, serta jaringan distribusi global yang telah terbentuk melalui keberhasilan drama dan film Korea.

Tantangannya adalah menggabungkan keunggulan tersebut dengan karakteristik drama pendek.

Jika Korea mampu menghasilkan cerita yang lebih beragam, mempertahankan kualitas produksi, memanfaatkan IP secara efektif, serta menggunakan teknologi untuk menekan biaya tanpa mengorbankan kreativitas, K-short drama berpeluang berkembang menjadi salah satu cabang baru industri K-content.

Untuk saat ini, langkah Korea lebih tepat dilihat sebagai upaya membangun posisi di pasar yang sudah lebih dulu dikuasai China. Apakah nantinya mampu menjadi pesaing serius masih bergantung pada kemampuan industri Korea menemukan formula sendiri, bukan sekadar mengikuti kesuksesan drama pendek China.

Selain drama pendek, laporan tersebut juga membahas tren “old IP”, ekspansi “celebrity IP”, perubahan konsumsi global OTT pada kuartal II 2026, persaingan pendapatan iklan, serta perkembangan industri penyiaran dan video di enam kawasan dunia. (Korean Broadcasting Scholars Association)

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *