LayarHijau.com – Perkembangan kecerdasan buatan generatif di China melahirkan sebuah pasar digital baru. Masyarakat kini bisa memberikan izin penggunaan wajah mereka kepada pengembang konten AI dan mendapatkan bayaran sebagai imbalannya.
Sejumlah platform khusus menyediakan layanan yang memungkinkan pengguna mengunggah foto atau video diri mereka. Pengembang konten kemudian dapat memilih wajah yang sesuai dengan kebutuhan mereka dan membayar hak penggunaannya untuk berbagai keperluan, termasuk iklan dan drama pendek vertikal.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Berdasarkan ketentuan yang ditawarkan sejumlah platform, bayaran untuk penggunaan wajah berkisar antara US$15 hingga US$700. Dengan kurs sekitar Rp17.800 per dolar AS, nilai tersebut setara dengan sekitar Rp267 ribu hingga Rp12,46 juta.
Model bisnisnya menyerupai platform penyedia stok foto. Pengguna mengunggah foto mereka, sementara pihak produksi dapat mencari wajah berdasarkan sejumlah kriteria, seperti jenis kelamin, usia, karakteristik penampilan, hingga tema konten yang diinginkan.
Pilihan tersebut bahkan dapat disesuaikan dengan genre, mulai dari thriller dan komedi hingga drama romantis. Setelah menemukan wajah yang dianggap sesuai, pihak produksi dapat memperoleh hak untuk menggunakannya dalam iklan atau drama pendek vertikal.
Format drama pendek tersebut tengah berkembang pesat di China. Pada kuartal pertama 2026, lebih dari 128.000 drama pendek vertikal dilaporkan telah dirilis di negara tersebut. Sekitar 95 persen di antaranya disebut dibuat menggunakan teknologi AI.
Pasar lisensi wajah ini juga mulai menunjukkan aktivitas komersial. Sejumlah platform yang meluncurkan layanan pada Maret 2026 telah menarik sekitar 800 pengguna. Dari jumlah tersebut, sekitar 300 pengguna telah menyetujui pemberian izin untuk penggunaan identitas mereka.
Dalam salah satu transaksi yang disebutkan, dua proyek AI membeli hak penggunaan wajah 10 orang dengan bayaran antara US$15 hingga US$74 per episode. Setelah dikonversikan, nilainya berada di kisaran Rp267 ribu hingga Rp1,32 juta per episode, sebelum memperhitungkan rincian lain di luar komisi platform.
Platform terkait disebut mengambil komisi sebesar 10 persen dari transaksi. Untuk menjaga agar nilai hak penggunaan wajah tidak jatuh terlalu rendah, beberapa platform bahkan menetapkan batas pembayaran minimum US$74 atau sekitar Rp1,32 juta.
Meski menawarkan sumber pendapatan baru, model bisnis tersebut juga memunculkan kekhawatiran terkait perlindungan data biometrik dan hak atas potret seseorang.
Para ahli memperingatkan bahwa ketika seseorang menyerahkan data biometrik berupa wajah, mereka berpotensi kehilangan kendali atas bagaimana penampilan mereka digunakan pada masa mendatang. Persoalan ini menjadi semakin rumit ketika isi kontrak tidak menjelaskan secara tegas seluruh bentuk penggunaan data tersebut.
Perlindungan terhadap penggunaan data wajah untuk melatih model AI juga dinilai belum selalu memadai. Karena itu, pengguna perlu memahami dengan cermat apakah izin yang diberikan hanya berlaku untuk iklan atau drama tertentu, atau mencakup penggunaan yang lebih luas.
Kasus penggunaan wajah tanpa izin juga telah terjadi. Dua blogger sebelumnya mengajukan keluhan setelah foto pribadi mereka diduga digunakan tanpa persetujuan oleh platform Hongguo milik ByteDance untuk membuat sebuah video. Video tersebut dilaporkan telah mencapai sekitar 40 juta penayangan.
ByteDance juga disebut telah menghapus lebih dari 85.000 video yang menggunakan teknologi AI untuk meniru identitas orang lain secara ilegal.
Di sisi hukum, sejumlah perkara mengenai penggunaan wajah dalam konten AI mulai masuk ke pengadilan. Pengadilan Internet Guangzhou disebut telah menangani sekitar 700 perkara semacam ini dalam tiga tahun terakhir.
Pada Maret 2026, sebuah pengadilan di Beijing mengeluarkan putusan yang dianggap penting. Pengadilan menyatakan bahwa penggunaan potret seseorang dalam konten AI tanpa persetujuan merupakan tindakan ilegal, termasuk ketika gambar tersebut telah dimodifikasi.
Kemunculan pasar “sewa wajah” menunjukkan bagaimana AI menciptakan bentuk ekonomi digital baru. Masyarakat dapat memperoleh penghasilan dari hak penggunaan penampilan mereka, sementara pengembang konten mendapatkan mekanisme untuk memperoleh izin penggunaan wajah secara lebih terstruktur.
Namun, peluang tersebut juga membawa risiko yang tidak kecil. Hak atas potret, data biometrik, durasi lisensi, batas penggunaan, serta kemungkinan data wajah dimanfaatkan untuk melatih model AI menjadi sejumlah persoalan yang perlu diperhatikan.
Dengan aturan yang masih terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi, masyarakat yang tertarik memberikan lisensi wajah perlu membaca setiap ketentuan kontrak dengan teliti, terutama mengenai ruang lingkup penggunaan, jangka waktu izin, dan apa yang terjadi terhadap data mereka setelah perjanjian berakhir.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


