Posted in

Perusahaan Drama Pendek China Diduga Gunakan AI untuk Menjiplak Novel Populer dan Membuat Ribuan Novel Online Baru

Bagikan

LayarHijau.com – Sebuah dugaan praktik produksi konten secara massal menggunakan kecerdasan buatan (AI) tengah memicu kekhawatiran di industri novel online dan drama pendek China. Sebuah perusahaan drama pendek terkemuka disebut merekrut ribuan orang dan menggunakan model AI yang dikembangkan sendiri untuk membuat novel dalam jumlah sangat besar.

Informasi tersebut diungkap Sohu Entertainment setelah kabar mengenai praktik itu beredar di media sosial. Menurut sumber yang dikutip Sohu Entertainment, perusahaan tersebut diduga dapat mengunggah hingga 1.000 novel setiap hari, dengan masing-masing karya memiliki panjang sekitar 300.000 hingga 400.000 karakter.

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Skema ini diduga bukan sekadar menggunakan AI untuk menulis cerita dari nol. Perusahaan tersebut disebut terlebih dahulu mencari novel yang sudah terbukti populer, kemudian mengubah dan mengolahnya untuk menghasilkan karya baru. Jika salah satu karya baru itu mendapat respons bagus dari pembaca, ceritanya dapat dikembangkan menjadi drama pendek.

Novel Populer Diduga Dijadikan Bahan Dasar

Menurut informasi yang dikutip Sohu Entertainment, perusahaan tersebut diduga mencari novel yang sudah memiliki pasar di berbagai platform. Dengan menggunakan karya yang telah terbukti menarik pembaca sebagai bahan awal, mereka tidak perlu sepenuhnya menebak cerita seperti apa yang akan disukai pasar.

Novel-novel tersebut kemudian diduga diberikan kepada banyak penulis lepas untuk dibuat menjadi versi cerita yang berbeda. Mereka mengubah nama dan karakter tokoh, latar, konflik, serta berbagai detail alur sehingga hasil akhirnya terlihat berbeda dari novel asli.

Setelah perubahan awal tersebut dilakukan, model AI yang dikembangkan perusahaan digunakan untuk mengolah cerita dalam jumlah besar. Hasilnya kemudian dibuat menjadi banyak novel yang diperlakukan seperti karya baru.

Skala produksinya menjadi salah satu bagian paling mencolok dari dugaan ini. Sumber yang dikutip Sohu Entertainment menyebut perusahaan tersebut dapat mengunggah hingga 1.000 novel dalam satu hari.

Mengapa Cara Ini Menimbulkan Masalah Hak Cipta?

Persoalannya bukan sekadar apakah sebuah novel dibuat menggunakan AI atau tidak.

Jika cerita orang lain digunakan sebagai dasar tanpa izin, kemudian hanya diubah pada bagian-bagian tertentu agar terlihat berbeda, hal tersebut tetap dapat menimbulkan persoalan hak cipta. Mengganti nama tokoh atau latar, misalnya, tidak otomatis membuat sebuah karya menjadi sepenuhnya baru.

Risikonya semakin besar apabila bagian penting dari karya asli masih dipertahankan, seperti rangkaian peristiwa, karakterisasi, konflik, hubungan antartokoh, atau susunan cerita yang memiliki kemiripan substansial.

Karena itu, penggunaan AI tidak dengan sendirinya menghilangkan persoalan tersebut. AI hanya menjadi alat yang memungkinkan proses pengubahan dan produksi dilakukan jauh lebih cepat dan dalam jumlah yang jauh lebih besar.

Ribuan Novel Dipakai untuk Menguji Respons Pembaca

Setelah dibuat, novel-novel tersebut diduga diunggah ke berbagai platform menggunakan akun yang terlihat seperti akun penulis baru.

Karya-karya itu kemudian bersaing seperti novel biasa. Pembaca memberikan respons, sementara algoritma platform mencatat berbagai data seperti tingkat pembacaan dan performa karya.

Cara ini memungkinkan perusahaan menguji banyak cerita sekaligus. Mereka tidak perlu mengeluarkan biaya untuk memproduksi drama pendek dari setiap cerita karena hanya karya yang menunjukkan hasil menjanjikan yang akan dipertimbangkan untuk dikembangkan lebih lanjut.

Jika sebuah novel memperoleh data yang bagus, cerita tersebut dapat diubah menjadi naskah drama pendek dan kemudian diproduksi.

Dengan demikian, novel online dalam skema tersebut diduga berfungsi sebagai tahap pengujian pasar sebelum sebuah cerita dikembangkan menjadi drama pendek.

Risiko Awal Justru Ditanggung Banyak Pihak

Menurut Sohu Entertainment, model bisnis seperti ini dapat membuat risiko pada tahap awal tersebar ke berbagai pihak.

Penulis asli berpotensi kehilangan perhatian pembaca ketika cerita mereka diduga digunakan sebagai dasar untuk menghasilkan karya lain dalam jumlah besar. Penulis yang membuat karya orisinal juga harus bersaing dengan konten yang diproduksi secara massal.

Di sisi lain, platform novel harus menghadapi membanjirnya karya baru. Jika satu perusahaan saja benar-benar mampu mengunggah hingga 1.000 novel setiap hari, jumlah konten yang harus disaring dan diperiksa platform tentu menjadi sangat besar.

Setelah salah satu karya menunjukkan potensi, perusahaan yang membuatnya justru dapat mengambil keuntungan dari tahap berikutnya, yaitu adaptasi menjadi drama pendek.

Dugaan Serupa Juga Terjadi di Kalangan Studio Drama Pendek

Kasus yang dibahas Sohu Entertainment tidak berdiri sendiri. Laporan tersebut menyebut bahwa sebagian studio drama pendek kecil dan menengah juga diduga menggunakan cara serupa untuk mengurangi biaya mendapatkan cerita.

Studio yang tidak memiliki anggaran untuk membeli hak adaptasi novel secara resmi disebut dapat mengambil inti cerita dari novel populer, mengubah sejumlah bagian, lalu menjadikannya dasar untuk membuat naskah drama pendek.

Dalam beberapa kasus, mereka bahkan disebut tidak perlu membuat atau menerbitkan novel terlebih dahulu.

Tim produksi dapat mengambil bab-bab novel yang tersedia secara gratis di internet, kemudian menggunakan AI untuk melanjutkan cerita dan langsung mengubah hasilnya menjadi naskah drama pendek.

Namun, tersedianya sebuah novel secara gratis untuk dibaca di internet tidak berarti karya tersebut bebas digunakan atau diadaptasi tanpa izin. Karena itu, cara tersebut juga berpotensi menimbulkan persoalan hak cipta.

Produksi Massal Bisa Memperburuk Persaingan Konten

Dari sisi bisnis, cara seperti ini memang menawarkan keuntungan jangka pendek. Perusahaan dapat mengurangi biaya pengembangan cerita, memproduksi banyak karya dengan cepat, lalu menggunakan data pembaca untuk menentukan cerita mana yang layak dikembangkan.

Namun, jika semakin banyak perusahaan menggunakan pola yang sama, dampaknya dapat merugikan industri secara keseluruhan.

Perusahaan bisa semakin tidak terdorong mengembangkan cerita orisinal karena cerita yang sudah terbukti populer dapat dijadikan bahan untuk membuat berbagai versi baru dengan biaya dan waktu yang lebih rendah.

Akibatnya, novel online dan drama pendek berisiko dipenuhi cerita yang semakin mirip. Persaingan untuk mendapatkan perhatian pembaca dan penonton pun menjadi semakin ketat, sementara kejenuhan terhadap pola cerita yang sama dapat muncul lebih cepat.

Praktik tersebut juga dapat memperbesar persoalan peniruan dan pelanggaran hak cipta di industri drama pendek.

Platform Mulai Memperketat Pengawasan AI

Di tengah persoalan tersebut, sejumlah platform novel online China disebut mulai meningkatkan pengawasan terhadap konten yang dibuat dengan AI.

Menurut Sohu Entertainment, beberapa platform besar telah meningkatkan kemampuan pendeteksian dengan melihat bukan hanya pola bahasa, tetapi juga hubungan antarkarakter, perkembangan alur, ritme cerita, dan struktur keseluruhan sebuah karya.

Platform juga disebut mulai menindak akun yang mendaftarkan banyak akun dan mengunggah karya yang dicurigai sebagai hasil penulisan ulang berbasis AI secara massal. Tindakannya dapat berupa menghapus karya, membatasi penyebaran konten, hingga memblokir akun.

Langkah ini penting karena masalahnya bukan hanya menemukan apakah sebuah teks dibuat oleh AI, tetapi juga mendeteksi pola ketika banyak karya yang tampaknya berbeda sebenarnya memiliki dasar cerita yang sangat mirip.

Pengawasan terhadap Drama Pendek Juga Diperketat

Pengawasan tidak hanya dilakukan di platform novel.

Industri drama pendek juga menghadapi aturan yang semakin ketat terkait penggunaan AI. Sohu Entertainment menyebut adanya penerapan aturan mengenai pendaftaran drama pendek berbasis AI serta kewajiban memberikan penanda pada konten yang dibuat menggunakan AI.

Kondisi tersebut membuat perusahaan drama pendek harus semakin memperhatikan sumber cerita sebelum sebuah naskah diproduksi dan ditayangkan.

Jika sebuah cerita berasal dari karya orang lain, perusahaan perlu memastikan hak adaptasinya jelas. Penggunaan AI dalam proses penulisan tidak menghapus kewajiban tersebut.

AI Bukan Persoalan Utamanya

Pada akhirnya, persoalan yang diangkat dalam laporan ini bukan berarti penggunaan AI untuk membuat novel atau naskah secara otomatis merupakan pelanggaran.

Yang menjadi masalah adalah ketika teknologi tersebut digunakan untuk mengambil karya yang sudah ada, mengubahnya agar terlihat berbeda, lalu menghasilkan karya baru dalam jumlah besar tanpa izin dari pemilik haknya.

AI membuat proses tersebut menjadi jauh lebih cepat. Jika sebelumnya peniruan sebuah cerita membutuhkan banyak tenaga dan waktu, teknologi ini memungkinkan proses pengolahan dilakukan secara massal.

Karena itu, perkembangan AI membuat perlindungan terhadap karya orisinal menjadi semakin penting. Platform juga perlu memastikan bahwa produksi konten dalam jumlah besar tidak membuat karya asli tenggelam di tengah banjir konten yang dibuat dengan cara serupa.

Bagi industri drama pendek, persoalannya juga bukan hanya seberapa cepat sebuah cerita dapat diproduksi. Tanpa cerita orisinal dan hak adaptasi yang jelas, produksi massal justru dapat menciptakan masalah hukum sekaligus memperburuk kualitas dan keberagaman konten di pasar.

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Sources0
Via0

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *