LayarHijau.com – Drama China The Early Spring (《早春晴朗》) yang dibintangi Jing Boran dan Sun Qian tengah menjadi perbincangan setelah tayang secara bersamaan di Netflix. Drama urban romance ini menarik perhatian berkat visual yang indah dan atmosfer yang kuat, tetapi juga menuai kritik dari sejumlah penonton China.
Beberapa penonton menilai penggambaran dunia kerja dalam The Early Spring terlalu jauh dari realitas masa kini. Kritik lainnya diarahkan pada karakter Jing Boran yang dianggap memiliki banyak tanda bahaya atau red flag, sementara karakter Shang Zhi Tao yang diperankan Sun Qian dinilai terlalu polos.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Drama ini sendiri berhasil masuk jajaran teratas Netflix di sejumlah wilayah sejak penayangannya. Namun, popularitas tersebut berjalan beriringan dengan perdebatan di kalangan penonton China mengenai alur cerita dan karakter-karakternya.
Cerita Dunia Kerja Dinilai Tidak Realistis
Salah satu kritik terbesar penonton China ditujukan pada penggambaran dunia kerja dalam The Early Spring. Sun Qian berperan sebagai Shang Zhi Tao, perempuan muda yang tidak memiliki pengalaman kerja dan berasal dari latar pendidikan serta keluarga biasa.
Meski demikian, Shang Zhi Tao dapat dengan mudah mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan periklanan papan atas. Dalam cerita, salah satu petinggi perusahaan bahkan memberikan kesempatan kepadanya dengan alasan bahwa kehadirannya dapat membuat tim lebih dekat dengan kehidupan masyarakat biasa.
Bagi sebagian penonton China yang memiliki pengalaman bekerja, situasi tersebut sulit dipercaya. Mereka menilai proses perekrutan Shang Zhi Tao dan perkembangan kariernya terlalu jauh dari kondisi dunia kerja sebenarnya.
“Tokoh perempuan yang masih pemula masuk perusahaan ternama lalu menjalin hubungan dengan atasan laki-laki adalah formula yang sudah terlalu kuno. Siapa pun yang pernah bekerja pasti sulit menontonnya,” tulis seorang warganet China.
Penonton China lainnya juga memberikan kritik serupa terhadap penggambaran dunia kerja dalam drama tersebut.
“Alur pekerjaan dalam drama ini benar-benar tidak dekat dengan kenyataan,” komentar seorang penonton China.
Sejumlah warganet China bahkan mempertanyakan apakah penulis skenario memiliki cukup pengalaman dengan kehidupan di tempat kerja. Menurut mereka, alur yang berkaitan dengan pekerjaan terasa kurang logis dan terlalu sering digunakan sebagai sarana untuk membangun hubungan romantis antara Shang Zhi Tao dan atasannya.
Jing Boran Dianggap Punya Banyak Red Flag
Karakter yang diperankan Jing Boran menjadi salah satu sumber kritik terbesar. Ia memainkan sosok bos dingin dan dominan dengan formula khas romance CEO, yaitu pria yang terlihat keras dan sulit didekati tetapi sebenarnya menunjukkan perhatian kepada pemeran utama perempuan.
Namun, bagi sebagian penonton China, sikap tersebut justru dipenuhi red flag.
Karakter Jing Boran beberapa kali menggunakan kata-kata tajam ketika berhadapan dengan bawahannya. Sikap keras itu dalam cerita diposisikan sebagai bentuk ketegasan atau cara mendidik bawahan, tetapi sejumlah penonton China menilai perilaku tersebut tidak layak dianggap romantis.
Bagi mereka, merendahkan bawahan, menggunakan serangan personal, serta mencampurkan sikap dominan dengan hubungan romantis merupakan red flag yang sulit diabaikan.
“Sering menggunakan kata-kata kasar untuk merendahkan bawahan, lalu menganggap serangan personal sebagai bentuk pengajaran yang tegas. Nilai-nilai yang ditampilkan membuat orang sulit menerimanya. Sampai ingin berhenti menonton,” tulis seorang warganet China.
Cara Jing Boran membawakan karakter tersebut juga mendapat kritik. Sejumlah penonton China menilai ia terlalu menekan ekspresi wajah demi mempertahankan citra bos dingin sehingga aktingnya terlihat kaku dan terlalu dibuat-buat.
Ekspresi karakter yang terlalu datar dan dingin tersebut juga dianggap membuat chemistry dengan Shang Zhi Tao kurang terasa.
Adegan Romantis Jing Boran dan Sun Qian Dinilai Dipaksakan
Hubungan romantis antara Jing Boran dan Sun Qian juga tidak sepenuhnya mendapat respons positif. Sejumlah penonton China menilai beberapa adegan romantis, termasuk adegan ciuman, muncul tanpa pembangunan hubungan yang cukup kuat.
Sikap karakter Jing Boran yang sangat dingin ditambah adegan ciuman yang dianggap minim buildup membuat sebagian penonton merasa momen tersebut lebih janggal daripada romantis.
Alih-alih membuat penonton ikut merasakan chemistry kedua karakter, adegan tersebut justru dianggap terasa kaku dan mendadak.
Bagi sebagian penonton China, hal ini semakin memperlihatkan bahwa The Early Spring masih menggunakan formula romance dari novel web lama. Sosok bos dominan, pegawai perempuan polos, serta hubungan romantis antara atasan dan bawahan dianggap sudah kurang sesuai dengan selera penonton masa kini.
Sun Qian Dinilai Terlalu Polos
Karakter Shang Zhi Tao yang diperankan Sun Qian juga menjadi bahan kritik. Kepolosan karakter tersebut merupakan bagian penting dari cerita, terutama karena ia baru memasuki dunia kerja.
Namun, sejumlah penonton China merasa sifat polos Shang Zhi Tao terlalu berlebihan ketika ditempatkan dalam lingkungan perusahaan profesional.
Mereka mempertanyakan bagaimana karakter dengan pengalaman kerja yang minim dan kepribadian yang sangat polos dapat dengan mudah masuk ke perusahaan periklanan besar sekaligus bertahan dalam lingkungan kerja yang kompetitif.
Perpaduan antara perempuan utama yang terlalu polos, bos laki-laki yang dominan dan penuh red flag, serta kisah pegawai baru yang kemudian menjalin hubungan dengan atasannya membuat sebagian penonton China merasa The Early Spring terlalu jauh dari realitas.
Meski demikian, kritik tersebut tidak menghilangkan popularitas drama ini. The Early Spring tetap menarik perhatian sejak debutnya di Netflix, terutama berkat visual, atmosfer romantis, serta daya tarik Jing Boran dan Sun Qian sebagai pemeran utama.
Drama ini pun berada dalam situasi yang cukup kontras: berhasil mencuri perhatian penonton di berbagai wilayah, tetapi pada saat yang sama memicu perdebatan di China mengenai apakah formula romance dan penggambaran dunia kerja dari novel lama masih dapat diterima oleh penonton masa kini.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


