Profesi Unik Karakter Tian Xiwei dalam Pursuit of Jade Disorot, Dinilai Bawa Warna Baru bagi Drama Kostum China

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

LayarHijau.com – Drama kostum romantis Pursuit of Jade (逐玉) yang dibintangi Tian Xiwei dan Zhang Linghe sudah menjadi bahan perbincangan sejak tahap persiapan produksi. Setelah resmi tayang, drama ini semakin ramai dibicarakan, dengan popularitas tinggi yang berjalan beriringan dengan berbagai kontroversi.

Diskusi mengenai strategi promosi, lonjakan popularitas, hingga kemampuan akting para pemerannya terus muncul di berbagai platform. Meski begitu, tidak dapat dipungkiri bahwa Pursuit of Jade juga mencatatkan hasil yang sangat baik, baik di dalam platform penayangannya maupun di berbagai daftar peringkat pihak ketiga.

Di tengah perdebatan tersebut, isi cerita drama ini juga menarik perhatian penonton. Salah satu hal yang paling banyak dibicarakan adalah profesi tokoh utama perempuannya.

- Advertisement -

Dalam drama ini, karakter Fan Changyu yang diperankan Tian Xiwei tidak digambarkan sebagai putri bangsawan atau anggota keluarga kerajaan seperti yang sering muncul dalam drama kostum romantis. Sebaliknya, ia diperkenalkan sebagai seorang penyembelih babi dari desa.

Cerita Pursuit of Jade mengikuti perjalanan hidup Fan Changyu yang kehilangan kedua orang tuanya dan harus hidup saling bergantung dengan adik perempuannya. Suatu hari, ia secara tidak sengaja menyelamatkan seorang bangsawan bernama Xie Zheng yang sedang dalam pelarian.

Keduanya kemudian sepakat menjalani pernikahan palsu karena masing-masing memiliki tujuan sendiri. Namun seiring waktu dan kebersamaan yang mereka lalui, hubungan tersebut perlahan berubah menjadi perasaan yang tulus. Sayangnya, situasi politik di istana serta berbagai konflik masa lalu memaksa mereka berpisah.

- Advertisement -

Dalam kondisi itu, Fan Changyu mengambil keputusan berani dengan membawa pisau penyembelihnya menuju medan perang. Pada akhirnya, ia dan Xie Zheng berjuang mempertahankan tanah air mereka dan berhasil menemukan kebahagiaan bersama.

Mengaitkan profesi penyembelih babi dengan tokoh utama perempuan dalam drama romantis memang terasa tidak biasa pada pandangan pertama. Dalam banyak drama kostum sebelumnya, tokoh utama perempuan biasanya digambarkan sebagai wanita bangsawan yang anggun atau setidaknya memiliki profesi yang dianggap lebih “halus”, seperti menyulam, berdagang, atau menjadi tabib.

Justru karena terlihat tidak lazim, latar belakang ini menjadi salah satu daya tarik utama pada bagian awal cerita Pursuit of Jade.

Jika diperhatikan lebih jauh, profesi tersebut sebenarnya menjadi fondasi penting bagi perkembangan karakter Fan Changyu sekaligus menciptakan berbagai momen dramatis dan komedi dalam cerita.

Drama ini bahkan membuka ceritanya dengan adegan yang cukup mencolok. Ketika para tetangga kesulitan menahan seekor babi yang meronta-ronta, Fan Changyu yang bertubuh kecil muncul dan dengan cepat berhasil menaklukkan hewan tersebut. Ia kemudian mengangkat seluruh tubuh babi itu ke dalam rumah dan menyelesaikan pekerjaannya dengan gerakan yang cepat dan terampil.

Adegan tersebut langsung memperlihatkan sosok tokoh utama perempuan yang kuat, lugas, dan berbeda dari gambaran klasik yang sering muncul dalam drama sejenis. Latar belakangnya sebagai penyembelih babi juga terus menghadirkan berbagai kontras menarik dan momen ringan yang memberi nuansa komedi dalam cerita.

- Advertisement -

Namun sebagai tokoh utama dalam drama romantis, profesi itu hanyalah titik awal perjalanan Fan Changyu, bukan tujuan akhirnya.

Meski tidak memiliki pendidikan tinggi, ia memiliki kekuatan fisik yang luar biasa serta mewarisi teknik menggunakan pisau yang sangat terampil dari keluarganya. Kemampuan inilah yang membuatnya mampu menjalani pekerjaan berat sejak awal.

Di sisi lain, keterampilan tersebut juga menjadi dasar penting bagi perkembangan karakternya di masa depan. Teknik pisau yang ia miliki ternyata berkaitan dengan identitas asli keluarganya, dan menjadi petunjuk awal bagi perubahan besar dalam hidupnya.

Seiring perkembangan cerita, Fan Changyu perlahan meninggalkan kehidupannya sebagai penyembelih dan tumbuh menjadi seorang perempuan tangguh yang mampu bertarung di medan perang.

Perubahan ini pun memicu beragam reaksi dari penonton. Sebagian menganggap perkembangan tersebut masuk akal dan merupakan bagian dari perjalanan karakter yang logis. Namun ada juga yang merasa bahwa latar belakang sebagai penyembelih babi hanya menjadi bumbu awal, sementara cerita pada akhirnya tetap kembali pada pola klasik kisah cinta antara tokoh-tokoh dengan status tinggi.

Meski begitu, bagi banyak penonton, kehadiran tokoh utama perempuan yang memegang pisau penyembelih dan memiliki kekuatan fisik luar biasa tetap menghadirkan kesegaran tersendiri.

Di tengah banyaknya drama kostum romantis dengan karakter perempuan yang digambarkan lembut dan elegan, kemunculan sosok seperti Fan Changyu menunjukkan adanya upaya baru dalam menggambarkan karakter perempuan yang lebih beragam dan mandiri. Walau pada akhirnya para tokoh utama dalam cerita ini bukanlah orang biasa, memberikan latar belakang sederhana sekaligus kemampuan untuk bertahan hidup dan melindungi orang lain kepada karakter perempuan tetap menjadi elemen yang dinilai membawa warna baru bagi drama kostum China.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments