Koordinator Adegan Intim The Early Spring Bahas Lebih Dalam Soal Adegan Mesra dan Pengalamannya Arahkan Jing Boran dan Sun Qian

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

LayarHijau.com – Adegan intim Jing Boran dan Sun Qian dalam The Early Spring (《早春晴朗》) ternyata dirancang dengan perhatian khusus terhadap posisi tubuh, sudut kamera hingga pilihan gerakan para pemain. Di balik sejumlah adegan mesra yang menjadi sorotan penonton, ada Tsai Jia-yin, koordinator adegan intim yang dilibatkan untuk membantu merancang koreografi sekaligus memastikan batasan kedua pemain dihormati selama proses syuting.

Adegan “Wall Kiss” Diubah Menjadi Posisi K

Salah satu adegan yang mendapat perhatian adalah ketika Shang Zhi Tao yang diperankan Sun Qian keluar dari kamar mandi dan akan berinteraksi secara intim dengan Luan Nian yang diperankan Jing Boran. Adegan tersebut pada awalnya bisa saja menggunakan pola romantis yang sudah sering terlihat dalam drama, yakni wall kiss (adegan ketika pria menekan perempuan ke dinding).

Namun, Tsai Jia-yin justru mengubah konsep tersebut dengan menggunakan posisi tubuh yang ia sebut sebagai bentuk “K”. Ia menjelaskan, “Saya tidak mau wall kiss (adegan ketika pria menekan perempuan ke dinding) yang membuat dia tertekan di sana. Saya ingin dia tetap punya pilihan.”

- Advertisement -

Dalam rancangan tersebut, Jing Boran sebagai Luan Nian berada di dekat dinding, kemudian karakter pria membawa Shang Zhi Tao mendekat. Dengan demikian, Sun Qian tidak ditempatkan sebagai pihak yang langsung ditekan ke dinding.

“Kamu harus memberinya pilihan. Tidak boleh hanya saya yang menekanmu di sana,” ujar Tsai Jia-yin mengenai alasan di balik perubahan koreografi tersebut.

- Advertisement -

Menurutnya, perubahan posisi itu bukan sekadar persoalan estetika adegan. Cara tersebut membuat ketegangan romantis tetap terasa, tetapi Shang Zhi Tao masih memiliki ruang untuk menentukan responsnya sendiri terhadap pendekatan Luan Nian.

Sun Qian Ingin Adegan Terhindar dari “Male Gaze”

Tsai Jia-yin juga berbicara secara terpisah dengan Jing Boran dan Sun Qian sebelum syuting untuk mengetahui batas kenyamanan masing-masing pemain. Salah satu perhatian Sun Qian adalah memastikan adegan tersebut tidak menggunakan male gaze (pandangan laki-laki yang menempatkan perempuan sebagai objek tatapan), sehingga kamera tidak mengambil gambar dengan cara yang menjadikan tubuh karakter perempuan sekadar objek tatapan.

Dalam prosesnya, posisi kamera dan gerakan tubuh dirancang agar ketertarikan antara kedua karakter tetap terlihat melalui ekspresi, jarak, tatapan dan sentuhan, bukan hanya melalui eksploitasi tubuh.

Jing Boran Belum Pernah Bekerja dengan Koordinator Adegan Intim

Jing Boran sendiri disebut sangat kooperatif ketika pertama kali bekerja dengan Tsai Jia-yin. Aktor tersebut bahkan mengatakan bahwa setelah hampir 20 tahun berkarier, ia belum pernah bekerja dengan koordinator adegan intim.

“Saya sudah hampir 20 tahun berada di industri ini dan belum pernah bertemu koordinator adegan intim. Apa pun yang kamu katakan, kami akan melakukannya,” kata Jing Boran kepada Tsai Jia-yin.

Tsai Jia-yin mengaku langsung terkesan dengan pemahaman Jing Boran terhadap karakternya. “Begitu membaca kalimat pertama dalam naskah, saya merasa dia sudah tahu apa yang sedang dilakukannya. Dia benar-benar sangat memahami karakternya,” tuturnya.

Sementara itu, Sun Qian mendapat pujian khusus dari Tsai Jia-yin karena kemampuan aktingnya melalui gerakan tangan. Menurutnya, gestur kecil yang dilakukan Sun Qian dapat menciptakan nuansa intim tanpa membutuhkan gerakan yang berlebihan.

“Qianqian sangat pandai berakting dengan tangannya,” kata Tsai Jia-yin. Ia mencontohkan bagaimana jari-jari Sun Qian yang panjang ketika menyentuh leher Jing Boran dapat menghasilkan ketegangan romantis yang kuat.

Karena itu, Tsai Jia-yin justru tidak ingin terlalu membatasi gerakan Sun Qian. “Dia melakukannya lebih baik daripada saya,” ujarnya.

Dua Hari untuk Syuting Adegan Intim

Adegan intim paling intens dalam The Early Spring terkonsentrasi pada bagian awal episode kelima. Shang Zhi Tao untuk pertama kalinya datang ke rumah Luan Nian dan keduanya kemudian melalui rangkaian interaksi mulai dari kamar mandi, meja makan hingga sofa.

Walaupun adegan tersebut tidak menampilkan hubungan seksual secara eksplisit, kedekatan fisik, tatapan, jarak tubuh dan berbagai sentuhan digunakan untuk membangun ketegangan seksual antara kedua karakter. Rangkaian adegan tersebut bahkan membutuhkan waktu sekitar dua hari untuk diselesaikan.

Lamanya proses syuting membuat Jing Boran dan Sun Qian akhirnya bercanda, “Ampuni kami, dong! Capek sekali!”

Namun, menurut Tsai Jia-yin, adegan intim yang paling menarik dalam The Early Spring justru bukan adegan yang memiliki tingkat kedekatan fisik paling tinggi. Ia lebih menyukai momen ketika Luan Nian memeluk Shang Zhi Tao, kemudian menunduk untuk menciumnya dan berkata, “Jangan berpisah, OK?”

Menurut Tsai Jia-yin, kekuatan adegan tersebut justru terletak pada kedekatan emosional kedua karakter. Adegan intim tidak harus selalu dibuat semakin berani untuk menunjukkan hubungan mereka. Dalam beberapa situasi, pelukan, ciuman dan dialog sederhana dapat memperlihatkan perubahan perasaan dengan lebih kuat.

Tsai Jia-yin Menolak Menambah Adegan Intim di Harbin

Pendekatan itu juga terlihat dalam adegan ketika Luan Nian pergi ke Harbin untuk mengejar Shang Zhi Tao. Tsai Jia-yin mengatakan bahwa sempat muncul gagasan agar adegan tersebut kembali memiliki unsur intim, tetapi ia langsung menolaknya.

“Saya bilang, tolong jangan! Jangan melakukan itu di Harbin. Cukup berpelukan saja, lalu bangun di tempat tidur yang sama,” ujarnya.

Menurut Tsai Jia-yin, inti adegan tersebut bukanlah menambahkan adegan mesra, melainkan memperlihatkan usaha Luan Nian untuk mendapatkan kembali hubungan mereka dan memperbaiki kesalahan di masa lalu.

The Early Spring Jadi Pengalaman Baru bagi Produksi Drama China

The Early Spring juga menjadi pengalaman penting bagi Tsai Jia-yin karena produksi tersebut disebut sebagai drama China daratan pertama yang menghadirkan koordinator adegan intim dalam proses produksinya. Sebelum terlibat dalam drama yang dibintangi Jing Boran dan Sun Qian tersebut, ia telah memiliki pengalaman menangani adegan intim dalam produksi Taiwan, termasuk serial Netflix Let’s Talk About CHU (《愛愛內含光》).

Pengalamannya menangani adegan dengan kontak fisik sebenarnya bermula ketika ia masih bekerja sebagai drama coach (pelatih drama) dalam film Black Education (《黑的教育》). Karena film tersebut memiliki adegan dengan kontak fisik yang cukup kuat, ia mulai memikirkan cara membuat proses latihan lebih aman bagi pemain.

“Saya menggunakan perban elastis untuk membalut bagian bawah tubuh Xiao Zhu (Chu Hsuan-yang), lalu menambahkan beberapa bantalan,” ungkapnya ketika menceritakan pengalaman tersebut.

Pengalaman itu kemudian berkembang menjadi ketertarikannya pada pekerjaan sebagai koordinator adegan intim. Selain pengalaman di lapangan, ia juga sudah pernah bekerja bersama tim produksi Let’s Talk About CHU sehingga memiliki pengalaman yang lebih khusus dalam menangani adegan-adegan tersebut.

Adegan Paling Berani Hanya Memperlihatkan Punggung Jing Boran

Dalam The Early Spring, tugas Tsai Jia-yin bukan hanya menentukan bagaimana Jing Boran dan Sun Qian harus melakukan adegan ciuman. Ia juga menjadi penghubung antara kebutuhan visual sutradara, pemahaman karakter dan batas kenyamanan para pemain.

Latar belakang Tsai Jia-yin sebagai aktris juga menjadi bagian penting dari pendekatan tersebut. Ia merupakan lulusan jurusan drama National Taiwan University dan pernah meraih penghargaan Best New Actor di Taipei Film Awards melalui film Heavy Craving (《大餓》).

Untuk The Early Spring, salah satu tantangan terbesar adalah menampilkan adegan intim dalam batasan ketat produksi drama China daratan. Tsai Jia-yin mengatakan bahwa adegan dengan tingkat keterbukaan tubuh paling tinggi dalam drama tersebut hanya memperlihatkan punggung Jing Boran.

Sebelum syuting, ia bahkan menunjukkan kepada Jing Boran sebuah foto referensi pria dengan kemeja yang sebagian terbuka dan memperlihatkan garis otot punggung. Jing Boran langsung menyetujuinya dan kemudian secara aktif meminta pelatih kebugaran yang ikut dalam produksi untuk membantunya melatih otot punggung.

“Dia benar-benar melakukannya,” kata Tsai Jia-yin sambil tertawa.

“Qianqian Sangat Pandai Berakting dengan Tangannya”

Bagi Tsai Jia-yin, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa adegan intim tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak tubuh yang diperlihatkan. Detail kecil dalam gerakan, tatapan dan posisi tubuh dapat memberikan efek yang lebih besar terhadap hubungan antarkarakter.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya bukan “ahli seks”, melainkan seseorang yang melakukan banyak penelitian dan mengumpulkan referensi untuk memahami bagaimana kedekatan fisik dapat diterjemahkan ke dalam adegan.

“Saya bukan ahli seks. Saya melakukan banyak penelitian dan mengumpulkan banyak materi,” ujarnya.

Dalam The Early Spring, pendekatan tersebut terlihat dari cara hubungan Luan Nian dan Shang Zhi Tao dibangun melalui berbagai bentuk kedekatan. Mulai dari ciuman, pelukan dan sentuhan hingga perubahan posisi tubuh, setiap detail digunakan untuk memperlihatkan tarik-menarik perasaan dua karakter dewasa tersebut.

Dengan demikian, adegan intim dalam The Early Spring tidak hanya menjadi pelengkap kisah percintaan Jing Boran dan Sun Qian, tetapi juga bagian dari cara drama tersebut menggambarkan perkembangan hubungan Luan Nian dan Shang Zhi Tao.

Share This Article
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted