Posted in

The Lament of Autumn Tayang 12 Oktober, Cheng Lei dan Xu Ruohan Terlibat Cinta Rumit di Era Republik China

Bagikan

LayarHijau.com – Drama China terbaru The Lament of Autumn (玉簟秋) resmi dijadwalkan tayang perdana pada 12 Oktober 2026 di Hunan TV dan Mango TV di China serta Viki untuk penonton internasional. Drama romantis berlatar era Republik China ini dibintangi Cheng Lei dan Xu Ruohan, dengan total 40 episode. Menjelang penayangannya, jumlah reservasi penonton di platform daring dilaporkan telah melampaui 3 juta, menandakan tingginya antusiasme terhadap kisah cinta yang mempertemukan seorang panglima perang muda dengan mahasiswi dari keluarga miskin.

Drama yang disutradarai Ju Jueliang, sutradara yang dikenal melalui Till the End of the Moon, ini diadaptasi dari novel karya Ling Xi. Novel tersebut merupakan salah satu bagian dari trilogi berlatar era Republik China yang ditulis sang pengarang. Judul The Lament of Autumn merujuk pada baris puisi karya Li Qingzhao, penyair dari Dinasti Song, yang menggambarkan aroma teratai merah yang memudar dan tikar giok yang terasa dingin di musim gugur. Drama ini juga disebut sebagai karya pendamping dari Love in Flames of War.

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Cheng Lei Jadi Panglima Perang Muda, Xu Ruohan Memerankan Mahasiswi

Cheng Lei memerankan Yu Changxuan, putra kelima keluarga Yu yang memiliki kekuatan militer besar. Ia digambarkan sebagai panglima perang muda dengan kepribadian dingin, tegas, dan berwibawa. Sementara itu, Xu Ruohan berperan sebagai Ye Pingjun, seorang siswi sekolah perempuan Mingde yang harus mencari pekerjaan demi mengumpulkan biaya pengobatan ibunya.

Pertemuan keduanya menghadirkan perbedaan latar belakang yang mencolok. Yu Changxuan memiliki kekuasaan dan pengaruh, sedangkan Ye Pingjun berada dalam kondisi ekonomi sulit dan harus berjuang demi keluarganya. Perbedaan karakter serta kedudukan sosial mereka menjadi salah satu sumber ketegangan dalam hubungan keduanya.

Drama ini juga menghadirkan sejumlah aktor senior dan pemeran pendukung berpengalaman. Zhang Fengyi memerankan Yu Zhongquan, panglima tertinggi keluarga Yu, sedangkan Xu Fan berperan sebagai Zhao Baoru. Wang Likun, Zhang Yunlong, dan Liu Dongqin turut bergabung dalam jajaran pemain.

Taruhan Sepuluh Hari Berujung Hubungan Penuh Ketegangan

Berlatar masa ketika China dilanda persaingan antarpanglima perang, kisahnya bermula ketika Ye Pingjun baru memulai pekerjaan di sebuah gedung pertemuan di Xiangxi. Pada hari pertamanya bekerja, ia justru terseret dalam insiden percobaan pembunuhan yang menargetkan Yu Changxuan.

Untuk melindungi dirinya, Ye Pingjun membuat kesepakatan dengan Yu Changxuan. Keduanya bertaruh bahwa pelaku sebenarnya harus ditemukan dalam waktu sepuluh hari. Kesepakatan tersebut kemudian menjadi awal hubungan yang penuh kecurigaan, adu strategi, dan tarik-ulur perasaan.

Yu Changxuan terlihat berusaha mendekati Ye Pingjun, tetapi pendekatannya pada awalnya juga memiliki tujuan tersembunyi. Ia memanfaatkan kedekatan tersebut untuk melindungi pengaturan strategi militernya. Namun, setelah melewati berbagai ujian dan situasi berbahaya bersama, perasaan yang semula hanya menjadi bagian dari rencana perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih serius.

Adegan Ciuman dan Hubungan Posesif Jadi Perbincangan

Salah satu daya tarik The Lament of Autumn adalah dinamika hubungan yang intens antara seorang panglima perang berkuasa dan mahasiswi yang berusaha mempertahankan kebebasannya. Unsur hubungan posesif, kedekatan yang penuh tekanan, dan romansa yang berkembang di tengah ketimpangan kekuasaan menjadi bagian penting dari cerita.

Cuplikan promosi yang dirilis menjelang penayangan juga menarik perhatian karena menampilkan adegan ciuman ketika Ye Pingjun duduk di pangkuan Yu Changxuan serta adegan ketika hidung keduanya bersentuhan. Interaksi tersebut memperlihatkan kedekatan yang canggung sekaligus penuh ketegangan, sehingga memicu pembicaraan di media sosial dan pencarian populer di Weibo.

Penampilan Cheng Lei dalam seragam militer dengan kesan dingin dan berwibawa juga menjadi sorotan. Di sisi lain, Xu Ruohan tampil mengenakan cheongsam, pakaian tradisional perempuan China, yang menonjolkan sisi anggun karakter Ye Pingjun tanpa menghilangkan kesan perempuan yang memiliki keteguhan hati. Kontras penampilan keduanya menambah daya tarik visual drama tersebut.

Meski demikian, konsep hubungan yang cenderung dominan dan posesif memunculkan beragam tanggapan. Sebagian penonton tertarik pada dinamika antara panglima perang yang sulit didekati dan mahasiswi yang berusaha mempertahankan pendiriannya. Sebagian lainnya khawatir cerita akan terlalu bergantung pada konflik fisik, kesalahpahaman, dan adegan romantis yang dramatis.

Versi Drama Memperkuat Kisah Perjuangan dan Pengorbanan

The Lament of Autumn juga menghadirkan perbedaan penting dibandingkan novel aslinya. Jika cerita dalam novel cenderung mengarah pada akhir yang tragis, versi drama memperkuat unsur perjuangan untuk negara dan pengorbanan di tengah situasi politik yang tidak stabil.

Seiring perubahan yang menimpa orang-orang terdekat mereka dan meluasnya dampak peperangan, hubungan Yu Changxuan dan Ye Pingjun perlahan mengalami perkembangan. Keduanya yang semula saling mencurigai dan berada di pihak berlawanan mulai memahami satu sama lain.

Di tengah kekacauan zaman, mereka akhirnya menemukan keyakinan yang dapat dipertahankan bersama. Hubungan mereka tidak lagi hanya berkisar pada perasaan pribadi, tetapi juga berkembang menjadi perjuangan bersama untuk menyelamatkan negara.

Dengan menggabungkan romansa penuh konflik, perebutan kekuasaan, dan perjuangan di tengah peperangan, The Lament of Autumn berusaha menghadirkan kisah yang lebih luas daripada sekadar hubungan cinta. Setelah cuplikan promosinya memancing beragam reaksi, penayangan perdana drama ini akan memperlihatkan bagaimana cerita tersebut menyeimbangkan romansa yang intens dengan latar sejarah dan perjuangan para karakternya.

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

SourcesHK01

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *