Posted in

Perkembangan Skandal Video Syur Mirip Tina Tamashiro: Ditawarkan untuk Dijual, Situs Penjual Muncul di Google News hingga Dokumen Bantahan Agensi Diduga Palsu

Bagikan

LayarHijau.com – Perbincangan mengenai video syur yang disebut-sebut mirip aktris Jepang Tina Tamashiro (玉城ティナ) terus berkembang sejak awal Oktober 2026. Sejumlah akun di media sosial menawarkan video dan foto yang diklaim berkaitan dengan sang aktris untuk dijual. Perkembangan lain yang menjadi sorotan adalah temuan situs yang secara terang-terangan mengiklankan penjualan video intim dalam bagian News pada hasil pencarian Google. Di tengah ramainya isu tersebut, beredar pula gambar dokumen yang mengatasnamakan agensi Tina dan diklaim membantah keterlibatannya, tetapi dokumen itu kemudian dilaporkan palsu.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Tina maupun agensinya yang memastikan identitas perempuan dalam video tersebut. Karena itu, dugaan yang beredar di internet perlu dibedakan dari perkembangan yang dapat diamati, termasuk unggahan yang menawarkan video untuk dijual, situs penjual yang ditemukan dalam hasil pencarian Google, dan dokumen bantahan yang keasliannya dipersoalkan.

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Video Mirip Tina Tamashiro Ditawarkan untuk Dijual

Pada 5 Oktober 2026, unggahan yang mengaitkan Tina Tamashiro dengan sebuah video intim mulai menyebar luas di platform X. Sejumlah unggahan memperoleh jutaan tayangan dalam waktu singkat. Sehari kemudian, beredar pula klaim bahwa rekaman itu dibuat sekitar lima tahun sebelumnya dan pernah diperdagangkan dengan harga tinggi melalui dark web. Namun, informasi mengenai waktu pembuatan dan riwayat perdagangan tersebut belum terverifikasi secara independen.

Perbincangan semakin ramai setelah sejumlah akun mengiklankan paket yang diklaim berisi empat video dan tiga foto. Beberapa unggahan meminta calon pembeli menghubungi pengunggah melalui pesan langsung, sedangkan PayPay disebut sebagai salah satu metode pembayaran.

Unggahan tersebut menunjukkan adanya pihak yang menawarkan materi dengan menggunakan nama Tina Tamashiro sebagai daya tarik. Namun, belum ada bukti independen yang memastikan bahwa seluruh pengunggah benar-benar memiliki materi yang mereka tawarkan atau bahwa transaksi penjualan telah berlangsung.

Situs Penjual Video Mirip Tina Tamashiro Muncul di Bagian News Hasil Pencarian Google

Pada 14 Oktober 2026, LayarHijau menelusuri nama Tina Tamashiro dalam bahasa Jepang, 玉城ティナ, melalui Google. Dalam bagian News pada hasil pencarian tersebut, LayarHijau menemukan situs yang secara terang-terangan menulis bahwa mereka menjual video intim yang dikaitkan dengan sang aktris.

Temuan ini menjadi salah satu perkembangan penting dalam kasus tersebut. Situs yang ditemukan bukan sekadar halaman yang membahas rumor tentang Tina, melainkan situs yang mengiklankan penjualan video intim. Kemunculannya dalam bagian News pada hasil pencarian Google menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana halaman semacam itu dapat ditampilkan di sana.

Google memiliki kebijakan untuk konten yang ditampilkan melalui layanan beritanya, termasuk ketentuan mengenai konten eksplisit. Karena itu, temuan situs penjual tersebut layak disorot dalam konteks penerapan kebijakan platform. Namun, kemunculannya di hasil pencarian saja belum cukup untuk memastikan bagaimana halaman itu terpilih atau apakah Google telah mengambil tindakan terhadapnya.

Dalam penelusuran yang sama, beberapa tautan yang diklik justru mengarah ke halaman yang tidak berkaitan dengan materi yang diiklankan. Hal ini menunjukkan bahwa tautan yang beredar tidak selalu mengantarkan pengunjung ke konten yang dijanjikan. Meski demikian, temuan tersebut berbeda dari persoalan utama yang disorot, yakni adanya situs yang mengiklankan penjualan video intim dalam bagian News hasil pencarian Google.

Dokumen Bantahan Agensi Diduga Palsu

Pada 7 Oktober 2026, beredar gambar dokumen yang diklaim sebagai pernyataan resmi agensi Tina Tamashiro, Dine and indy. Dokumen tersebut disebut-sebut menyatakan bahwa perempuan dalam video yang ramai dibicarakan bukanlah Tina.

Namun, gambar tersebut kemudian dilaporkan sebagai dokumen palsu. Tidak ditemukan pengumuman terkait di situs resmi agensi maupun akun resmi stafnya. Meski demikian, klaim bahwa agensi telah membantah keterlibatan Tina telanjur menyebar di media sosial, bahkan dikutip oleh sebuah akun media hiburan.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana gambar yang mengatasnamakan pihak resmi dapat menyebar dan dianggap sebagai klarifikasi sebelum keasliannya diperiksa. Oleh sebab itu, dokumen yang beredar tidak dapat dijadikan bukti bahwa agensi telah memberikan bantahan resmi.

Hingga laporan mengenai perkembangan kasus ini beredar, Tina dan agensinya belum memberikan tanggapan resmi mengenai video tersebut. Situs resmi agensi juga tidak memuat pengumuman yang mengonfirmasi bantahan seperti dalam gambar yang beredar.

Identitas Perempuan dalam Video Belum Terkonfirmasi

Sejumlah warganet mencoba menghubungkan perempuan dalam rekaman dengan Tina melalui kemiripan tahi lalat dan pakaian yang disebut menyerupai busana yang pernah dikenakan sang aktris. Ada pula yang mempertanyakan keaslian video dan menduga rekaman tersebut mungkin melibatkan manipulasi kecerdasan buatan atau deepfake.

Namun, kemiripan ciri fisik dan pakaian tidak cukup untuk memastikan identitas seseorang. Sebaliknya, dugaan bahwa video tersebut merupakan hasil manipulasi AI juga belum dapat dinyatakan sebagai fakta tanpa pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Klaim bahwa rekaman itu dibuat sekitar lima tahun lalu dan pernah diperdagangkan melalui dark web juga belum terverifikasi secara independen. Demikian pula berbagai spekulasi mengenai pihak yang menyebarkan video dan motif di balik penyebarannya. Informasi tersebut masih perlu dibedakan dari fakta yang telah dikonfirmasi.

Perkembangan kasus ini mencakup beberapa hal berbeda: akun media sosial yang menawarkan video dan foto untuk dijual, situs penjual yang ditemukan dalam bagian News pada hasil pencarian Google, serta gambar bantahan yang mengatasnamakan agensi tetapi dilaporkan palsu. Ketiganya menjadi bagian dari penyebaran isu yang melibatkan nama Tina Tamashiro, meskipun identitas perempuan dalam video belum terkonfirmasi.

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

SourcesCoki.jp

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *