Posted in

Ending Novel Where the Mask Ends, Lu Zhuo Diyakini Mati dalam Perang, Wei Rao Menjanda, Akankah Kisah Cinta Mereka Berakhir Bahagia?

Bagikan

LayarHijau.com — Drama Where the Mask Ends (嫁金钗) diangkat dari novel Jia Jin Chai karya Xiao Jiaren. Drama yang dibintangi Tian Xiwei dan Yan An ini memiliki kisah yang berbeda dari versi novelnya.

Seperti yang ditulis LayarHijau sebelumnya, versi novel mengisahkan pernikahan Wei Rao dan Lu Zhuo. Dalam novel, hanya ada satu Wei Rao, seorang putri bangsawan dengan reputasi buruk. Sementara dalam versi drama, Wei Rao ditukar saat masih kecil dan tumbuh sebagai gadis di keluarga miskin yang memanggilnya A Chou. Posisinya digantikan oleh seorang gadis yang mirip dengannya, yang dinamai Jun Dai oleh bibinya.

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Peringatan spoiler dan disclaimer: penjelasan di bawah berisi detail akhir cerita novel. Kalau kalian belum membaca novelnya dan tidak ingin mendapat bocoran, sebaiknya jangan lanjut membaca. Cerita utama novel dan drama memiliki perbedaan besar, termasuk nama beberapa tokoh dan kerajaan. Dengan demikian, akhir di novel mungkin juga berbeda dengan akhir drama.

Dalam novel, Lu Zhuo ditugaskan menjaga wilayah perbatasan Kerajaan Daqi. Wei Rao tentu saja ikut suaminya tinggal di perbatasan dan di sana melahirkan seorang putri yang dia namai A Bao.

Saat A Bao berusia setahun, kerajaan Qiang Barat dan Wuda menyerbu secara bersamaan. Kota perbatasan yang dijaga Lu Zhuo diserbu pasukan Qiang Barat, sementara Wuda menyerbu dari sisi yang berbeda.

Sekalipun kalah jumlah, Lu Zhuo berhasil mempertahankan wilayahnya hingga bantuan dari kakeknya dan jenderal lain yang dikirim dari ibu kota tiba. Mereka berhasil memukul mundur Qiang Barat. Setelah kabar kemenangan ini sampai di ibu kota, kaisar menugaskan Lu Zhuo dan kakeknya membantu wilayah yang diserang Wuda.

Han Liao dan ayahnya, Marquis Xiting, beserta pasukan mereka juga ikut melawan Wuda. Rupanya keluarga Han telah lama berkomplot dengan Wuda, dan kali ini mereka menjebak Lu Zhuo dengan memakai adik sepupunya, Lu Ya, sebagai umpan.

Rencana ini berhasil. Lu Ya yang ingin membuktikan diri mengabaikan peringatan bawahannya dan memimpin pasukan pengintai, tapi malah jatuh ke dalam kepungan musuh. Lu Zhuo memimpin pasukannya menerobos kepungan demi menyelamatkan adik sepupunya.

Dia menyadari bahwa situasi ini merupakan siasat Wuda untuk menjebaknya, tapi tidak tega membiarkan adik sepupunya mati. Dia pun mengorbankan diri untuk memancing pasukan Wuda supaya Lu Ya bisa lolos.

Wei Rao awalnya ingin menyusul putrinya yang sudah diungsikan lebih dulu ke ibu kota. Namun karena khawatir dengan nasib suaminya, dia memutuskan pergi ke kota perbatasan yang diserang Wuda. Sesampainya di sana, rombongannya mendengar kabar bahwa Lu Zhuo tewas dalam peperangan.

Wei Rao tidak mampu menerima kabar ini dan yakin bahwa Lu Zhuo masih hidup. Dia memimpin 500 pasukan elit yang dia latih menuju medan perang untuk mencari suaminya.

Singkat cerita, Wei Rao berhasil menemukan Lu Ya yang dikejar-kejar pasukan Wuda dan mendengar langsung penjelasan soal apa yang terjadi di medan perang. Mereka meyakini bahwa Lu Zhuo memang tewas, tapi Wei Rao curiga dengan penyebab kematiannya, terutama soal keterlibatan Marquis Xiting dan Han Liao.

Saat menyelamatkan Lu Ya, pasukan Daqi menawan ratusan prajurit Wuda. Karena curiga dengan keterlibatan keluarga Han, Wei Rao ingin membawa para tawanan ke ibu kota untuk diinterogasi. Namun dia berdalih ingin mengeksekusi mereka demi menenangkan arwah suaminya dan para prajurit yang gugur.

Saat menginspeksi penjara, Wei Rao tidak sengaja mendengar percakapan salah satu tawanan dengan bawahannya dalam bahasa Wuda. Lu Zhuo sebelumnya melatih Wei Rao berbicara dalam bahasa itu, sehingga dia memahami percakapan tersebut dan mengetahui bahwa sang tawanan adalah seorang pangeran Wuda. Identitas ini tidak diketahui oleh pihak lain.

Jenderal Wuda yang berkomplot dengan keluarga Han lalu mengirim utusan ke kamp Daqi dengan dalih membahas kesepakatan damai. Diam-diam, utusan ini membawa pesan rahasia yang meminta keluarga Han menyelamatkan pangeran tersebut. Kalau tidak, Wuda akan membongkar rahasia bahwa keluarga Han berkomplot dengan mereka untuk menjebak dan membunuh Lu Zhuo.

Untungnya, rombongan utusan itu dihadang pasukan Wei Rao. Setelah rombongan digeledah, pesan rahasia tersebut ditemukan dan Wei Rao memperoleh bukti bahwa kematian suaminya merupakan hasil pengkhianatan keluarga Han.

Dengan trik yang cerdik, Wei Rao berhasil menjebak Marquis Xiting dan Han Liao, lalu menyerahkan bukti pesan rahasia itu kepada Jenderal Qin Min, salah satu jenderal besar dalam rombongan.

Saat pasukan Daqi kembali ke ibu kota membawa “jenazah” Lu Zhuo, kaisar memerintahkan sembilan generasi keluarga Han dieksekusi. Wei Rao, putrinya, ibu mertuanya, dan Lu Ya menerima gelar sebagai hadiah, begitu pula almarhum Lu Zhuo.

Dua tahun kemudian, Wei Rao memutuskan pindah dari kediaman keluarga Lu. Sementara itu, di pedalaman Wuda, Lu Zhuo yang dianggap mati ternyata masih hidup. Dia koma setelah jatuh dari tepi jurang, lalu diselamatkan seorang prajurit Wuda. Prajurit itu pernah menerima kebaikan Lu Zhuo dan Wei Rao: berkat uang dari Lu Zhuo, dia bisa membawa putrinya yang masih kecil dan sakit berobat.

Demi membalas budi, sang prajurit menukar baju zirah Lu Zhuo dengan milik prajurit lain yang sudah tewas, membawanya pulang, dan mengaku bahwa Lu Zhuo adalah prajurit lain yang dia rawat.

Setelah bangun dari koma, Lu Zhuo mendapati dirinya lumpuh. Dalam kejutan lainnya, ayahnya, Lu Mu, yang disangka meninggal 20 tahun sebelumnya ternyata masih hidup. Dia menjadi tawanan di tempat terpencil tidak jauh dari tempat Lu Zhuo tinggal.

Untungnya, Lu Zhuo mulai sembuh dan kakinya bisa digerakkan lagi. Dia diam-diam berlatih berjalan dan bela diri, tapi tetap berpura-pura lumpuh dengan memakai kursi roda. Setelah pulih sepenuhnya, dia berpura-pura bunuh diri dengan membuang kursi rodanya di tengah laut. Keluarga yang menolongnya sedih dan meratapi kepergiannya.

Lu Zhuo kemudian menemui Lu Mu untuk memastikan identitas pria tua yang kakinya dirantai itu. Setelah yakin, keduanya melarikan diri dan berusaha kembali ke ibu kota Daqi.

Sementara itu di ibu kota, Wei Rao memutuskan menikah lagi setelah tiga tahun menjanda. Keluarga Lu yang menyayanginya seperti cucu perempuan sendiri mendukung keputusan itu.

Masyarakat umum yang mendengar kabar tersebut juga tidak keberatan. Saat membongkar pengkhianatan keluarga Han, Wei Rao membalaskan dendam keluarga Lu dan para prajurit yang gugur. Kaisar menganugerahinya gelar Putri Wu’an atas jasanya.

Para pemuda lajang di ibu kota pun merasa ini adalah kesempatan. Dalam novel, Wei Rao dikenal berparas luar biasa cantik. Ibunya adalah selir kaisar, ditambah lagi dia bergelar Putri Wu’an. Siapa pun yang berhasil menikahinya akan memperoleh keberuntungan besar.

Maka setiap keluarga bangsawan yang memiliki putra memenuhi syarat mengirim lamaran ke kediaman Wei Rao hampir setiap hari. Kisah selanjutnya dipenuhi kelucuan karena A Bao, yang berusia sekitar empat tahun, menemani ibunya bertemu setiap pria yang melamar. Rupanya A Bao ingin mencari ayah baru supaya punya ayah seperti anak-anak lainnya.

Saat Lu Zhuo dan ayahnya berhasil kembali ke ibu kota, kabar yang menyambutnya adalah istrinya telah pindah rumah dan dalam beberapa bulan terakhir bertemu para pemuda yang ingin melamarnya.

Sementara itu, Wei Rao terkejut saat salah satu bawahan kepercayaan Lu Zhuo menjemputnya dengan kabar bahwa sang suami ternyata masih hidup, tapi harus bersembunyi selama tiga tahun karena lumpuh. Lu Zhuo marah dan kecewa karena istrinya memutuskan melanjutkan hidup. Sementara itu, Wei Rao menduga Lu Zhuo tidak akan mau menerimanya lagi kalau tahu apa yang terjadi selama beberapa bulan terakhir.

Kedua pihak akhirnya memutuskan menjaga jarak, hingga Lu Zhuo untuk kedua kalinya memutuskan mengejar istrinya kembali. Novel itu sendiri ditutup dengan kisah sampingan saat kaisar masih muda.

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *