Posted in

Pencipta The Witcher Belajar Ini Dari Game of Thrones

Bagikan

Siapapun yang ingin mengangkat serial fantasi ke layar kaca dari novel atau komik terutama jika serial itu berkisah tentang monster, memiliki adegan dewasa, sihir dan pedang, maka serial itu mau tidak mau akan dibandingkan dengan Game of Thrones. Hal serupa dialami dengan serial The Witcher yang tayang di Netflix pada 20 Desember 2019. Pembuat serial itu  Lauren Schmidt Hissrich  mengakui jika perbandingan seperti ini tidak terhindarkan dan sesuatu yang bisa diperkirakan begitu dia berencana mengangkat novel karya penulis Polandia Andrzej Sapkowski itu ke layar kaca. 

Lauren sendiri mengungkap kepada BGR jika dia belajar beberapa hal dari Game of Thrones. Dia juga membela serial buatannya dari para kritikus. Karena ternyata beberapa jurnalis dari sebuah media ternama di luar negeri yang memberikan serial itu skor yang jelek. Tapi jurnalis itu mengaku dia tidak menonton semua episodenya. 

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Saat artikel ini tertulis terjadi perbedaan yang tajam di Rotten Tomatoes antara skor para kritikus film dan skor para penonton. Skor kritikus mencapai 57% (dari 44 ulasan). Sedangkan skor penonton mencapai 92% dari 6.850 ulasan. 

Lauren mengaku jika dia belajar banyak dari Game of Thrones. Misalnya dia sengaja mengambil jalur yang berlawanan dengan pencipta Game of Thrones, David Benioff dan D.B Weiss. 

“Saya ingin dialog dengan para penggemar. Saya mengumumkan di Twitter dari awal tentang siapa saya, apa yang saya lakukan dan menerima berbagai reaksi, baik dan buruk,” ujar Lauren. 

Dia berkata jika dia ingin para penggemar tahu jika dia sangat menyukai franchise itu dan akan menghormati cerita yang dicintai para penggemar. Berbeda dengan Game of Thrones, kekerasan dan adegan dewasa dalam serial ini dirancang karena berkaitan dengan cerita. Bukan demi kepuasan para penonton dan dalam cara yang negatif. “Secara pribadi, saya merasa terganggu jika ada kekerasan yang keji hanya untuk mengejutkan penonton, atau jika Anda berbicara di sana dan ada dua orang di latar belakang yang tidak memakai baju,” katanya. 

Memang dia mengaku ada beberapa kesamaan di antara dua serial itu. Tapi menurut ulasan BGR lebih mudah menikmati The Witcher jika penonton berhenti membandingkannya dengan Game of Thrones.

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *