Home » Serial TV » Berita » Pencipta The Witcher Belajar Ini Dari Game of Thrones

Pencipta The Witcher Belajar Ini Dari Game of Thrones

Ikuti kita di Google News. Donasi mulai dari Rp2.500 di sini

Terakhir diperbarui pada 27/12/2019 oleh Timotius Ari

Siapapun yang ingin mengangkat serial fantasi ke layar kaca dari novel atau komik terutama jika serial itu berkisah tentang monster, memiliki adegan dewasa, sihir dan pedang, maka serial itu mau tidak mau akan dibandingkan dengan Game of Thrones. Hal serupa dialami dengan serial The Witcher yang tayang di Netflix pada 20 Desember 2019. Pembuat serial itu  Lauren Schmidt Hissrich  mengakui jika perbandingan seperti ini tidak terhindarkan dan sesuatu yang bisa diperkirakan begitu dia berencana mengangkat novel karya penulis Polandia Andrzej Sapkowski itu ke layar kaca. 

Galeri Video

Lauren sendiri mengungkap kepada BGR jika dia belajar beberapa hal dari Game of Thrones. Dia juga membela serial buatannya dari para kritikus. Karena ternyata beberapa jurnalis dari sebuah media ternama di luar negeri yang memberikan serial itu skor yang jelek. Tapi jurnalis itu mengaku dia tidak menonton semua episodenya. 

Saat artikel ini tertulis terjadi perbedaan yang tajam di Rotten Tomatoes antara skor para kritikus film dan skor para penonton. Skor kritikus mencapai 57% (dari 44 ulasan). Sedangkan skor penonton mencapai 92% dari 6.850 ulasan. 

Lauren mengaku jika dia belajar banyak dari Game of Thrones. Misalnya dia sengaja mengambil jalur yang berlawanan dengan pencipta Game of Thrones, David Benioff dan D.B Weiss. 

“Saya ingin dialog dengan para penggemar. Saya mengumumkan di Twitter dari awal tentang siapa saya, apa yang saya lakukan dan menerima berbagai reaksi, baik dan buruk,” ujar Lauren. 

Dia berkata jika dia ingin para penggemar tahu jika dia sangat menyukai franchise itu dan akan menghormati cerita yang dicintai para penggemar. Berbeda dengan Game of Thrones, kekerasan dan adegan dewasa dalam serial ini dirancang karena berkaitan dengan cerita. Bukan demi kepuasan para penonton dan dalam cara yang negatif. “Secara pribadi, saya merasa terganggu jika ada kekerasan yang keji hanya untuk mengejutkan penonton, atau jika Anda berbicara di sana dan ada dua orang di latar belakang yang tidak memakai baju,” katanya. 

Memang dia mengaku ada beberapa kesamaan di antara dua serial itu. Tapi menurut ulasan BGR lebih mudah menikmati The Witcher jika penonton berhenti membandingkannya dengan Game of Thrones.

Dibaca 11 kali, 1 kunjungan hari ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top