| Sutradara: Zack Snyder | Pemain: Henry Cavill, Ben Affleck, Gal Gadot, Jason Momoa, Ezra Miller, Ray Fisher, Amy Adams |
| Genre: Aksi, Fantasi | Durasi: 3 jam 52 menit |
[wp-reviews]
Sinopsis:
Untuk memastikan pengorbanan Superman tidak sia-sia, Batman menggabungkan kekuatan dengan Wonder Woman untuk merekrut tim yang terdiri dari para manusia meta untuk melindungi dunia dari ancaman yang mampu menghancurkan Bumi yang mendekat.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Review:
Film Zack Snyder’s Justice League tayang di HBO Go pada Kamis (18/3) pukul 14:00. Dengan durasi sepanjang 4 jam , Zack Snyder menyuguhkan visinya yang asli tentang tim pahlawan Super DC itu – lantas apakah versi Snyder lebih baik dibandingkan dengan Justice League versi bioskop?
Kalau menurut Layar Hijau , jawabannya adalah ya. Dengan waktu selama itu, para penonton bisa melihat film dengan jalan cerita yang lebih logis dan jelas dibandingkan Justice League versi bioskop. Ada beberapa jalan cerita yang ada dalam versi bioskop yang diganti dan sebagai akibatnya , film ini terlihat lebih mudah dipahami. Penghilangan dialog dan jalan cerita juga bagi saya membuat para karakter dalam film ini lebih bermartabat.
Masing-masing anggota Justice League dalam Zack Snyder’s League juga punya waktu yang lebih banyak untuk tampil di depan layar. Kita bisa menyaksikan latar belakang dan perkembangan karakter masing -masing pahlawan super terutama The Flash dan Cyborg. Alasan kenapa Wonder Woman dan Aquaman tidak dibahas lebih dalam di film ini mungkin karena kita sudah melihat film solo mereka.
Selain itu kekuatan dan kepribadian para anggota Justice League seperti Wonder Woman , Batman , The Flash dan Cyborg digambarkan lebih baik dan adil dalam film ini. Jika para anggota Justice League diibaratkan seperti karakter dalam game, bisa dikatakan jika dalam versi Joss Whedon , karakter dan kekuatan mereka dinerf habis -habisan. Hanya karakter Superman yang dibuat OP. Tapi dalam versi Zack Snyder ini, kekuatan mereka dipulihkan tanpa mengurangi kekuatan Superman. Jadi intinya distribusi kekuatan para anggota terasa lebih merata.
Tidak hanya para jagoannya yang pulih kekuatannya. Penjahat dalam film ini, Steppenwolf juga dibuff- penampilannya dan kekuatannya lebih besar dari yang diperlihatkan di bioskop. Darkseid yang dalam versi Whedon tidak muncul sama sekali, sekarang terlihat dan memiliki waktu yang cukup banyak di layar. Tapi jangan berharap untuk melihat penjahat utama yang sama karismatiknya dengan Thanos di MCU. Penjahat yang bisa menyita perhatian saya dalam film ini justru adalah Joker yang diperankan oleh Jared Letto dan Deathstroke. Padahal keduanya hanya tampil singkat dalam film ini.
Mungkin untuk saat ini, kelemahan DCEU adalah absennya pahlawan karismatik yang mampu memikat para penonton dan penggemar. Semoga saja ke depan hal ini bisa diperbaiki.
Nah , kita sudah membahas jalan cerita dan karakter dalam film. Lantas bagaimana dengan aksi di dalamnya? Jangan kuatir karena durasi film mencapai 4 jam, adegan aksi yang disuguhkan lebih dari cukup. Apalagi dengan kekuatan para anggota Justice League yang pulih dan kekuatan Steppenwolf yang lebih kuat, kita disuguhi aksi -aksi yang lebih bagus dari film versi bioskop. Apalagi Zack Snyder tidak sungkan memperlihatkan darah dalam film ini. Walaupun demikian kita tidak akan melihat adegan yang sadis.
Dalam wawancara, Zack sempat mengaku jika film ini tidak akan memiliki adegan lucu seperti film Marvel. Kalau menurut saya, dia bohong. Ada adegan -adegan lucu dalam film yang terasa alami dan tidak dipaksakan. Tapi memang tidak selucu film -film Marvel.
Selain itu, soundtrack dalam film ini juga diganti. Kita tidak akan mendengar lagu -lagu yang dipakai dalam film Justice League versi bioskop. Zack memakai lagu -lagu baru ditambah lagu tema Wonder Woman dan lagu tema film DC yang lain.
Akhir film ini bisa dikatakan membuat para penonton penasaran. Saya tidak akan heran jika para penggemar memulai gerakan kampanye lain meminta Warner Bros melanjutkan penggarapan film sekuelnya.
Setelah melihat visi Zack Snyder untuk Justice League ini, muncul keinginan dalam hati untuk melihat interaksi para anggotanya dalam film -film lain. Hal ini karena interaksi mereka dalam film belum begitu dijelajahi. Semoga saja ada kesempatan yang lebih banyak untuk melihat film-film Justice League lainnya.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


