Penulis Naskah The Penthouse Akui Cerita Drama Itu Tidak Masuk Akal

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

Kalian tentunya tahu tentang drama Korea populer, The Penthouse tentang sekelompok keluarga super kaya dan anak-anak mereka yang masuk sekolah seni. Drama itu begitu populer dan season ketiganya sedang tayang.

Pada awalnya, para penonton terpesona dengan plot ceritanya yang tidak bisa diprediksi. Ada banyak hal yang dibahas dalam drama ini mulai dari pembunuhan, korupsi, pengkhianatan, bullying, perselingkuhan, penculikan dan balas dendam. Banyak sekali balas dendam.

Season pertama memperoleh ulasan yang positif. Tapi season 2 mulai membuat para penonton mengungkapkan kekecewaannya karena jalan ceritanya mulai tidak masuk akal.

- Advertisement -

Dalam salah satu cerita, seorang karakter dalam drama itu ditusuk dan didorong dari anak tangga. Dia bahkan dikubur oleh ibunya sendiri. Tapi dia secara ajaib bangkit dari kematian. Rupanya dia diam-diam diselamatkan oleh seseorang dan dirawat hingga sehat.

Penulis naskah The Penthouse Kim Soon Ok baru-baru ini mengungkapkan dalam sebuah wawancara jika dia sadar jika kisah drama itu kadang berlawanan dengan logika. Dia mengakui jika para penonton bisa bingung melihat karakter-karakter yang harusnya mati kembali hidup seolah mereka itu zombie.

“Saya menerima sebuah tawaran dari sebuah perusahaan gaming yang ingin saya mempromosikan game mereka yang beberapa karakternya terus bangkit kembali (…) Mungkin karena itu sesuai dengan para karakter dalam drama ini yang tidak pernah mati dan berhasil selamat dari hal apapun,” ujar Soon Ok sembari tertawa.

- Advertisement -

Beberapa netizen berkata jika kekonyolan jalan cerita drama itu adalah salah satu alasan kenapa mereka terus menontonnya. “Seluruh drama ini tidak masuk akal jadi saya pikir tidak masalah dengan beberapa karakter kembali hidup.. Tapi, drama ini harusnya digolongkan sebagai makjang komedi dan bukan makjang thriller sekarang,” tulis seorang netizen.

Makjang mengacu pada program TV yang begitu konyol hingga jalan ceritanya tidak mungkin terjadi di dunia nyata. Penggemar lain menulis,” The Penthouse adalah satu-satunya drama di mana saya bisa menjagokan seseorang yang harusnya mati. Saya adalah jenis orang yang menangisi karakter favorit saya jika dia mati, tapi untuk The Penthouse, saya bisa berdoa supaya mereka bisa kembali dengan ajaib karena hal itu mungkin terjadi.”

Sumber: todayonline.com

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments