Membahas Fanquan dan Fenomena Penggemar Obsesif

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

Pihak Berwenang di China mulai mencanangkan gerakan untuk mengendalikan budaya penggemar yang obsesif dan membangun fandom online yang sehat dan rasional di negara itu.

Gerakan ini muncul setelah penahanan penyanyi asal Kanada, Kris Wu di Beijing terkait dugaan perkosaan. Penahanan ini memicu badai di media sosial dengan para netizen mengambil sikap yang berbeda-beda. Di satu sisi, ribuan netizen di Twitter dan Weibo menuntut investigasi yang tidak memihak dan hukuman yang adil. Di sisi lain, para penggemar garis keras bertindak begitu jauh hingga mengunjungi penjara.

Pada 4 Agustus 2021, sebuah tangkapan layar diskusi WeChat menjadi viral di Weibo. Salah satu staf marketing brand mobil domestik NETA mengusulkan menjadikan Kris Wu sebagai brand ambassador mereka sebagai upaya memberikan kesempatan kedua untuk idola itu. Tangkapan layar itu tidak hanya viral, tapi membuat brand itu terkenal.

- Advertisement -

Brand tersebut lalu mengumumkan jika mereka memecat beberapa pegawai yang setuju dengan ide itu karena dianggap sangat menantang nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat.

Beberapa bulan sebelum skandal Kris Wu, variety show populer di China, Youth with You, dicekal sebelum final season 3 karena sistem voting yang kontroversial. Sistem voting itu membuat para penggemar membeli ribuan botol susu yang menjadi sponsor. Ribuan botol susu itu akhirnya dibuang ke selokan dan menyebabkan kemarahan publik.

Bahaya budaya penggemar obsesif

Industri hiburan di China melihat terjadinya pertumbuhan yang luar biasa selama beberapa tahun terakhir ini. Perkembangan yang cepat dari industri itu dan adanya teknologi internet melahirkan jenis budaya penggemar baru.

- Advertisement -

Fanquan, yang diterjemahkan lingkaran penggemar, adalah komunitas online yang dibuat para penggemar untuk mengikuti idola yang sama. Tapi, berbeda dari pemujaan idola pada zaman dulu, yang lebih ke arah perilaku pribadi, fanquan, pada dasarnya adalah kerja kelompok yang terstruktur dan terorganisasi. Biasanya ada beberapa perilaku yang ditunjukkan dari kelompok ini seperti membeli merchandise idola, menyewa tempat iklan untuk mendongkrak kepopuleran idola mereka, memvoting dan menyumbang atas nama idola. Dan sebagian besar aktivitas ini memerlukan uang.

Sumber dari dalam industri memperkirakan jika skala total dari pasar idola di China mencapai 140 miliar yuan pada 2022, tulis the National Supervisory Commision. Selain itu, kita perlu memperhatikan jika dalam fandom China, generasi Z mulai menjadi kelompok konsumen yang mendominasi.

Menurut laporan terbaru, yang dibuat oleh the Communist Youth League of China dan China Internet Network Information Center pada Juli 2021, pemujaan idola di internet menjadi aktivitas sosial online dan aktivitas rekreasi baru untuk anak-anak di bawah umur. Di antara mereka yang disurvei, 11 persen dari anak yang melakukannya adalah kelompok anak SMP, 10,3 persen adalah anak SMA dan anak SD 5,6 persen.

Jumlah pengguna internet di bawah umur di China mencapai 183 juta pada 2020. Hal ini menjadi penetrasi internet di antara anak di bawah umur di negara itu mencapai 95 persen.

Tentunya tidak ada yang salah dari mengidolakan seseorang. Tapi hal ini menjadi berbahaya jika perilaku itu menjadi perilaku obsesif. Lin Shengdong, seorang peneliti dari the Research Center for Journalism and Social Development of Renmin University of China menunjukkan ada tiga masalah besar dari budaya fanquan yang ada saat ini di China.

Pertama terkait pandangan subyektif dibandingkan evaluasi obyektif. Beberapa fanquan tidak menyambut keberagaman ide dan pandangan. Terutama yang berbeda dari pandangan mereka. Pada sebagian besar kasus, perbedaan ide dan pendapat akan dihadapi dengan cyber bullying.

- Advertisement -

Selain itu, perilaku tidak pantas atau melanggar hukum yang dilakukan para idola seperti penyalahgunaan obat, surogasi dan kejahatan seksual tidak hanya menyebabkan dampak sosial yang sangat buruk, tapi juga memberikan pengaruh negatif pada komunitas penggemar yang sebagian besar terdiri dari anak di bawah umur, dan anak muda. Ada kemungkinan besar jika mereka akan berusaha membenarkan perilaku idola mereka yang salah.

Kedua adalah gangguan ketertiban umum, terutama di bandara di mana sejumlah penggemar berkumpul untuk menjemput atau melihat idola mereka.

Ketiga adalah konsumsi irasional yang didorong oleh industri idola untuk menghabiskan uang demi mendukung idola mereka. Contohnya adalah Chuang 2021, program survival yang diproduksi Tencent Video. Beberapa penggemar membuat penggalangan dana bahkan sebelum program dimulai, tulis Xinhua News Agency.

Setelah program itu digelar pada Februari, penggemar salah satu kontestan mengumpulkan 3,68 juta yuan dalam enam jam pada 14 Maret. Jumlah total penggalangan dana untuk empat idola populer melebihi 10 juta yuan saat acara itu berakhir pada April 2021.

Zhu Wei, wakil direktur the Communication Law Center of the China University of Political Science and Law berkata jika seluruh rantai industri di balik budaya idol berpusat sepenuhnya pada lalu lintas internet. Lalu lintas internet mewakili nilai komersial seorang selebritis, bukannya bakat atau karya mereka, kata Zhu.

Membangun budaya idola yang sehat

Cyberspace Administration dan the National Radio and Television Administration di China baru-baru ini mengumumkan jika mereka sudah mencapai kemajuan dalam mengoreksi budaya penggemar yang salah. Mereka membersihkan 150 ribu informasi yang merusak, memblokir lebih dari 4.000 akun ilegal, menutup 1.300 komunitas dan kelompok bermasalah, memecah 814 topik yang tidak pantas juga menghapus 39 aplikasi yang diduga digunakan untuk menggalang dana secara ilegal dan mengarahkan lalu lintas internet.

Terkait insiden Kris Wu, Weibo dikatakan menghapus 789 kelompok chat ilegal, 108 topik menyesatkan dan memblokir atau menutup secara permanen 990 akun yang membuat tulisan ekstrim terkait penyanyi itu pada 1 Agustus 2021.

Pada 6 Agustus, Weibo memutuskan menghapus star power list, bagan online yang meranking selebritis berdasarkan kepopuleran mereka. Hal ini karena meningkatkan dukungan yang tidak rasional dari kelompok penggemar selama setahun belakangan.

Sementara itu, platform video pendek Kuaishou dan Douyin juga mengambil langkah untuk membersihkan informasi dan konten berbahaya dari kedua platform dari Juni 2021 sebagian bagian dari usaha mereka menciptakan ruang siber yang bersih.

Profesor dari the School of Economics and Management of Communication University of China, Jin Xuetao berkata jika budaya fanquan lahir dan berkembang karena internet. Ada sisi positif dan negatif. Jin berharap ada berbagai langkah dari berbagai pihak untuk mengembangkan budaya idola yang baik dan meningkatkan pertumbuhan yang positif baik pada selebritis dan para penggemar mereka.

Sumber: CGTN

Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

1 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
trackback
4 years ago

[…] Baca juga: Membahas Fanquan dan Fenomena Penggemar Obsesif […]