Kasus Kris Wu Bongkar Budaya Penggemar yang Gila di China

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

LayarHijau.com—Karir Kris Wu dalam industri hiburan mungkin sudah berakhir sejak penahanannya karena tuduhan perkosaan. Tapi sekelompok para penggemar yang gila masih berniat untuk menyelamatkan idola mereka. Ada beberapa penggemar yang bahkan merancang rencana ala serial TV Prison Break untuk membobol penjara dan membawa Kris Wu kabur. Kasus Kris Wu sendiri masih dalam tahap investigasi pihak berwenang, dan kasus itu membongkar budaya penggemar yang tidak lagi sekedar toxic tapi sudah termasuk gila. Pihak berwenang pun berusaha menertibkan budaya penggemar gila yang sudah berkembang selama sepuluh tahun di China.

Baca juga: Membahas Fanquan dan Fenomena Penggemar Obsesif

Penyanyi asal Kanada berusia 30 tahun itu ditahan oleh polisi di Beijing pada 31 Juli 2021 dan ditahan secara resmi pada 16 Agustus 2021. Mencoba untuk menghapus pengaruh Kris Wu terhadap masyarakat, pihak berwenang menghapus akun-akun media sosial penyanyi itu dan menghapus semua musik, film dan karya televisinya dari platform-platform di China.

- Advertisement -

CCTV baru-baru ini membahas kisah para penggemar gila Kris Wu dengan tujuan menghentikan perilaku mereka yang tidak pantas. Pada 2019, ada lebih dari 30 kasus pencemaran nama baik terhadap para artis dan tokoh masyarakat. Dari sekian banyak orang yang ditangkap, 70 persen di antaranya berusia di bawah 30 tahun. Kasus pencemaran nama baik itu meliputi penghinaan dan penggunaan kata-kata kotor, juga pemalsuan informasi dan penyebaran rumor.

Dalam beberapa kelompok penggemar, beberapa perusahaan manajemen tertentu membanggakan keberhasilan mereka mengadu para penggemar dari artis berbeda. Perusahaan manajemen itu juga mendorong para penggemar untuk menggalang dana untuk membeli produk dan mendukung idola mereka. Banyak perusahaan manajemen yang menggunakan metode ini untuk meningkatkan sorotan media terhadap selebriti mereka juga.

TAGGED:
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted