Trending, Respon Netizen di China Soal Labubu Dilelang Seharga Rp2,4 Miliar

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Boneka koleksi edisi pertama Labubu mencuri perhatian publik setelah terjual dengan harga fantastis 1,08 juta yuan (sekitar Rp2,4 miliar) dalam sebuah acara lelang langsung yang disiarkan di platform daring pada 10 Juni 2025. Acara bertajuk “First Generation Collection-level Labubu Art Special” ini diselenggarakan oleh Yongle Auction, dan menampilkan figur Labubu berwarna mint setinggi 131 cm sebagai pusat perhatian.

Topik bertagar #初代Labubu被108万拍卖成交 (terjemahan: Labubu Generasi Pertama Terjual Seharga 1,08 Juta Yuan di Lelang) pun trending di Weibo selama dua hari terakhir, memicu perdebatan luas di kalangan pengguna internet Tiongkok.

“Ini kayak pencucian uang,” tulis salah satu komentar teratas.
“Labubu memang populer tapi kebanyakan cuma ikut-ikutan tren,” tambah pengguna lain.
“Semua orang tahu ini semacam scam, tapi siapa yang bisa melarang?”
“Aku bisa paham Labubu itu susah dicari dan global, tapi generasi pertama bisa laku 1 juta lebih? Nggak masuk akal!”

- Advertisement -

Beberapa komentar lain justru menyindir secara humoris:

“Katanya Labubu kayak Zhang Fei yang naik harga cuma karena pakai foundation. 😂”
“Aku ngakak banget sampe langsung beli Huawei bekas lipat 3, lebih masuk akal!”

Fenomena Global yang Aneh Tapi Nyata

Menurut laporan dari Reuters, Labubu kini menjadi salah satu karakter koleksi paling dicari di dunia. Figur berukuran manusia yang dilelang tersebut memecahkan rekor sebagai harga tertinggi untuk karakter mainan jenis ini.

- Advertisement -

Labubu adalah karakter monster-elf yang diciptakan oleh seniman Hong Kong Kasing Lung, dan mulai dikenal luas setelah diproduksi oleh Pop Mart—perusahaan mainan Tiongkok yang mengusung konsep blind box. Sejak 2023, popularitasnya meledak, didorong oleh kemunculannya di media sosial serta dipromosikan oleh selebritas global seperti Lisa BLACKPINK dan Rihanna.

Di Tiongkok sendiri, Labubu bahkan menimbulkan fenomena antrian panjang, panic buying, dan adu cepat membeli seri terbatas. Tak jarang muncul aksi borong ekstrem yang menimbulkan kontroversi.

Reaksi Netizen: Skeptis hingga Sinis

Meski sebagian kalangan penggemar fanatik rela merogoh kocek dalam demi koleksi langka, banyak warga internet—terutama di Weibo—menunjukkan rasa heran, skeptisisme, dan bahkan sindiran tajam.

Fenomena ini juga memicu diskusi soal ketimpangan nilai dan manipulasi tren. Beberapa beranggapan bahwa harga yang terlalu tinggi tidak lagi mencerminkan nilai seni atau sentimental, melainkan dorongan spekulatif, kolektor ekstrem, atau bahkan bentuk “pencitraan sosial”.

Terlepas dari perdebatan tersebut, Labubu terus mencetak rekor sebagai mainan koleksi paling fenomenal di pasar Asia dan global. Namun bagi sebagian besar netizen, kenaikan pamor Labubu justru menimbulkan kebingungan dan keprihatinan. Di tengah popularitas yang meroket, mereka menilai bahwa tren ini semakin menunjukkan jurang antara nilai koleksi dan realitas dompet masyarakat biasa.

- Advertisement -
Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments