LayarHijau.com – Drama A Dream Within a Dream yang dibintangi Liu Yuning dan Li Yitong tengah merajai tangga popularitas, mengalahkan pesaing seperti The Princess’ Gambit yang dibintangi Meng Ziyi dan Liu Xueyi. Namun di balik kesuksesan tersebut, muncul perdebatan di kalangan netizen mengenai kemiripan beberapa adegan dalam drama ini dengan momen ikonik dari drama populer seperti One and Only yang dibintangi Bai Lu dan Ren Jialun dan Love Like the Galaxy yang dibintangi oleh Zhao Lusi dan Wu Lei.
Beberapa penonton menuduh drama ini melakukan plagiat karena memiliki adegan atau situasi yang terasa familiar. Menanggapi hal tersebut, Liu Yuning memberikan klarifikasi melalui wawancara yang dilansir dari Upmedia.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
“Beberapa adegan terkenal dalam drama disebut-sebut mirip, tapi tidak semua berarti menjiplak. Ada yang bernada ironi atau satir, dan ada juga yang merupakan bentuk penghormatan (tribute). Kalau disamaratakan, itu bisa menjadi kesalahpahaman besar,” ujarnya.
Pernyataan ini disampaikan secara umum oleh Liu Yuning, bukan secara spesifik membahas adegan dalam A Dream Within a Dream. Justru sebaliknya, drama ini memilih menyampaikan sindiran terhadap dunia hiburan melalui dialog-dialog yang blak-blakan dan penuh humor, bukan dengan meniru adegan secara visual.
Contohnya, karakter Song Yimeng (diperankan Li Yitong) mempertanyakan tindakan heroik Nan Heng (Liu Yuning) yang memimpin 5.000 pasukan melawan 40.000 musuh:
“Kalau bukan karena otaknya ada masalah, kenapa dia tidak menyusun strategi lebih dulu?” ucapnya dengan nada sarkastik.
Alih-alih mengagungkan tindakan pahlawan, dialog ini justru menyindir logika tidak masuk akal yang sering muncul dalam drama kolosal.
Gaya penceritaan seperti ini membuat karakter Song Yimeng terasa dekat dengan penonton. Ia mewakili suara hati publik modern yang lebih kritis terhadap drama yang terlalu dramatis, mengulang pola lama, atau menyajikan heroisme yang tidak realistis.
Drama ini juga mengusung unsur meta-komedi: Song Xiaoyu (Li Yitong), seorang aktor kelas tiga, tiba-tiba masuk ke dalam dunia naskah dan menjadi karakter utama Song Yimeng. Ia berusaha menghindari takdir tragis dalam cerita tersebut, tapi terus ditarik oleh alur cerita bak naskah hidup. Dalam tiga episode awal saja, drama ini menyuguhkan tiga adegan ciuman yang dikemas dengan penuh kelucuan dan gaya self-aware yang menyegarkan.
Dengan pendekatan cerdas dan berbeda dari drama kostum tradisional, A Dream Within a Dream berhasil memadukan komedi, sindiran, dan fantasi romantis secara ringan. Chemistry Liu Yuning dan Li Yitong menjadi pemikat utama, sementara naskahnya menghadirkan kritik halus terhadap industri hiburan melalui gaya cerita yang tidak biasa.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


