LayarHijau.com – Sengketa pemutusan kontrak antara aktris Zhao Lusi dan agensinya, Galaxy Cool Entertainment, kini berubah menjadi drama besar di ranah opini publik.
Di satu sisi, Zhao Lusi menuduh perusahaan melakukan pelanggaran ekonomi dan mengabaikan kesehatan dirinya. Ia mengklaim pihak agensi menarik 2,05 juta yuan (sekitar Rp4,7 miliar) dari rekening studionya tanpa persetujuan, tidak membawanya berobat ketika sakit, bahkan mengurungnya di kamar hotel untuk melakukan ritual mistis. Zhao Lusi juga menyebut saat ia ingin mengakhiri kontrak, perusahaan menunda dengan alasan seperti “anggota keluarga sakit”.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Di sisi lain, Galaxy Cool Entertainment membantah semua tuduhan pelanggaran kontrak. Mereka menyatakan selalu mengutamakan keinginan artis, namun tidak menjawab isu substansial seperti penarikan dana 2,05 juta yuan tersebut.
Kontrak Zhao Lusi kabarnya berlaku dari 2023 hingga 2030. Perseteruan ini membuat kedua pihak menuai citra negatif. Perusahaan diterpa tudingan mengeksploitasi artis, membiarkan kekerasan daring, dan mengalihkan utang. Sementara Zhao Lusi dikritik sebagian warganet karena dianggap “memakai sumber daya publik” dan terlalu emosional dalam membela haknya, bahkan dijuluki “Shuangzi” yang merusak reputasinya.
Pengacara Yi Shenghua, pendiri firma hukum Beijing Yongzhe, menjelaskan bahwa alasan artis memutus kontrak bervariasi: masalah kesehatan, perubahan rencana karier, hingga pelanggaran kontrak oleh perusahaan. Namun, alasan yang paling sering adalah ketidakpuasan artis setelah terkenal, merasa syarat kontrak terlalu berat atau platform agensi terlalu kecil.
“Alasan kesehatan memang ada, tapi jarang sekali berhasil di pengadilan. Terutama bila berkaitan dengan gangguan mental, karena sulit membuktikan sebab-akibatnya,” jelas Yi. Ia menambahkan, untuk memutus kontrak karena kesehatan, artis harus membuktikan masalah itu timbul akibat pekerjaan yang diberikan agensi, berlangsung lama, dan membuatnya tidak bisa melanjutkan kontrak.
Yi juga mengingatkan risiko jika artis segera kembali bekerja setelah memutus kontrak dengan alasan kesehatan. “Integritasnya akan dipertanyakan dan nilai komersialnya bisa turun drastis,” katanya.
Isu Penalti Bernilai Fantastis
Rumor lain yang beredar menyebut Zhao Lusi mungkin harus membayar penalti hingga 400 juta yuan (sekitar Rp920 miliar) jika ingin sukses memutus kontrak. Angka fantastis ini mengingatkan publik pada kasus-kasus sebelumnya: Chen Chusheng pernah digosipkan menghadapi tuntutan ganti rugi 22,7 miliar yuan (sekitar Rp52 triliun), sementara Jiang Jinfu dituntut lebih dari 10 juta yuan (sekitar Rp23 miliar) oleh Tangren Film & Television.
Menurut Yi Shenghua, jumlah penalti memang sengaja dibuat besar oleh agensi untuk melindungi investasi mereka terhadap artis. Namun, di praktik peradilan, pengadilan biasanya hanya mengabulkan kurang dari 30% dari angka yang tercantum di kontrak. Misalnya, Chen Chusheng akhirnya hanya membayar 6,5 juta yuan (sekitar Rp14,9 miliar), sementara Jiang Jinfu membayar 2 juta yuan (sekitar Rp4,6 miliar).
Meski begitu, kerugian terbesar artis sering kali bukan uang, melainkan waktu. “Karier artis itu singkat. Menghabiskan waktu bertahun-tahun di pengadilan bisa membuat popularitas mereka merosot,” jelas Yi. Beberapa artis bahkan harus membayar “harga” tertentu agar bisa keluar damai, seperti menyelesaikan proyek drama yang diminta agensi sebelum kontrak benar-benar berakhir.
Yi menyarankan agar masalah kontrak diselesaikan lewat negosiasi. “Gugatan hukum hampir pasti merugikan kedua pihak,” tegasnya. Ia juga memberi nasihat hukum bagi para artis, seperti mewaspadai klausul perpanjangan otomatis dan perjanjian agensi penuh, serta selalu memiliki pengacara pribadi yang berpihak pada artis untuk meninjau kontrak kerja.
Sumber: Sohu
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


