LayarHijau.com – Drama Wuxia terbaru Blood River (暗河传) menggelar Meet & Greet di Beijing pada 21 Oktober sore. Para pemeran utama seperti Gong Jun, Peng Xiaoran, Qiao Zhenyu, Chang Huasen, Yang Yutong, Kong Xueer, Zhang Shi’an, dan Zhang Weina hadir langsung untuk berinteraksi dengan para penonton.
Dalam sesi bincang santai, Gong Jun memperkenalkan karakternya, Su Muyu, sebagai sosok berhati tulus dan menjunjung tinggi prinsip. Ia menjelaskan bahwa karena didikan sang ayah, Su Muyu sangat menghargai janji hingga dikenal dengan ciri khas “tiga pantangan” atau “tiga hal yang tak ia terima.” Ketika ditanya apakah dirinya juga memiliki “tiga pantangan” dalam kehidupan nyata, Gong Jun dengan jenaka menjawab, “Kalau jadi penyanyi profesional, saya tidak terima,” membuat penonton serentak meneriakkan “Nyanyi satu lagu!” dengan tawa menggema di seluruh ruangan.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Ia lalu menambahkan dua “pantangan” lainnya: “Sebagai orang Chengdu, saya tidak terima orang yang tidak makan zhe’ergen (akar tumbuhan khas Sichuan), dan saya juga tidak terima orang yang tidak menonton Blood River.” Jawaban itu disambut riuh tepuk tangan dan tawa penonton.
Peng Xiaoran yang memerankan karakter Mu Yumo, bersama Zhang Shi’an (pemeran Tang Lianyue), juga memeragakan kembali salah satu adegan ikonik dari drama tersebut. Saat Zhang Shi’an mengucapkan baris dialog, “Tuan Xuanwu, aku masih mengingat hangatnya pelukan malam itu,” suasana ruangan langsung pecah dengan sorakan, sementara Zhang Shi’an berusaha pura-pura kabur dengan wajah memerah. Aksi spontan ini memamerkan kemampuan akting sekaligus chemistry mereka di luar layar.
Gong Jun kemudian mengambil properti payung kertas minyak khas drama itu, sambil mengucap kalimat pamungkas Su Muyu, “Pisau beterbangan bagai hujan senja; pedangku bagai pelangi, satu tebasan menentukan ajal.” Ia mengisyaratkan bahwa ke depannya Su Muyu masih akan memperlihatkan banyak jurus baru yang lebih memukau.
Aktor senior Qiao Zhenyu pun ikut memeriahkan acara dengan mengucapkan ulang dialog karakternya, Su Zhe: “Satu hisapan rokok, satu buah plum, mabuk ringan setara dengan dewa.” Ia menjelaskan bahwa dialek yang ia gunakan bukan Sichuan, melainkan dialek Guilin, menunjukkan dedikasinya terhadap detail karakter.
Menanggapi komentar penonton soal tone visual drama yang dinilai agak gelap, Gong Jun menyampaikan pesan dari sutradara Yin Tao: “Sutradara ingin menggambarkan perjalanan dari ‘sungai gelap’ menuju cahaya, jadi bagian awal memang dibuat lebih redup. Tapi seiring perkembangan cerita, warna dan pencahayaannya akan semakin cerah—melambangkan perjalanan menuju terang.”
Peng Xiaoran menambahkan bahwa sutradara Yin Tao memperhatikan setiap umpan balik: “Setiap komentar, baik pujian maupun kritik, beliau baca sendiri. Kami semua menghargai setiap perasaan dan masukan dari penonton.” Ia juga mengonfirmasi bahwa tim produksi telah melakukan penyesuaian visual untuk meningkatkan pengalaman menonton.
Acara berlangsung hangat dan penuh tawa, memperlihatkan kedekatan antara para pemain Blood River dengan para penggemar, sekaligus mempertegas komitmen mereka terhadap kualitas drama yang tengah naik daun ini.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


