LayarHijau.com – Rumah tangga selebgram sekaligus pengusaha mualaf Clara Shinta dengan Muhammad Alexander Assad dikabarkan retak hanya 52 hari setelah menikah pada 30 Agustus 2025.
Dalam sebuah podcast bersama Denny Sumargo, Clara mengaku merasa diabaikan oleh sang suami yang terlalu fokus menonton drama China. “Dari awal jalan sampai pulang dia pegang tangan saya, tapi matanya ke layar, nonton drama China. Nggak ngobrol, nggak lihat saya,” ujarnya. Frustrasi dengan sikap tersebut, Clara sempat melontarkan keluhan pedas: “Saya sampai bilang, mending saya jadi drama China aja sekalian.”
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Fenomena yang menimpa Clara Shinta bukanlah hal yang sepenuhnya asing di Tiongkok. Baru-baru ini, Pengadilan Rakyat Kabupaten Shucheng mengadili kasus perceraian seorang istri yang terlalu sering menonton drama Empresses in the Palace hingga membuat rumah tangganya retak. Pasangan Jin dan Zhang, yang menikah pada 2005 setelah menjadi teman kuliah, menghadapi perbedaan gaya hidup yang semakin nyata seiring waktu. Zhang menjadi ibu rumah tangga penuh waktu, sementara Jin menekuni karier di luar rumah.

Dalam persidangan perceraian pada 2012, Jin menyatakan bahwa istrinya terlalu lama di rumah, jarang bersosialisasi, dan hampir selalu menonton drama, khususnya Empresses in the Palace. Zhang jarang melakukan pekerjaan rumah dan kerap menutup diri berhari-hari setelah bertengkar, membuat Jin merasa hidup dalam kekerasan emosional.
Zhang membela diri dengan menirukan dialog drama istana populer tersebut, berharap suaminya bersikap lebih toleran. Ia berkata, “Sayang, sejak kita menikah, kita selalu saling mengandalkan dan mendukung… Saya kadang bercanda, kamu membalas dengan manis, itu bagian dari keseruan hidup. Kenapa harus dianggap kekerasan emosional? Demi cinta yang tulus ini, saya rela meninggalkan pekerjaan stabil di kota besar dan ikut pindah bersamamu. Kini kamu mengajukan perceraian, hati saya sangat sakit. Setiap pasangan bertengkar, tapi jika setiap pertengkaran langsung diakhiri dengan perceraian, bagaimana nasib anak-anak?”
Namun, Jin merasa keretakan sudah terlalu besar dan tak bisa diperbaiki. Setelah beberapa kali mediasi, keduanya sepakat bercerai: anak menjadi hak asuh Zhang, Jin membayar tunjangan bulanan, dan seluruh harta serta tabungan keluarga menjadi milik Zhang.
Kisah Clara Shinta dan pasangan Jin-Zhang menunjukkan bahwa hal sepele seperti kecanduan tontonan bisa menjadi pemicu serius jika komunikasi dan rasa saling menghargai tidak berjalan dengan baik. Sayangnya, tidak ada data resmi di China yang mencatat pasangan bercerai karena salah satu dari mereka kecanduan drama atau program televisi. Menurut data pada 2015, angka perceraian di China naik 30 persen. Laporan kantor hukum Shuangli di Beijing—yang menangani berbagai kasus perceraian—menyebutkan bahwa sembilan dari sepuluh perceraian mencakup pertengkaran yang dipicu oleh media sosial.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


