LayarHijau.com – Film Korea Selatan The Assassin(s) (암살자(들)) telah melampaui 2 juta penonton hanya 11 hari setelah dirilis di bioskop Korea Selatan. Pencapaian ini diraih ketika film tersebut masih menghadapi kritik terkait penggambaran sejarah dalam kisah yang terinspirasi dari kasus penembakan terhadap Ibu Negara Korea Selatan Yuk Young-soo pada 1974.
Menurut Hive Media Corp., The Assassin(s) mencapai 2.000.101 penonton sekitar pukul 14.30 waktu Korea Selatan pada 3 Oktober, atau hari ke-11 sejak dirilis pada 23 September. Sehari sebelumnya, jumlah penonton kumulatif film tersebut masih berada di angka sekitar 1,89 juta. Artinya, lebih dari 100.000 orang menonton film tersebut hanya dalam waktu sekitar setengah hari.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Dalam perolehan tiket secara real-time, The Assassin(s) berada di posisi kedua pada 3 Oktober. Hingga pukul 15.00 waktu Korea Selatan, film tersebut mencatat 85.186 tiket yang telah dipesan atau sekitar 16,8 persen.
Posisi pertama ditempati film animasi Jepang Chiikawa the Movie: The Secret of Mermaid Island, yang mencatat 130.559 tiket atau sekitar 25,8 persen. Film tersebut merupakan bagian dari waralaba Chiikawa dan masih memimpin perolehan tiket menjelang pemutaran film-film pada hari tersebut.
The Assassin(s) juga mencetak pencapaian tersebut di tengah kontroversi mengenai penggambaran sejarah dalam film. Film ini mendapat kritik dari sejumlah pihak yang menilai kisahnya menggambarkan mantan Presiden Korea Selatan Park Chung-hee secara negatif dan melakukan distorsi terhadap sejarah.
Kontroversi tersebut kemudian berkembang hingga muncul serangan terhadap sejumlah orang yang terlibat dalam film. Beberapa organisasi perfilman Korea Selatan pun mengeluarkan pernyataan yang meminta publik menghentikan serangan personal terhadap para pembuat film.
Korean Film Producers Association, Korean Film Producers Guild, dan Korean Society of Cinematographers menyatakan keprihatinan karena kritik terhadap karya telah berkembang menjadi serangan terhadap individu yang terlibat dalam pembuatan The Assassin(s).
Organisasi-organisasi tersebut meminta agar pembahasan mengenai kehidupan pribadi, penghinaan, dan ancaman terhadap orang-orang yang terlibat dalam film dihentikan. Mereka menekankan bahwa kritik terhadap sebuah karya tidak seharusnya berubah menjadi serangan terhadap individu.
The Assassin(s) disutradarai Hur Jin-ho dan mengangkat peristiwa penembakan Ibu Negara Yuk Young-soo pada 15 Agustus 1974. Peristiwa tersebut terjadi ketika Yuk Young-soo menghadiri upacara peringatan Hari Kemerdekaan Korea Selatan.
Kontroversi mengenai film ini terus menjadi perbincangan di Korea Selatan, tetapi pada saat yang sama The Assassin(s) masih menunjukkan performa kuat di box office. Dengan menembus 2 juta penonton pada hari ke-11, film tersebut terus mempertahankan momentumnya meski perdebatan mengenai penggambaran sejarahnya belum mereda.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


