LayarHijau.com – Acara promosi drama Fight For Love (山河枕) yang digelar di Beijing pada 7 November berlangsung meriah dengan kehadiran para pemeran utama, Victoria Song (宋茜) dan Ding Yuxi (丁禹兮). Keduanya tampil akrab di atas panggung bersama pemain pendukung seperti Liang Xuefeng, Zhou Dawei, dan Li Huan untuk menyapa para penggemar sekaligus mempromosikan drama tersebut.
Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah ketika Ding Yuxi diminta memeragakan kembali adegan ikonik “melindungi kakak ipar” dari drama. Saat moderator menantangnya menambahkan kalimat “Aku ingin menikahimu”, sang aktor tampak malu-malu. Ia akhirnya memberanikan diri berkata, “Jiejie, jiejie, aku ingin menikahimu,” sambil menunduk malu—membuat penonton bersorak riuh, sementara Victoria Song hanya bisa menahan tawa di sampingnya.
Dalam sesi wawancara bersama media, keduanya menanggapi sebutan penggemar yang menyebut pasangan karakter mereka sebagai “Yu Yun You Chang” (瑜韫悠长, Yú Yùn yōu cháng), sebuah permainan kata dari nama karakter Chu Yu (楚瑜) dan Wei Yun (卫韫). Istilah ini mengandung makna hubungan yang “panjang dan mendalam”. Selain itu, penggemar juga menyebut mereka sebagai “pasangan gaya pancing” (钓系夫妻, diào xì fūqī).
Julukan ini merujuk pada sifat karakter masing-masing di drama. Wei Yun, karakter Ding Yuxi, diibaratkan seperti Jiang Taigong (姜太公), tokoh legendaris yang memancing tanpa umpan—menandakan kesabaran dan strategi dalam menunggu orang yang tepat datang sendiri. Sementara Chu Yu, karakter Victoria Song, digambarkan sebagai seseorang yang “memancing tanpa sadar”, artinya ia tanpa sengaja menarik perhatian lawan mainnya dengan kepribadian yang terbuka dan tulus. Dengan kata lain, pasangan ini digambarkan sebagai dua orang yang tanpa disadari saling “memancing” satu sama lain.
Kalimat ini bukan hanya permainan kata, tapi juga bentuk harapan penggemar agar hubungan mereka di drama terasa mendalam dan tulus. Jika “pasangan gaya pancing” menggambarkan fase awal hubungan mereka yang penuh tarik-ulur, maka “Yu Yun You Chang” menggambarkan hasil akhirnya — cinta yang lembut, matang, dan abadi.
Suasana acara semakin meriah ketika keduanya menirukan adegan saling “memancing” di atas panggung, lalu berpose bersama sambil memegang pedang dan senjata sebagaimana dalam drama. Interaksi itu membuat para penggemar bersorak gembira karena melihat kedekatan alami mereka, seolah melihat langsung karakter Chu Yu dan Wei Yun keluar dari layar.
Meski interaksi keduanya di atas panggung tampak penuh canda dan kedekatan, sejumlah penonton di Tiongkok maupun Indonesia sebelumnya sempat menilai chemistry di drama kurang kuat, sebagian menyoroti jarak usia dan gaya akting keduanya. Namun, lewat acara ini, tim Fight For Love tampak berusaha menunjukkan sisi jenaka dan natural hubungan kedua pemeran utama di luar layar.










