LayarHijau.com – Weibo heboh setelah adik Cha Eunwoo, Lee Donghwi, kembali muncul ke publik melalui sebuah video presentasi di sebuah konferensi teknologi. Visualnya yang mirip sang kakak langsung menarik perhatian warganet Tiongkok, tetapi yang lebih mengejutkan adalah pekerjaannya: ia kini terlibat di bidang AI (Artificial Intelligence), kecerdasan buatan yang ia kembangkan pertama kali untuk membantu sang kakak.
Selama ini publik mengetahui bahwa keluarga Lee dikenal berisi “pemenang undian genetik”. Cha Eunwoo—bernama asli Lee Dongmin—dikenal sebagai salah satu visual paling menonjol di industri hiburan Korea. Ia diterima melalui jalur prestasi di Sungkyunkwan University dan sempat disebut melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana. Sang adik, Lee Donghwi, tak kalah membanggakan karena menempuh pendidikan di Universitas Fudan, salah satu kampus paling bergengsi di Tiongkok.
Nama Donghwi sebenarnya sudah pernah mencuat ketika ia muncul sekilas dalam sebuah program variety show saat Cha Eunwoo menunaikan wajib militer. Meski hanya muncul sepersekian detik, wajahnya langsung membuat netizen gempar.
Kini, perhatian publik kembali memuncak setelah kanal Sebasi Talk mengunggah video Donghwi yang menjadi pembicara di AI Summit Seoul & Expo 2025 di COEX. Dalam acara tersebut, ia memaparkan perjalanannya mengembangkan teknologi AI yang terinspirasi langsung dari kehidupan sang kakak sebagai selebritas.
“Karena saya hidup mengikuti jejak kehidupan seorang selebritas, saya jadi memperhatikan apa saja yang mereka pikirkan dan khawatirkan. Mereka selalu mencari cara untuk berkomunikasi lebih baik dengan para penggemarnya,” ujarnya dalam wawancara. “Bukan hanya artis, perusahaan hiburan dan brand pun sangat peduli pada data. Dari situ saya mulai berpikir: bisakah ada solusi untuk mengumpulkan dan memproses data ini?”
Dalam presentasinya, ia membawakan topik berjudul AI Recipe: AI yang Saya Kembangkan untuk Kakak Saya, Kini Berevolusi Menjadi Alat Verifikasi Brand. Donghwi mengaku bahwa salah satu pendorong proyek tersebut adalah keinginannya melindungi figur publik dari tekanan komentar jahat.
#CHAEUNWOO younger brother, Lee Donghwi was trending on Weibo earlier today pic.twitter.com/SxP73hI9nF
— Layar Hijau (@layar_hijau) November 18, 2025
“Saya melihat banyak figur publik terluka karena komentar negatif yang berlebihan. Kritik membangun itu penting, tetapi jumlah media sekarang sangat besar sehingga komentar buruk menjadi tak terkendali,” jelasnya. “Ini era media pribadi dan influencer. Kami sedang mengembangkan sistem untuk melindungi orang-orang yang terus-menerus terekspos pada lingkungan media seperti itu.”
Sebelum terjun ke dunia AI, Donghwi justru berasal dari jalur yang berbeda. Setelah menyelesaikan kuliah di jurusan media di Universitas Fudan, ia pulang ke Korea dan bekerja di sebuah perusahaan periklanan. Pengalaman inilah yang membentuk pemahamannya soal komunikasi, perilaku konsumen, analisis data, dan cara brand membaca respons publik. Ketika kemudian bergabung dengan Unbound Lab—perusahaan yang bergerak di bidang riset dan pengembangan AI—latar belakangnya di media dan periklanan membuatnya mampu merancang sistem AI yang bukan sekadar teknis, tetapi juga sensitif terhadap dinamika fandom, reputasi publik, dan analisis sentimen brand.
Kombinasi wajah menawan, latar pendidikan kelas atas, dan karier yang berbelok ke ranah teknologi membuat Donghwi langsung trending di Weibo. Banyak komentar memuji bahwa keluarga Lee “tidak hanya menang gen tampan, tapi juga menang otak”.










