Syuting Drama dengan Wu Jinyan Selesai, Chen Zheyuan Singgung Ejekan Yu Zheng Terkait Top Biling?

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com — Pada 22 November, dalam acara perayaan selesai syuting drama Jiangshan Wei Pin (江山为聘), Chen Zheyuan menyampaikan kepada para penggemarnya bahwa mereka “sama sekali tidak perlu khawatir” soal rumor: “Jangan pikirkan hal-hal tidak penting itu.” Pernyataan ini muncul di tengah sorotan besar terhadap drama tersebut, yang juga dikaitkan dengan perselisihan antara produser Yu Zheng dan aktor pria terkait posisi kredit atau billing.

Yu Zheng dikenal sebagai produser yang menaungi Wu Jinyan melalui perusahaannya, sehingga setiap proyek yang melibatkan keduanya biasanya menempatkan Wu Jinyan sebagai prioritas dalam penentuan kredit atau dalam posisi top billing.

“Top billing” (posisi kredit teratas) adalah penempatan nama aktor atau aktris di urutan paling atas dalam daftar pemeran di materi promosi dan kredit tayangan, yang secara umum menandakan status mereka sebagai bintang utama atau yang paling penting dalam produksi tersebut.

- Advertisement -

Dalam drama itu, Chen Zheyuan dipasangkan dengan Wu Jinyan. Masalah muncul dalam tahap pra-produksi, saat daftar pemeran belum diumumkan secara resmi. Pada salah satu livestreaming, Yu Zheng membahas soal posisi kredit dan menyinggung adanya aktor pria yang tidak mau menerima posisi nomor dua di bawah Wu Jinyan, sehingga publik menghubungkannya dengan konflik internal produksi.

Dalam siarannya, Yu Zheng mengatakan, “Kalau Wu Jinyan tidak menyerahkan posisi teratas, kami tidak bisa mulai syuting,” lalu menambahkan bahwa ia “tidak rela memberikan posisi pertama kepada bocah itu.” Meski tanpa menyebut nama, warganet pun menduga pernyataan itu diarahkan kepada Chen Zheyuan karena waktu itu beredar rumor jika Wu Jinyan akan dipasangkan dengan sang aktor untuk Jiangshan Wei Pin.

Perkataan Yu Zheng menimbulkan kontroversi karena dianggap menyinggung. Para penggemar sang aktor merasa tersinggung dan marah. Menanggapi hal ini, Yu Zheng menegaskan bahwa kekesalannya bukan diarahkan langsung kepada Chen, melainkan lebih kepada “keributan penggemar”. Ia juga menyebut bahwa keputusan lanjutan bergantung pada apakah pihak produksi bersedia menandatangani “perjanjian tambahan” yang diminta investor. Namun hingga kini pihak Chen tidak pernah mengeluarkan pernyataan mengiyakan maupun membantah, sehingga opini publik terbelah antara yang membela Chen dan yang menilai permintaan timnya berlebihan.

- Advertisement -

Di tengah seluruh kontroversi itu, tim drama mengumumkan daftar pemeran dan memulai syuting. Sikap santai Chen Zheyuan dalam acara perayaan akhir produksi memberikan kesan bahwa ia memilih untuk tetap tenang. Ia menegaskan bahwa proses syuting Jiangshan Wei Pin berjalan dengan baik dan berharap publik menilai drama dari kualitas akhirnya, bukan dari kontroversi yang beredar di internet.

Jiangshan Wei Pin mengisahkan Meng Ting Hui, perempuan pertama pada era Dinasti Tang yang berhasil masuk daftar Jinshi* dan bekerja di Akademi Hanlin* sebagai sarjana wanita. Sepuluh tahun sebelum kisah utama, ia ditemukan dalam keadaan lusuh di antara tumpukan mayat. Satu dekade kemudian, ia tumbuh menjadi pejabat cerdas dan ambisius, naik dari posisi rendah hingga sejajar dengan para pejabat senior. Di balik perjalanan itu ada seorang kaisar muda yang pernah menyelamatkannya. Kini, ia berdiri di sisinya, menyaksikan sang penguasa memperkuat kekuasaan, memakmurkan rakyat, dan menjadi pemimpin terbesar pada masanya—tanpa menyadari bahwa kaisar itu diam-diam memendam cinta kepadanya. Perjalanan cinta mereka dipenuhi politik istana, pengorbanan, dan takdir yang saling terikat.

*Jinshi adalah gelar tertinggi yang diberikan kepada para sarjana yang berhasil lulus ujian kekaisaran (ujian kenegaraan) pada masa Tiongkok kuno, yang membuka jalan bagi mereka untuk menjabat di birokrasi pemerintahan, sementara Akademi Hanlin adalah institusi elit yang menaungi para sarjana berprestasi (termasuk lulusan Jinshi) untuk melakukan tugas-tugas kesekretariatan, sastra, dan penasihat khusus bagi kaisar.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments