Zheng Shuang Kembali Lewat Drama Pendek AI, Cerita Terinspirasi Pengalaman Pribadi

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com— Setelah terseret skandal surrogacy (program ibu pengganti) dan penghindaran pajak pada 2021, aktris Tiongkok Zheng Shuang sempat mengalami “pemblokiran total” dari industri hiburan dan menanggung hutang besar. Selama empat tahun menghilang dari publik, ia pernah muncul singkat di Instagram, namun akunnya kemudian hilang lagi tanpa kabar. Kini, studio miliknya kembali muncul di platform Douyin dengan akun baru, menghadirkan Zheng Shuang melalui drama pendek buatan AI (artificial intelligence/kecerdasan buatan).

Studio Zheng Shuang mendirikan akun Douyin bernama “Xiao Zhengzi Office” pada Februari 2025, yang fokus pada produksi drama pendek AI. Studio mengklaim bahwa 90% alur cerita diambil dari pengalaman pribadi Zheng Shuang, sehingga karya ini dianggap sebagai kembalinya Zheng Shuang secara tidak resmi lewat drama pendek.

Salah satu karya yang telah dirilis pada Agustus berjudul “Bertekad Merebut Hak Asuh di Amerika”, yang menampilkan proses Zheng Shuang berjuang untuk hak asuh anak pada 2019–2021, setelah mengalami konflik dengan mantan kekasihnya. Setiap episode berdurasi kurang dari 3 menit dan seluruh karakter dibuat melalui AI, tanpa menampilkan Zheng Shuang secara langsung.

- Advertisement -

Studio juga sedang menyiapkan karya baru berjudul “Summer Breeze Over the Old Desk” (Sejuknya Angin Musim Panas di Meja Lama), bergenre drama sekolah dan idol. Meskipun baru berupa trailer, karya ini memicu spekulasi publik sebagai “uji coba comeback” Zheng Shuang setelah lama menghilang.

Namun, meski diklaim tayang di platform luar negeri, pencarian netizen terhadap drama pendek AI ini nyaris tidak membuahkan hasil, menambah aura misteri karya-karya Zheng Shuang. Pada September lalu, akun “Xiao Zhengzi Office” menulis: “Ke mana Xiao Shuang? Xiao Shuang selalu di sini!” dan menyertakan kutipan dari pernyataan Zheng Shuang sebelumnya: “Tenggorokan terasa tersumbat darah, sakit yang sama.” Hal ini seolah menjadi indikasi bahwa selama empat tahun terakhir, Zheng Shuang masih terus memperjuangkan hak-haknya.

- Advertisement -
Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
TAGGED:
SOURCES:World Journal
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments