Akting Arthur Chen di Drama Love Story in the 1970s Dipuji, Bertolak Belakang dengan Peran Ikoniknya Sebagai Li Xun

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

LayarHijau.com – Drama terbaru yang dibintangi Arthur Chen dan Sun Qian, Love Story in the 1970s (纯真年代的爱情), langsung mencuri perhatian sejak penayangan perdananya. Di hari pertama, rating puncaknya mencapai 1,94 persen. Sehari kemudian, rating real-time bahkan menembus angka 2 persen dan berhasil memimpin slot tayang utama.

Dalam drama ini, Arthur Chen memerankan Fang Muyang, seorang pemuda terpelajar yang naif dan lugu. Karakter tersebut terasa sangat kontras dengan peran ikoniknya sebagai Li Xun dalam Lighter and Princess. Perbedaan ekstrem ini membuat banyak penonton terkejut. Di media sosial, muncul komentar jenaka seperti, “Chen Feiyu, apakah Li Xun tahu kamu berakting seperti ini?”

Love Story in the 1970s mengisahkan Fang Muyang yang mengalami amnesia sementara setelah terluka saat menyelamatkan seseorang. Dalam kondisi kebingungan, ia berusaha menemukan kembali arah hidupnya. Di sisi lain, Fei Ni, seorang pekerja pabrik yang diperankan Sun Qian, berjuang keras demi mendapatkan kesempatan kuliah agar bisa mengubah nasibnya melalui pendidikan.

- Advertisement -

Pertemuan kembali Fang Muyang dan Fei Ni terjadi secara tak terduga setelah lama berpisah sejak masa muda. Demi memperoleh kuota masuk universitas, Fei Ni merawat Fang Muyang yang terluka dan tak sadarkan diri. Namun setelah sadar, Fang Muyang justru kehilangan ingatannya untuk sementara waktu. Dari situ, keduanya menikah karena kebutuhan masing-masing. Seiring waktu, hubungan yang awalnya berlandaskan kepentingan praktis perlahan berubah menjadi ikatan emosional yang tulus. Mereka saling mendukung untuk mewujudkan impian berkuliah.

Drama ini menghadirkan pendekatan yang berbeda dari kebanyakan kisah berlatar masa lalu. Alih-alih hanya menonjolkan nostalgia, cerita dibangun melalui proses hubungan yang bertahap, penuh ujian, dan berkembang secara emosional. Nuansa zaman terasa kuat, tetapi tetap dipadukan dengan konflik batin yang relevan bagi penonton masa kini.

Karakter Fang Muyang yang lugu dan tulus jelas bertolak belakang dengan sosok Li Xun, si jenius pemrograman yang angkuh dan pemberontak. Banyak penonton memuji jangkauan akting Arthur Chen yang dinilai semakin matang. Topik tentang perubahan citranya bahkan dibaca lebih dari satu juta kali dalam sehari. Komentar seperti “Sangat cocok memerankan anak orang kaya yang polos” hingga “Puncak jalur peran pria polos” ramai bermunculan di internet.

- Advertisement -

Dalam membangun karakter Fang Muyang, Arthur Chen sengaja mengurangi tatapan tajam yang selama ini identik dengannya. Ia menggantinya dengan ekspresi kosong dan kebingungan untuk menggambarkan kondisi amnesia. Namun di momen-momen penting, ia tetap menampilkan kedalaman emosi lewat tatapan penuh tekad saat melindungi istrinya dan sorot mata yang berkaca-kaca ketika emosinya runtuh.

Perubahan citra ini membuat banyak penonton sepakat bahwa Arthur Chen berhasil keluar dari bayang-bayang peran lamanya dan menghidupkan sosok pemuda polos dengan meyakinkan.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments