Akting Menangis Sun Qian di Love Story in the 1970s Tuai Pujian, Lepas dari Citra “Gadis Manis”

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Adegan menangis dalam film dan drama selalu menjadi ujian berat bagi kemampuan akting seorang aktor. Baru-baru ini, dalam drama populer WeTV, Love Story in the 1970s (纯真年代的爱情), adegan emosional yang dibawakan oleh Sun Qian menjadi perbincangan hangat di internet karena lapisan emosi yang halus dan daya empatinya yang kuat. Penampilan ini juga dinilai berhasil membuatnya keluar dari citra “gadis manis” yang selama ini melekat.

Dalam Love Story in the 1970s, Sun Qian memerankan Fei Ni, seorang pekerja pabrik topi. Demi mendapatkan jatah rumah dan kesempatan kuliah, ia merawat Fang Muyang yang mengalami amnesia setelah menyelamatkan orang. Karakter Fang Muyang diperankan oleh Chen Feiyu. Dari hubungan yang berawal karena kebutuhan, keduanya kemudian “menikah” dan tinggal bersama, menghadapi berbagai ujian hidup di era 1970-an.

- Advertisement -

Tiga adegan ikonik dalam drama ini—“Pesta Pernikahan Ikan Masak Kecap,” “Mimpi Kuliah yang Hancur,” dan “Pengakuan Kebenaran”—menjadi momen penting yang menampilkan penderitaan, ketabahan, dan keteguhan hati Fei Ni. Pada adegan “Pengakuan Kebenaran,” Sun Qian dengan suara tercekat mengungkapkan, “Dulu aku selalu merasa sial, baru sekarang aku mengerti, semua keberuntungan dalam hidupku adalah untuk bertemu denganmu.” Kalimat tersebut langsung memicu gelombang emosi penonton.

Transisi emosinya terasa sangat detail—dari keluhan yang lama terpendam, berubah menjadi pengakuan cinta yang mendalam. Suaranya bergetar, matanya memerah, air mata tertahan di pelupuk sebelum akhirnya jatuh perlahan. Banyak komentar warganet memuji, “Setiap getaran dalam dialognya penuh dengan penjiwaan,” dan “Hanya dengan melihatnya saja sudah membuat hati ikut sakit.” Ada pula yang menulis, “Sun Qian, caramu berakting membuatku ingin menangis.”

Topik terkait penampilannya bahkan dilaporkan meraih lebih dari 100 juta kali tayang dalam satu hari. Banyak penonton perempuan mengaku merasa terhubung dengan karakter Fei Ni. “Dari sosok Fei Ni, saya melihat penderitaan dan ketangguhan diri saya sendiri,” tulis salah satu komentar yang ramai disukai.

Sun Qian memulai debutnya sebagai aktris pada usia 19 tahun dan pernah berpartisipasi dalam film Love The Way You Are (我的青春都是你). Dalam beberapa tahun terakhir, ia mulai menarik perhatian lewat perannya di Wild Bloom (风吹半夏), Love Song in Winter (冬至), dan Legend of the Magnate (大生意人). Meski aktif membintangi berbagai proyek, ia sempat kesulitan melepaskan citra karakter lembut dan manis.

Baru melalui perannya sebagai pekerja wanita Fei Ni, ia dipuji karena aktingnya yang alami dan dinamis. Ia berhasil menginterpretasikan ketangguhan sekaligus kepolosan seorang perempuan pekerja di era 70-an dengan meyakinkan.

Untuk mendalami karakter tersebut, Sun Qian secara khusus mempelajari kondisi kehidupan para pekerja wanita pada masa itu. Ia mengamati perilaku dan cara bicara mereka. Bahkan untuk gerakan sehari-hari seperti melipat kotak kardus dan menjahit pakaian, ia menampilkannya secara alami tanpa kesan dibuat-buat.

- Advertisement -

Melalui Love Story in the 1970s, Sun Qian menunjukkan perkembangan signifikan dalam kariernya. Adegan-adegan emosional yang ia bawakan tidak hanya menyentuh hati penonton, tetapi juga mempertegas posisinya sebagai aktris dengan kemampuan akting yang semakin matang.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments